02/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Panwas Ancam Mogok Kerja

Panwas Ancam Mogok KerjaSurabaya, KabarGress.Com – Panwas Kota Surabaya mengancam akan mogok kerja dalam melakukan pengawasan pemilukada Surabaya 2015, apabila anggaran operasional yang direalisasikan sangat minim. Ketua Panwas Kota Surabaya, Wahyu Hariadi mengatakan, sesuai  Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dengan pemerintah kota , anggaran panitia pengawas pemilu kada yang disetujui sekitar Rp5 Miliar.

“Dengan anggaran sebesar itu saya perkirakan  akan habis pada bulan Agustus mendatang saja,” ujarnya, usai melakukan hearing di komisi A DPRD Kota Surabaya, Senin (18/5/2015).

Apabila dana tambahan senilai 2 Miliar yang diajukan dalam Mendahului Perubahan anggaran keuangan APBD Kota (MPAK)  tidak cair, ia yakin pengawasan pemilukada tak maksimal. “Jika sampai MPAK anggaran tidak cair kami tidak akan melakukan pengawasan,” ancamnya.

Wahyu Hariadi mengungkapkan, untuk kebutuhan pemilukada Surabaya sebenarnya panwas kota telah mengajukan anggaran sekitar Rp13,5 miliar. Setelah diverifikasi anggaran yang dibutuhkan menjadi 9,8 Miliar.

Namun demikian, alokasi anggaran tersebut tetap dipangkas tim anggaran pemerintah kota menjadi Rp5 M.  Beberapa kegiatan  yang dipangkas diantaranya  rapat koordinasi teknis (Rakornis) yang semula diagendakan 6 kali, namun pada akhirnya disetujui hanya satu kali.

“Kegiatan rapat kerja teknis kami minta 6 kali dari sebelumnya rencana sebelumnya. Tapi Tim Anggaran hanya menyetujui 1 kali,” tuturnya.

Selain Rakornis, pemangkasan anggaran lainnya pada  honorarium pengawas yang jumlahnya 3.997 orang dari Rp400 ribu menjadi Rp350 ribu. Padahal mereka menurut Wahyu bekerja selama satu bulan. “Mereka bekerja sebuan hanya dapat Rp350 ribu, sama dengan  Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang masa kerja hanya  2 minggu,” katanya.

Menanggapi ancaman panwas kota, Ketua Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Surabaya, Herlina Njoto mengatakan, bahwa  hal itu tidak sungguh-sungguh. “Itu tidak sungguh-sungguh. Hanya reaksi karena kekurangan anggaran saja,” tegasnya.

Namun demikian, pihaknya telah meminta Tim Anggran Pemkot Surabaya untuk mengakomodir Rapat Kerja Teknis yang diajukan oleh panwas. “Kita minta tim anggaran untuk berkoordinasi dengan panwas soal penambahan rakernis,” tambahnya. (tur)