29/11/2020

Jadikan yang Terdepan

Para Kiai Mendirikan Majelis untuk Mempersatukan NKRI

Wagub Jatim Drs Saifullah Yusuf Menghadiri Isri Miroj di PP Salafiah di Kabupaten PasuruanPasuruan, KabarGress.Com – Belakangan ini Indonesia banyak sekali terjadi permasalahan yang mengemuka. Permasalahan tersebut jika tidak segera diantisipasi bisa menjadi pemicu perselisihan dan perpecahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Salah satunya,  kesenjangan sosial semakin tajam di masyarakat.Bahkan untuk saat ini kesenjangan sosial dimaksud telah mencapai 0,43 . Artinya, orang kaya semakin bertambah kaya sedangkan si miskin semakin bertambah miskin.

Salah satu penyebab permasalahan yang ada adalah adanya kesenjangan sosial yang semakin tajam.  Bahkan saat ini tingkat kesenjangan sosial tersebut mencapai 0,43. Artinya orang kaya bertambah kaya, orang miskin bertambah miskin.

“Tetapi Alhamdulillah, perpecahan diantara kita tidak sampai terjadi. Karena Masyarakat Indonesia sampai saat ini masih senang menghadiri majelis-majelis untuk mengadakan sholawatan sebagaimana yang diajarkan oleh Para Aulia dan Para Kiai,” jelas Wakil Gubernur Jawa Timur saat memberikan pencerahan di Peringatan Isro’ Mi’roj  yang diadakan di PP. Ma’had As- Salafiyah Pasuruan, Jumat (15/5) malam.

Majelis yang senang membaca Sholawat Nabi Muhammad SAW,  akan mendapatkan barokah sehingga dapat menjalankan kehidupan dengan senang, ayem, dan selalu gembira.

“Insyallah dengan ber Sholawat, mempunyai  kekuatan untuk menjadikan manusia menjadi kuat, tidak mudah putus asa, selalu bergembira, ayem, dapat menyelesaikan segala urusan. Dengan bersholawat, berarti menusia mempercayai adanya Nabi Besar Muhammad SAW dan sangat mengaharapkan mendapatkan syafaatnya,”paparnya.

Lebih lanjut disampaikan pula, orang apabila hidupnya senang, ayem maka melakukan segala pekerjaan juga dengan iklhas. Malakukan segala sesuatu sesuai dengan Fadillah Allah.

Negara Indonesia, dapat menjadi Negara kuat, kokoh karena rakyatnya sampai saat ini masih melakukan sholawatan sebagaimana yang dilakukan oleh para kiai dan para pejuang yang memperebutkan Indonesia dari para penjajah.

“Kita bayangkan bila Para Aulia dan Para Kiai tidak mengajarkan umat untuk membentuk majelis-majelis pengajian, kemungkinan negara kita keadaannya akan seperti negara-negara di Timur Tengah, Siria, saling bermusuhan,” ungkapnya.

Untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan NKRI, Gus Ipul mengingatkan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap paham-paham yang dapat menyesatkan. Dengan cara mencari guru agama yang benar dan cerdas agar tidak terjerumus pada ajaran sesat.

Sementara itu, KH. Miftahul Ahyar pada tauziahnya mengingatkan pada Peringatan Isro’ Mi’roj itu agar kita semua dalam menjalankan ibadah sholat kembali sebagaiman yang dilakukan oleh Nabi Besar Muhammad SAW. Dengan kekhusukan, agar apa yang kita kerjakan tidak sia-sia.

“Perintah Sholat pertama kali yang diterima Nabi Muhammad SAW sebanyak 50 kali dalam satu hari. Untuk meringankan umat, maka seperti saat ini ibadah Sholat hanya dilakukan sebanyak lima kali dalam satu hari,” ungkapnya.

Dikatakan, bahwa Ruhnya Sholat adalah Khusuk. Oleh karena itu diharapkan agar Sholat dapat kita lakukan secara sungguh-sungguh. Dengan kekhusukan, insyaallah kita mendapatkan barokahnya. (hery)

Teks foto: Wagub Jatim, Drs Saifullah Yusuf, menghadiri Isro’ Mi’roj, di PP Salafiah di Kabupaten Pasuruan.