05/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Sukseskan Muktamar ke 33 NU, Gus Ipul Lakukan Sosialisasi Terakhir di Bumi Wali Tuban

Wagub Jatim Menghadiri dan sekaligus memberikan sambutan di acara Sosialisasi Muktamar NU yang Terakhir di Kabupaten Tuban   (4)Tuban, KabarGress.Com – Panitia Daerah Muktamar ke 33 NU melakukan sosialisasi secara terus-menerus di sembilan kabupaten, yaitu Banyuwangi, Pasuruan, Sidoarjo, Malang, Tulungagung, Nganjuk, Gresik, dan yang terakhir dilakukan di Bumi Wali Kabupaten Tuban. Semuanya dilakukan demi suksesnya pelaksanaan Muktamar ke-33 Nahdatul Ulama (NU) yang akan berlangsung di Jombang pada tanggal 1 – 5 Agustus 2015 mendatang,

“Jawa Timur telah menjadi tempat pelaksanaan Muktamar sebanyak 12 kali, yaitu lima kali di Surabaya, kemudian Madiun, Malang, Banyuwangi, Situbondo, Kediri, dan yang akan datang di Jombang masing-masing sebanyak satu kali,” jelas Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf saat sosialisasi di Alun-Alun Kabupaten Tuban, Jumat (9/5) malam.

Pada kesempatan itu Gus Ipul, yang juga sebagai Ketua Panitia Daerah Muktamar ke 33 NU mengatakan, mungkin saja Muktamar NU di tahun yang akan datang dilakukan di Kabupaten Tuban mengingat Tuban mempunyai dua wali besar yaitu Sunan Bonang dan Sunan Drajat. Tergantung pada kesiapan pemerintah daerahnya.

Selanjutnya dijelaskan, bahwa Muktamar ke- 33 NU akan berlangsung di Kab. Jombang yang lokasinya di empat pondok pesantren yakni Pondok Pesantren Tebu Ireng, PP Tambak Beras, PP Mamba’ul Ma’ari Denanyar dan PP Darul Ulum, semuanya merupakan PP.milik pendiri NU.

Dari data yang ada, Muktamar diikuti oleh seluruh unsur NU. Utusan dari PCNU sebanyak 3.126 orang, PWNU 231 orang, PBNU 200 orang, peninjau dan pengamat 250 orang dengan total peserta mencapai total 4.007 orang. Dari jumlah tersebut, belum termasuk Panitia nasional dan daerah yang mencapai 2.000 orang dan penggembira 50.000 orang.

Gus Ipul menggambarkan, sarana akomodasi dan tempat sidang dilaksanakan di empat PP besar seperti PP. Bahrul Ulum Tambak Beras. Ditempat ini digunakan sidang komisi Bahtsul Masail dan Bazar berkapasitas 1.400 peserta. Di PP. Mam’baul Ma’arif Denanyar digunakan untuk sidang komisi organisasi dan bazar berkapasitas 39 ruang untuk 582 peserta.

Sementara di PP Darul Ulum digunakan untuk sidang komisi program dan bazar berkapasitas 57 ruang menampun 855 peserta. Sedangkan di PP. Tebu Ireng digunakan untuk sidang komisi rekomendasi dan bazar berkapasitas 55 ruang dapat menampung 1.200 peserta.

Panitia Muktamar juga memfasilitasi hotel maupun asrama kepada peserta. Tujuannya lebih mendekatkan diri kepada pendiri dan perjuangan para kiai dan ulama. Menurut Gus Ipul baru di Muktamar ke 33 ini, para peserta akan berziarah dan menapak tilas perjuangan kiai dan ulama.

Untuk pengamanan Muktamar didukung 1.000 personel anggota pengamanan dari Banser, Pagar Nusa dan CBP IPNU 1.000 personel dibantu Polri 200 personel, TNI 100 personel dan Pramuka 300 personel.

Sementara itu, Ketua Umum PKB Jawa Timur Abdul Halim Iskandar mengingatkan kembali ucapan pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari kepada seluruh anggota NU yang memadati Alun-Alun Tuban “Siapa yang bersedia mengurus NU saya anggap santriku. Barang siapa menjadi santriku, saya doakan khusnul khotimah.”

“Oleh karena itu saya minta kepada seluruh anggota NU untuk ikut menyukseskan pelaksanaan Muktamar ke 33 NU yang diadakan di Jombang,” pintanya.

Ketua PWNU Jatim KH Muhammad Hasan Mutawakil Alallah mengingatkan bahwa NU merupakan gerakan keagamaan yang didirikan oleh KH. Hasyim As’ari dan para aulia, kiai, ada karomah dan barokah di dalamnya. Untuk menghadapi kompetisi peradaban yang terjadi di dunia.

Menjadi elemen utama atau penyangga utama Civil Sociaty. “Jangan sampai ada perpecahan di dalamnya. Mari kita satukan NU, NKRI, bahkan dunia,” pesannya.

Hal tersebut disampaikan mengingat tujuan didirikannya NU oleh para aulia, para kiai, yaitu mereka ingin menyatukan NKRI dari para penjajah yang berusaha memporak-porandakan kesatuan dan persatuan NKRI, memecah-belah agama Islam dan para kiainya.”NU sebagai masterpiece dan penyangga NKRI,” pungkasnya. (hery)

Teks foto: Wagub Jatim menghadiri sekaligus memberikan sambutan di acara Sosialisasi Muktamar NU yang terakhir di Kabupaten Tuban.