02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Gus Ipul Minta Pengembang Perumahan Prioritaskan Sektor Informal

 

????????????????????????????????????

Wagub Jatim Menghadiri dan Membuka Acara Rakerda APERSI Jatim di H.Shangrila Surabaya (4)Surabaya, KabarGress.Com – Wakil Gubernur Jatim Drs.H. Saifullah Yusuf meminta pengembang perumahan agar memperhatikan konsumen sektor informal dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Seperti halnya Pedagang Kaki Lima (PKL) diberi kemudahan fasilitas memiliki rumah. “Hal ini adalah sebuah tantangan bagi pengembang perumahan untuk menyediakan rumah bagi masyarakat yang bergerak di sektor informal. Pihak bank sebagai penyedia dana diharapkan mampu memberikan kemudahan kredit pemilikan rumah,” kata Gus Ipul saat membuka Rakerda DPD APERSI (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia) Jatim di Hotel Shangrila Surabaya, Kamis (7/5).

Menurutnya, dari fakta yang ada bahwa housing backlog secara nasional mencapai 15 juta unit rumah dengan kebutuhan 800 ribu unit rumah per tahun. Untuk Jatim mencapai 530 ribu unit terbagi menjadi dua, yakni untuk perkotaan sebanyak 212 ribu unit dan untuk perdesaan sebanyak 318 ribu unit. “Pengembang diharapkan lebih memacu diri serta meningkatkan partisipasi aktifnya dalam penyediaan perumahan dengan mengoptimalkan segala daya kreatifitas dan inovasinya, sehingga dalam kurun waktu mendatang housing backlog di Jatim dapat diminimalisir,” ujarnya.

Gus Ipul mengungkapkan, target pembangunan Rumah Sederhana tapak (RST) di Jatim pada tahun 2012 sebanyak 25.000 unikt dicapai 20.182. pada tahun 2013 target sebanyak 28.231 dicapai 11.047 unit dan tahun 2014 target pembangunan RST sebanyak 25.000 unit yang terealisasi sebanyak 11.160 unit. Sehingga total realisasi RST sampai dengan tahun 2014 sebanyak 170.222 unit.

Sementara dari pembangunan rumah susun di Jatim yang dimulai sejak tahun 1975 hingga 2014, telah terbangun 14 blok Rusunami (Rusunami Menanggal), 24 blok rusunawa di Surabaya, dan 276,5 Twin Blok (TB) Rusunawa tersebar di 30 kab/kota di Jawa Timur. Sehingga jumlah unit hunian yang disediakan melalui pembangunan rumah susun sampai dengan tahun 2014 sebanyak 21.003 unit dimana sasaran penghuni utamanya adalah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Sedangkan total penyediaan rumah sampai dengan tahun 2014 sebanyak 180.706 unit.

Dalam sambutannya dia menjelaskan, permasalahan yang menjadi hambatan dalam penyediaan perumahaan khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yakni daya beli masyarakat rendah sehingga untuk menjangkau harga RST/sewa unit hunian rusun membutuhkan subsidi dari pemerintah. Biaya penyediaan infrastruktur masih relativ tinggi sehingga mempengaruhi harga jual rumah, terbatasnya bantuan stimultan prasarana dan sarana utilitas, keterbatasan lahan untuk pembangunan RST/Rusun, minimnya dukungan dalam pemberian ijin prinsip, ijin lokasi, pembebasan retribusi ijin mendirikan bangunan (IMB) RST, Fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) maupun kredit konstruksi RST, serta masih mahalnya biaya sertifikasi.

“Kenyataan ini merupakan tantangan yang sangat berat, serta membutuhkan langkah-langkah nyata dari berbagai pihak yang berkompeten dalam penyediaan rumah, yaitu dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota serta para pengembang. Oleh karenananya melalui rakerda ini diharapkan membahas permasalahan tersebut untuk bersama-sama mencari solusinya,” katanya.

Lanjutnya dia mengatakan, program sejuta rumah untuk rakyat bukan hanya tugas pemerintah semata.namun merupakan tanggung jawab bersama antar pemerintah, peran masyarakat, unsur pebankan serta dunia usaha. Percepatan serta langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah tidak akan berhasil secara optimal jika tidak didukung oleh keseluruhan unsur-unsur tersebut.

“Saya mengajak para pengembang utamanya yang tergabung dalam Apersi Jatim untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam pembangunan perumahan dan permukiman, mengeliminir orientasi pada pembangunan rumah komersil dan tetap focus di mdalam penyediaan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Diharapkan pembangunan perumahan dan permukiman akan semakin memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan bagi MBR,” pungkasnya. (hery)

Teks foto:
– Wagub Jatim menghadiri Rakerda APERSI Jatim di Hotel Shangrilla Surabaya.
– Wagub Jatim membuka acara Rakerda APERSI Jatim di Hotel Shangrilla Surabaya.