26/11/2020

Jadikan yang Terdepan

Dewan Minta Pemkot Sediakan Alat Kesehatan Khusus Bagi Penderita Stroke

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria RachmanitaSurabaya, KabarGress.Com – Meskipun penderita stroke di Surabaya masih terbilang rendah yakni 0,7 persen dibandingkan tingkat Nasional yang mencapai 15,4 persen potensi penderita Stroke. Namun kini Surabaya menjadi tempat rujukan bagi penderita stroke. Hal tersebut di ungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita.

Dirinya menjelaskan, kesiapan kota Surabaya menjadi tempat rujukan bagi penderita stroke berdasarkan tingkat fasilitas Rumah Sakit (RS) yang sudah memadai. Dari 61 RS yang ada di Surabaya, baik milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, maupun milik swasta semuanya sudah memiliki alat yang lengkap untuk menampung penderita stroke.

“Terutama untuk rumah sakit Soewandhie ya, memang Soewandhie sudah menyiapkan unit stroke atau ruang khusus untuk menangani bagi penderita stroke. Jadi dengan adanya unit khusus ini penanganan bagi penderita stroke bisa tertangani secara intensif, tidak dicampur dengan penderita sakit yang lain,” ungkapnya, Rabu (6/5/2015).

Lebih dalam, Feni sapaan akrab Febria Rachmanita menuturkan, RS Soewandhi menyiapkan 6 bet untuk khusus menangani stroke dan penyakit dalam lainya. Tapi untuk total seluruhnya berjumlah 29 bet. Sedangkan untuk dokter yang khusus menangani penyakit dalam, atau ahli bedah saraf, jumlahnya masih ada satu.

“Tapi insya allah meskipun masih ada satu, saya yakin bisa menangani dalam ini. Itu, juga masih menggunakan pelayanan BPJS, dan untuk warga yang tidak mampu itu tetap ditanggung oleh pemerintah Surabaya. Masyarakat tidak perlu khawatir kalau untuk masalah biaya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Agustin Poliana mengatakan, meskipun Surabaya kini akan dicanangkan sebagai kota wisata kesehatan khususnya menangani penyakit Stroke. Dirinya berharap, Pemkot Surabaya harus wajib mempunyai peralatan yang memadai dan fasilitas yang lengkap untuk kesehatan, dan jangan hanya mempromosikan RS milik swasta saja.

“Harapan kami dengan Surabaya menjadi kota peduli stoke, itu harus ditopang dengan alat yang memadai. Dan terkait dengan RS, kami minta dikaji kembali. Artinya tidak hanya rumah sakit yang swasta saja yang dipromosikan tapi milik pemerintah juga harus di utamakan,” tegas politisi asal fraksi PDIP tersebut. (tur)

Teks foto: Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita.