01/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Meningkatkan Inklusi Ekonomi & Kesejahteraan Masyarakat Indonesia Melalui Jaringan Sosial

* Penelitian MasterCard Connectors Project mengungkap bagaimana jaringan sosial dapat membawa seseorang berpartisipasi dalam ekosistem ekonomi yang lebih besar

Jakarta, KabarGress.Com – MasterCard mengungkapkan temuan dari Proyek Penghubung MasterCard (MasterCard Connectors Project), sebuah penelitian terbaru mengenai peran dari jaringan sosial (network) di Indonesia. Proyek Penghubung MasterCard ini meneliti bagaimana orang-orang bergerak menuju inklusi ekonomi yang lebih besar, dan yang paling krusial, siapa yang membantu mereka dalam mencapai manfaat akses tersebut.

Penelitian MasterCard yang bertajuk Proyek Penghubung MasterCard ini juga menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki rasa optimis dan dan antusiasme terhadap masa depan bangsa mereka, serta meraih peringkat tinggi untuk kualitas hidup. Namun, penelitian yang diikuti 500 orang ini juga menunjukkan pada saat yang bersamaan masyarakat juga menyadari adanya hambatan dalam menjaga peluang ekonomi yang sulit untuk dipahami bagi sebagian besar orang Indonesia.

Sekitar tiga perempat (74%) dari masyarakat Indonesia menilai bahwa kualitas hidup mereka baik atau sangat baik, lebih tinggi dari rata-rata negara lain yang turut disurvei dalam penelitian ini. Namun, lebih dari setengah (55%) masyarakat Indonesia yang disurvei menunjukkan bahwa sulit bagi mereka untuk mendapatkan akses ke kredit dan pinjaman. Selain itu, 69% dari responden khawatir tentang uang ketika mereka berhutang kepada orang lain.

Dalam penelitian di Indonesia ditemukan lima konektor kunci di dalam jaringan seseorang yaitu:

  • Pembimbing (Mentor) adalah individu yang membimbing seseorang berdasarkan ilmu dan pengalaman yang dimiliki. Mereka memiliki hubungan personal yang sangat baik dan telah dibina dalam rentang waktu tertentu. Individu ini biasanya datang dari lingkungan terdekat atau anggota keluarga yang lebih tua.
  • Pengenal (Introducer) memperkenalkan produk atau jasa terhadap komunitas tertentu. Individu ini dikenal sebagai pemberi informasi terpercaya yang lahir dari hubungan personal yang sangat baik.
  • Migrator bersifat unik karena mereka memiliki hubungan dengan komunitas di kampung halaman dan tempat tinggal. Mereka memiliki sumber daya yang mempengaruhi individu dan komunitas di kedua tempat tersebut, termaksud dengan memberikan lapangan pekerjaan atau bergerak menuju sistem keuangan yang lebih formal para individu di kampung halamannya di tempat ia tinggal (kota besar).
  • Panutan (Role Model) menginspirasi jaringan sosial yang lebih besar. Atribut positif yang menempel pada individu ini seperti kemampuan mengatur kondisi finansial, cara-cara efektif dalam mengendalikan bisnis, dan pendidikan mampu memperkuat seseorang untuk melakukan tindakan positif.
  • Pemberi Pengaruh Bisnis (Business Influencer) memainkan peran penting dalam menghubungkan orang terhadap layanan bank formal dan layanan pemerintah. Mereka juga terbukti menjadi penghubung kunci dalam akses modal, pengenalan akan jaringan dan koneksi baru, serta memberikan pengaruh dalam proses perjalanan.

 

Matthew Driver, Presiden, South East Asia for MasterCard Worldwide mengatakan, “Laporan ini menggunakan pendekatan mendalam yang berpusat pada manusia – responden (in-depth human centred) untuk mempelajari inklusi dengan meminta kepada orang-orang yang telah bertransisi dari yang sebelumnya tidak memiliki akses secara finansial untuk kemudian berpartisipasi di dalam ekonomi formal, dan bagaimana mereka dapat memasuki ekosistem ekonomi, dan yang lebih krusial, siapa yang telah membantu mereka selama perjalanan tersebut. Kami menemukan bahwa jaringan merupakan hal yang sangat penting untuk meningkatkan kemakmuran di Indonesia. Dengan mengidentifikasi pola dasar konektor kunci, proyek penelitian ini memberikan pandangan bagaimana para NGO, pemerintah dan sektor swasta dapat memberikan dampak terbesar dalam perjalanan individu untuk mencapai inklusi ekonomi dan kesejahteraan.”

Dengan mengidentifikasi konektor dan titik-titik perjalanan inklusi dimana mereka memberikan pengaruh maksimum, penelitian ini memberikan sebuah gambaran situasi lapangan di dunia berkembang. Hal ini mencerminkan sebuah pendekatan berbeda yang fundamental dari program-program inklusi top-down. Dengan melakukan pemetaan perjalanan seperti yang terjadi di lapangan, Proyek Penghubung MasterCard memungkinkan pemerintah, NGO dan bisnis swasta untuk meraih jumlah subjek yang banyak untuk inklusi dan menjawab tantangan nyata yang mereka hadapi.

 

Studi Kasus

Seiring dengan langkah Indonesia terus melakukan inovasi dan inisiatif-inisiatif inklusi ekonomi skala besar, MasterCard telah menempatkan nama-nama dan gambaran orang-orang yang berperan dalam perjalanan tersebut. Salah satu transisi/perjalanan yang dipelajari oleh MasterCard adalah kehidupan Imas, di mana karena situasi ekonomi ia harus mulai bekerja dari usia sangat dini.

 

MasterCard Connectors ProjectTransisi/Perjalanan Imas:

  • Dengan bantuan dari saudaranya, pada umurnya yang ke 10, Imas pindah dari desa ke Jakarta. Saudara dari Imas tersebut berperan sebagai The Migrator dalam perjalanan Imas. Ia menyediakan Imas kontak awal untuk memberikan kesempatan bekerja sebagai pekerja rumah tangga.
  • Majikannya melihat bahwa Imas sangat mahir dalam memperbaiki dan menjahit pakaian; Majikannya juga mendorong Imas untuk mengikuti pelatihan dan menyediakan dana awal untuk mengikuti kelas menjahit. Sebagai Mentor bagi Imas, majikannya menunjukkan kepada Imas sebuah kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraannya. Ia juga mengenalkan Imas kepada pelanggan pertamanya, teman-teman dari majikannya.
  • Dengan mempelajari keterampilan dan membangun hubungan dengan kelompok simpan pinjam lokal, Imas akhirnya mampu untuk membuka toko jahit sendiri. Salah satu pelanggan terpercaya menyarankan kepada Imas mengenai asuransi jiwa yang bisa menjadi jalan untuk melindungi pencapaian dan masa depan dari keluarga Imas. Pelanggan tersebut berperan sebagai Introducer yang menunjukkan kepada Imas bagaimana pelayanan formal dapat membantu untuk memberikan keamanan terhadap masa depannya.
  • Hingga saat ini, Imas berperan sebagai Mentor untuk saudaranya dan anggota keluarga lainnya. Ia telah menjadi seorang Konektor bagi orang lain.

 

Metodologi: Kunci dari laporan ini diambil dari penelitian kualitatif dan kuantitatif yang dilakukan oleh MasterCard Global Insights selama musim gugur 2014. Penelitian ini menggunakan metode wawancara personal secara in-depth dan mengumpulkan lebih dari 500 survei online di Indonesia. Studi kualitatif memfokuskan pada dua kelompok, pedagang kaki lima dan pekerja rumah tangga, karena kecenderungan mereka untuk tetap berada di luar ekosistem ekonomi “resmi” sambil tetap mempertahankan tingkat pendapatan yang berkelanjutan. Penelitian kuantitatif-nya berfokus pada berbagai tingkat pendapatan di pasar. (ro)