22/10/2020

Jadikan yang Terdepan

BPS: Tiket Kereta Naik, Inflasi Jatim Melebihi Nasional

Kepala BPS Jawa Timur, M. Sairi HasbullahSurabaya, KabarGress.Com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat bahwa inflasi di Jawa Timur mencapai 0,39 persen di bulan April, atau melebihi rata-rata inflasi nasional yang hanya 0,36 persen. Kepala BPS Jawa Timur, M. Sairi Hasbullah menyebut bahwa ini terjadi akibat adanya kenaikan tiket kereta api yang mencapai 150 persen pada 1 April lalu.

Sairi menyebut, ini adalah kabar yang kurang menggembirakan. Mengingat hampir semua kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur mengalami inflasi. Bahkan kota Malang menduduki inflasi tertinggi yang mencapai 0,49 persen, disusul Kota Surabaya yang mencapai 0,41 persen.

Kemudian Madiun 0,39 persen, Banyuwangi dan Probolinggo 0,36 persen, dan Kediri 0,31 persen. “Inflasi ini terjadi murni akibat dari kebijakan pemerintah pusat, bukan pemerintah Jawa Timur,” kata Sairi saat konferensi pers, Senin (4/5/2015).

Sairi juga menjelaskan bahwa kenaikan tiket kereta api sangat berdampak pada mata rantai IHK di seluruh daerah di Jawa Timur, karena penyebaran jalur kereta api kawasan Indonesia Timur berada di Surabaya. Ini yang membuat inflasi tidak terjadi di kawasan yang ada kereta apinya. Seperti Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. “Begitu juga di Jawa Timur, kota yang tidak mengalami inflasi yakni Sumenep, karena tidak ada jalur kereta api,” ujarnya.

Selain itu, kenaikan bensin juga dirasa menjadi penyebab inflasi di Jawa Timur semakin tinggi dibanding bulan sebelumnya. Ini yang membuat kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mnegalami inflasi sebesar 2,47 persen. Angkutan kota, bawang merah, tomat sayur, bawang putih, gula pasir, dan solar dipastikan ikut terkerek inflasi.

“Inflasi di Jawa Timur sedikit tertolong dengan adanya deflasi dari barang kebutuhan pokok,” tuturnya. Bahan pokok tersebut di antaranya adalah beras karena sedang musim panen raya, cabai rawit, batu bata, tarif listik, kentang, handphone, kentang, minyak goreng, daging sapi, apel, dan udang basah.

Meski begitu, Jawa Timur agak sedikit lega karena inflasi tertinggi pada April lalu terjadi di Kota Serang, Banten yakni mencapai 0,94 persen, diikuti Malang 0,49 persen, Bandung sebesar 0,43 persen, dan Surabaya 0,41 persen. Sairi pun mengaku telah memprediksikan hal ini sejak pemerintah menetapkan kenaikan BBM dan tiket kereta api di saat yang hampir bersamaan.

Jika saja, Jawa Timur tidak tertolong adanya deflasi bahan pokok makanan yang mencapai – 0,20 persen, maka dipastikan inflasi di Jawa Timur akan tertinggi secara nasional. Saat ini Jawa Timur memang sedang memasuki masa panen padi yang membuat harga beras turun drastis. Bahkan karena harga beras murah membuat daya beli petani semakin turun. (ro)

Teks foto: Kepala BPS Jawa Timur, M. Sairi Hasbullah.