26/09/2020

Jadikan yang Terdepan

57 Anggota Panwaslu Daerah dari 19 Kab/Kota Dilantik

????????????????????????????????????

Surabaya, KabarGress.Com – Wakil Gubernur Jatim Drs. H Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul menyaksikan pelantikan 57 orang Anggota Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilihan) dari 19 Kab/ Kota yang akan melakukan pemilihan Bupati dan Walikota serentak tahun 2015. Panwaslu setiap Kabupaten yang beranggotakan tiga orang tersebut dilantik secara resmi oleh Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Prov Jatim Suviyanto, SAg, MSi, di Kampus C Unair Surabaya, Kamis (30/4).

Akhir tahun 2015 ini Pemprov Jatim akan menggelar pilkada di 19 kab/ kota. meliputi, tiga Kota yaitu Surabaya, Pasuruan, Blitar. Sedangkan 16 Kabupaten yaitu Sidoarjo, Kab Mojokerto, Lamongan, Gresik, Tuban, Malang, Kediri, Blitar, Trenggalek, Ngawi, Banyuwangi, Situbondo, Jember, Ponorogo, Pacitan, Sumenep.

Dalam kesempatan itu Gus Ipul mengharapkan kepada anggota Panwaslu yang baru dilantik agar bisa bekerja dengan baik menyelamakan demokrasi di daerah masing-masing. Akrena secara umum di Jatim punya tradisi, punya institusi dan kultur yang mendukung proses demokrasi, Kejadian di Mojokerto beberapa waktu lalu hendaknya dijadikan pelajaran supaya tidak terjadi lagi di masa depan.

Rekruitmen Panwaslu prosesnya sudah sangat panjang, sehingga sudah berhasil memilih anggota Panwaslu yang kuat, tidak hanya sekedar mempunya kemampuan yang rata-rata. Karena tantangannya sangat berat, daftar pemilih tetap rata-rata diatas 500 ribu pemilih setiap kab/ kota. Untuk itu perlu kerja sama dengan KPU dan instansi lain supaya bisa bekerja lebih efektif.

Proses Demokrasi yang sedang berjalan, institusi juga harus diperkuat. Pengawasan harus diperkuat, meski sebagai pengawas tapi harus diingat masih ada yang mengawasi. “Untuk mensukseskan pelaksanaan Pemilukada, marilah kita saling mengawasi, saling berinteraksi, saling bekerjsama. yang penting adalah menyelamatkan demokrasi di kab/ kota di Jatim,” himbaunya

Ketua Bawaslu Prov Jatim Suviyanto, SAg, MSi mengatakan, Jabatan Panwaslu sangat penting dalam proses menegakkan demokrasi melalui tahapan-tahapan Pemilu yang ada, namun jangan pernah berbaharap untuk mendapatkan pujian meski pemilu berjalan dengan suskes. Jabatan ini harus dimaknai sebagai sesuatu yang terhormat, tetapi terkadang menjadi musibah jika tidak bisa menjalankan amanah dengan baik.

“Saya mengajak teman-teman Pengawas Pemilu berusaha untuk menjaga keselamatan demokrasi, sehingga penyelenggaraan pemilihan kepala daerah berhasil dengan baik, mulai proses sampai hasil akhir Pilkada, tidak ada gugatan, yang menang juga tidak sombong, yang kalah menerima keputusan KPU. Untuk itu semua Panwaslu daerah harus melakukan koordinasi dengan KPU, kejaksaan dan kepolisian, dan lain-lain,” himbaunya.

Peran Panwaslu sebagai pengontrol, mempunyai tantangan besar. Dalam proses Pilkada selama ini belum pernah ada pelayanan dan perlindungan terhadap hak pilih masyarakat yang sedang bekerja menjadi TKI di luar negeri, padahal Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden bisa dilayani. “Maka, Panwaslu daerah harus memastikan tidak ada seorangpun yang tidak memperoleh perlindungan dan pelayanan mempunyai hak karena sudah dijamin oleh undang-undang,” tegasnya.

Pelantikan juga dihadiri Asisten Pemerintahan dan Umum Setda Prov Jatim Dr Idrus, Ketua KPU, pimpinan Bawaslu Pusat, Kejaksaan, dan lain-lain. (hery)

Teks foto: Gus Ipul memberikan selamaat kepada para anggota Panwaslu yang baru saja dilantik.