26/11/2020

Jadikan yang Terdepan

1,6 Juta Warga Surabaya Sudah Terima e-KTP

Surabaya, KabarGress.Com – Dispendukcapil akhirnya mengumpulkan data terkait kesiapan warga Surabaya dalam Pilwali Surabaya 2015. Pasalnya, Dispendukcapil sudah mengantongi jumlah warga Surabaya yang sudah menerima e-KTP. Total keseluruhan ada sebanyak 1,6 juta warga Surabaya yang sudah memiliki e-KTP.

Kepala Dispendukcapil Suharto Wardoyo menyatakan, bahwa memang sampai minggu kemarin pihaknya belum memilih data warga Surabaya yang sudah menerima e-KTP. Sebab, yang mencetak e-KTP bukan hanya dari pemkot Surabaya, melainkan juga dari kementerian dalam negeri di pusat.

“Kita sudah minta datanya, dan ternyata warga Surabaya yang sudah menerima e-KTP sudah banyak. Dari 1,7 juta yang sudah menerima e-KTP sebanyak 1.680.113 orang,” tuturnya.

Data tersebut terinci sebagai berikut. Yakni yang sudah terkirim ke peretakan pusat sebanyak 604.203. Jumlah yang sudah diprint sebanyak 411.292. Jumlah yang sudah diterbitkan senayak 430.973. Dan yang sudah dikirimkan sebanyak 233.465. Data tersebut dilaporkan berdasarkan rekap semester 1 tahun 2014 lalu.

Namun setelah dikonfirmasi semua sudah selesai dan terbagikan sebanyak 1.680.113. Sedangkan setelah itu, proses percetakan e-KTP dilakukan di kota Surabaya secara langsung. Dari data e-KTP yang dicetak pemkot, tercatat ada sebanyak 23.377.

“Sedangkan total warga Surabaya yang sudah rekam e-KTP adalah 1.757.031. Jadi dari yang sudah rekam dan sudah menerima, selisihnya adalah 53.561 orang. Itu adalah jumlah warga yang sudah rekam tapi belum mencetak,” imbuh pria yang akrab disapa Anang ini.

Lebih lanjut, Suharto menegaskan bahwa semua data kependudukan yang diperlukan untuk Pilwali sudah diserahkan ke kemeterian pusat. Data tersebut nantinya akan diserahkan pada KPU RI, dan selanjunya diserahkan ke KPU masing-masing daerah. Sehingga jika ada partai politik yang mmebutuhkan data kependudukan, maka bisa langsung diambil di KPU masing-masing daerha. Sebab alur informasi terkait Pilkada semua berpusat pada KPU.

“Begitu juga dengan Surabaya. Nantinya jika ada yang butuh data peresebaran e-KTP atau juga yang lain, bisa langsung kontak dengan KPU, tidak lewat kami lagi,” tandas pria penyuka musik ini.

Terkait data 53561 warga yang belum terima e-KTP tersebut ditargetkan Suharto akan rampung dicetak bulan Juni mendatang. Sebab Dispendukcapil masih memiliki blanko pencetak e-KTP sekitar 80 ribu dari pemerintah pusat. Sedangkan untuk sekitar 400 ribu warga Surabaya yang belum rekam e-KTP dikatakan Suharto tidak nutut jika harus selesai Juni. Paling tidak Dispendukcapil menargetkan semua sudah bisa rekam di bulan Desember 2015.

“Karena kita juga sudah berulang kali sosialisasi, tapi kok juga belum ada peningkatan. Tapi kita upoayakan Desember sudah semua. Sehingga semua warga Surabaya bisa berpartisipasi dalam Pilkada,” pungkasnya.

Sementara itu, sebelumnya, Ketua Komisi A Herlina Nyoto menyampaikan bahwa warga Surabaya semua harus sudah memiliki e-KTP. Sebab e-KTP menjadi syarat mutlak agar bisa ikut mencoblos dalam Pilwali mendatang. Lebih dari itu, dalam pelaksanaan pencalonan Bacawali perseorangan juga dibutuhkan bukti dukungan berupa e-KTP.

“Dispendukcapil harus berupaya dan menjamin agar tidak ada warga Surabaya yang tidak bisa mencoblos lantaran tidak punya e-KTP. Kalau memang alatnya kurang bisa mengajukan alat pencetak lagi,” katanya. (tur)