24/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Majukan Pariwisata Bromo, Perlu Disiplin dan Komitmen

Para peserta mengikuti kegiatan seminar peningkatan  manajemen objek wisata bromo guna meningkatkan arus wisatawan tahun 2015 di  hotel Alana Surabaya dengan khimadSurabaya, KabarGress.com – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Dr. H. Akhmad Sukardi menegaskan, bekal untuk memajukan pariwisata Gunung Bromo memerlukan kedisiplinan dan komitmen yang tinggi dari semua pihak, mulai dari kepala daerah hingga masyarakat lapisan bawah.

“Kedisiplinan sangat diperlukan guna menarik wisatawan masuk ke Gunung Bromo. Kedisiplinan meliputi kejelasan harga setiap objek atau sarana pendukung yang ada. Salah satunya, tiket masuk maupun penyewaan kendaraan jeep di G. Bromo tidak boleh ada pembeda,” pintanya saat membuka seminar peningkatan manajemen objek wisata Bromo guna meningkatkan arus wisatawan di Hotel Alana, Surabaya, Selasa (21/4).

Ia meminta, masyarakat yang mengelola kawasan Bromo harus menyadari bahwa peningkatan kawasan wisata merupakan kerjasama antar semua sektor. Sebagai contoh, penyewaan kendaraan jeep harganya jangan ditinggikan jika ada wisatawan yang tak pernah pernah berkunjung untuk menyewa kendaraan.

Sukardi mengingatkan, kepada pemandu  maupun penyedia jasa wisata jangan sekali-kali mencurangi wisatawan mancanegara dengan menaikan harga tiket maupun penyewaan kendaraan jeep. Efek yang akan terjadi dari kecurangan, wisatawan akan jera dan tidak akan kembali ke Bromo. “Ini adalah kerugian yang berdampak pada kunjungan wisata di Bromo. Janganlah mengecewakan turis asing maupun dalam negeri, karena akan berdampak terhadap kunjungan wisatawan,” pintanya.

Sukardi juga menyinggung peran kepala daerah sangat diperlukan dalam meningkatkan arus wisatawan. Kepala daerah harus mengintervensi lokasi dan potensi wisata yang ada. Salah satunya, dengan menyediakan lahan bagi PKL agar wisatawan yang berkunjung dengan mudah mencari souvenir maupun oleh-oleh untuk di bawa pulang.

“Membangun sarana dan prasrana PKL sangat penting, karena memberikan kesejahteraan bagi warga sekitar. Dampaknya, masyarakat ikut menjaga potensi wisata dan wisatawan mendapatkan oleh-oleh seusai mengunjungi tempat wisata,” terangnya.

Pelaksanaan seminar, merupakan realisasi kerjasama antara Pemprov Jatim dengan Pemerintah Prancis melalui Kedubes Prancis di Jakarta sesuai Technical Agrement periode 2013-2015 dengan fokus bidang pariwisata. Berbagai upaya telah dilakukan, namun sampai saat ini hasilnya dirasakan masih belum optimal.

Di era globalisasi seperti saat ini, pariwisata merupakan sektor yang sangat menjanjikan apabila dikembangkan dan dikelola secara baik, berkesinambungan dan profesional. Selama ini, Jatim hanya menjadi tempat transit bagi wisatawan manca negara melalui Bandara Juanda sebelum dan setelah wisatawan berkunjung ke Bali, NTB dan DIY.

Gunung Bromo merupakan salah satu andalan pariwisata Jatim sehingga peranannya diharapkan dapat menopang peningkatan jumlah wisatawan ke Indonesia pada umumnya dan Jatim khususnya.

Menurut data secara kumulatif dari BPS, pada Januari-Desember 2014 jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Jatim sebanyak 217.193 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 567.673 orang berkunjung ke Bromo. Dari 567.673 orang, terdiri dari wisatawan sebanyak 543.992 orang dan 23.681 orang wisatawan mancanegara.

Diharapkan, melalui seminar ini peningkatan manajemen obyek Wisata Bromo guna meningkatkan arus wisatawan merupakan salah satu hal penting yang perlu dilakukan oleh Pemprov Jatim, pemerintah daerah terkait dan para stake holder.

Kepala Biro Administrasi Kerjasama, Benny Sampirwanto MSi mengatakan maksud dan tujuan seminar yakni untuk mendiskusikan berbagai upaya dalam mendukung peningkatan wisatawan ke Bromo.

Tujuan dari seminar tercapainya kunjungan wisawatan yang optimal ke Gunung Bromo. Seminar ini, juga ingin memberdayakan semua pemangku kepentingan di wilayah Bromo. (hery)

Teks foto: Para peserta mengikuti kegiatan seminar peningkatan manajemen objek wisata Bromo guna meningkatkan arus wisatawan tahun 2015 di Hotel Alana Surabaya.