26/11/2020

Jadikan yang Terdepan

Pakde Karwo Minta KIM Harus Mampu Beri Nilai Lebih Ekonomi

Pakde Karwo memukul kentongan secara simbolis dengan  disaksikan oleh seluruh tamu undangan sebagai tanda di mulainya pekan KIM  ke VIII Jawa Timur tahun 2015 di GOR Bung Karno Kab NganjukPakde Karwo melakukan teleconference dengan KIM dari Tim  Edelwise dari Kab Pasuruan, Tim Pijar Mas dari Kota Blitar dan Tim Batoro  Katung dari Kab Ponorogo (1)Gubernur Jatim Pakde Karwo memberikan sambutan pada acara  pekan KIM ke VIII Jawa Timur tahun 2015 di GOR Bung Karno Kab Nganjuk  (3)Gubernur Jatim menyapa para masyarakat yang ikut hadir  dalam meramaikan pekan KIM ke VIII Jawa Timur tahun 2015 di GOR Bung Karno  Kab NganjukNganjuk, KabarGress.com – Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo yang akrab disapa Pakde Karwo meminta semua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) mampu memberi nilai lebih dan manfaat khususnya di bidang ekonomi. “Di masa sekarang ini KIM bukan saja hanya ajang ngobrol dan kumpul-kumpul, namun harus bisa member nilai lebih yang berkelanjutan mengenai informasi potensi dan budaya lokal,” terangnya saat membuka Pekan KIM Jawa Timur ke-VIII Tahun 2015 di Gedung Olahraga (Gor) Bung Karno, Nganjuk, Senin (20/4).

Ia menjelaskan, KIM merupakan kelompok yang tahu detail tentang budaya dan potensi keunggulannya sehingga mereka bisa mengisi kekosongan informasi yang ada. Dicontohkan, petani yang bisa memanfaatkan teknologi informasi (TI) dengan mengupdate berita  seputar harga jagung pipil murah di Kab. Nganjuk, maka pembeli dari daerah mana saja bisa membelinya. “Yang terpenting dalam melakukan transaksi e-commerce adalah kejujuran, karena sekali kita tidak jujur maka trust dari pelanggan akan hilang,” tegasnya.

Menurutnya, pembangunan KIM sekarang merupakan program yang berkelanjutan (sustainable) dari program sebelumnya bernama kelompencapir. Teknologi informasi yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur KIM adalah wujud inovasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat modern. “Meskipun beberapa daerah telah memiliki koneksi jaringan minimalis, namun tetap bisa dioptimalkan penggunaannya,” imbuhnya,

Provinsi Jawa Timur, lanjutnya, menjadi provinsi yang terbanyak memiliki KIM dengan jumlah 1.019 kelompok dari 4.228 KIM yang terdaftar di Kementrian Komunikasi dan Informatika. “Dari segi kuantitas, Jatim merupakan provinsi terbanyak yang memiliki KIM, dari 1.019 kelompok itu jumlah anggotanya mencapai 22.119 orang,” katanya.

Ia mengatakan, dari sisi kualitas KIM  di Jatim  sudah semakin maju khususnya dalam pemanfaatan teknologi informasi. Hampir setiap KIM sudah memiliki web blog dan media sosial, sehingga mereka mampu menyediakan informasi yang bisa diakses oleh siapa saja dan dimana saja. “Ini merupakan bentuk komunikasi interaktif dengan semua pihak utamanya melalui media internet atau dunia maya,” imbuh Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.

Selain itu, dari sisi konten informasi, KIM Jatim juga mampu mengambil celah informasi yang dimanfaatkan oleh media massa umum. Konten tersebut mengenai informasi lokalitas wilayah, budaya, dan pemberdayaan masyarakat yang bersumber dari kearifan budaya lokal.

Kemajuan dari sisi kuantitas dan kualitas inilah yang membuat Kementrian Komunikasi dan Informatika menjadikan KIM  di Jatim sebagai rujukan dan referensi utama daerah lain. Hal itu tentunya bisa menjadi motivasi bagi untuk terus mengembangkan dan meningkatkan KIM. “Daerah lain bisa belajar dari Jatim bagaimana memberdayakan KIM sebagai kelompok penyebarluasan informasi. Kita patut bangga dengan hal ini, namun juga harus terus berinovasi meningkatkan KIM di provinsi yang kita cintai ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 yang berlangsung akhir tahun ini, keberadaan KIM dengan keunggulan teknologi informasi yang dimiliki bisa dimanfaatkan untuk memperluas penetrasi pasar, baik di level nasional, ASEAN, maupun internasional. Dengan kemampuan penguasaan teknologi informasi, memiliki media sendiri dan berada di tengah-tengah masyarakat, KIM bisa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat yang merupakan basis dalam MEA. “Sesungguhnya kunci utama dalam MEA adalah pemaksimalan teknologi untuk promosi potensi wilayah. Ini karena banyak orang di luar sana yang tidak mengetahui keunggulan daerah di Jatim, sebab pengelolaannya yang masih konvensional,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan, Pemprov Jatim terus berupaya memfasilitasi kelompok ini khususnya dalam pembangunan infrastruktur bidang komunikasi dan informatika. Untuk menunjang hal tersebut, kini telah hadir 39 telecenter di seluruh kabupaten/kota di Jatim.

Khusus untuk Kabupaten Sumenep bahkan hadir dua telecenter di wilayah daratan dan kepulauan. “Susun anggaran dan proposal untuk pengembangan KIM, Sudah menjadi tugas pemerintah untuk memfasilitasinya karena pemerintahan kita berbasis horizontal buka vertikal,” katanya.

Ia berharap, di masa mendatang Pemprov jatim akan mampu membangun jaringan internet di tiap kecamatan melalui jaringan satelit maupun infrastruktur informatika lainnya. Targetnya bisa menjangkau seluruh wilayah, bahkan hingga daerah terpencil sekalipun.

“Komitmen ini sebagai bentuk tanggungjawab Pemprov Jatim dalam memajukan teknologi informasi dan komunikasi untuk menunjang partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan dan transparansi penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan terbuka,” pungkasnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Prov. Jatim, Ir. Eddy Santoso, MM, menyampaikan, pekan KIM ke- VIII tahun 2015 yang dilaksanakan dari tanggal 20 – 24 April 2015 bertema “ Kim Berbasis teknologi Informasi (TI) meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat Jatim”. Tujuan penyelenggaraannya adalah pemberdayaan Kim sebagai solusi alternative guna menyadarkan berkelompok, bertukar informasi, serta membuka peluang kemitraan dengan pemerintah. “Keberadaan KIM juga membuka peluang lebih besar dalam mendayagunakan informasi melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK),” jelas Eddy.

Bupati Nganjuk H. Taufikurrahman menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Kab. Nganjuk sebagai tempat penyelenggaran Pekan Kim ke-VIII Tahun 2015, karena juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kab. Nganjuk  ke 1078. Menurutnya, Kim sangat penting diimplementasikan untuk semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) khususnya di Nganjuk, bukan hanya dikelola oleh Dinas Kominfo. “Semoga semua masyarakat Nganjuk bisa melek teknologi dan informasi, Melalui kegiatan ini, bisa membantu mewujudkan masyarakat Jatim lebih sejahtera khususnya Kab. Nganjuk,” harapnya.

Pada pembukaan Pekan Kim VIII juga dilakukan penyerahan penghargaan oleh Gubernur kepada pemenang Lomba Cerdik Cermat Komunikatif (LCCK), juara pertama diraih oleh KIM Sidomulyo Nganjuk, juara kedua KIM Sukamaju Lamongan, juara ketiga KIM Melati Sidoarjo, dan juara keempat KIM Gentong Mas Kota Pasuruan. (hery)

Teks foto:

– Pakde Karwo memukul kentongan secara simbolis dengan disaksikan seluruh tamu undangan sebagai tanda dimulainya pekan KIM ke VIII Jawa Timur tahun 2015 di GOR Bung Karno Kab Nganjuk.

– Pakde Karwo melakukan teleconference dengan KIM dari Tim Edelwise dari Kab Pasuruan, Tim Pijar Mas dari Kota Blitar dan Tim Batoro Katung dari Kab Ponorogo.

– Gubernur Jatim Pakde Karwo memberikan sambutan pada acara pekan KIM ke VIII Jawa Timur tahun 2015 di GOR Bung Karno Kab Nganjuk.

– Gubernur Jatim menyapa masyarakat yang ikut hadir dalam meramaikan pekan KIM ke VIII Jawa Timur tahun 2015 di GOR Bung Karno Kab Nganjuk.