22/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Gus Ipul: Pendiri Bangsa Wariskan Kerukunan Antar Sesama

WAGUB JATIM HADIRIDHARMA SANTHI NYEPI TAHUN SAKA 1937 DI  GOR TRI DHARMA GESIK MINGGU PAGI (1)Gresik, KabarGress.Com – Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf mengatakan, bahwa founding father atau pendiri bangsa telah banyak mewariskan nilai kerukunan antar sesama pemeluk agama. Kerukunan antar agama yang terjalin hingga saat ini merupakan bukti, bahwa pendiri bangsa telah meninggalkan nilai-nilai kerukunan yang tidak semua bangsa dapat melakukannya. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Dharma Santhi Nyepi Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1937, di GOR Tri Dharma Petrokimia, Gresik, (19/4).

Ia mengatakan, bahwa sebagai generasi muda dan penerus bangsa, masyarakat harus berterima kasih atas kontribusi dari leluhur bangsa yang telah mewariskan nilai kerukunan yang begitu luar biasa. “Betapa luar biasanya para leluhur dan pendiri bangsa di negeri ini, yang telah mewariskan kerukunan dan kebersamaan kepada ummat manusia terutama bagi kerukunan antar sesama pemeluk agama,” ungkapnya.

Gus Ipul sapaan akrabnya mencontohkan, bentuk kerukunan yang ditinggalkan oleh pendiri bangsa tercermin pada peringatan hari raya atau hari besar keagamaan. Pada Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Natal dan Hari Raya Nyepi semua bisa ikut merayakannya karena pemerintah telah menetapkannya sebagai hari libur nasional.

“Kerukunan antar sesama inilah yang tidak kita temukan di negara lain.  Bahkan Negara Amerika yang memiliki sumber daya yang besar tidak memiliki kebiasaan seperti itu. Terlebih, peringatan hari besar keagamaan diselingi oleh kesenian dan kebudayaan di dalamnya. Inilah Indonesia dengan keberagaman budaya dan saling menghargai antar sesama pemeluk agama,” imbuhnya.

Menurutnya, hanya Indonesia yang menggabungkan antara keagamaan dan kesenian. Ada tari-tarian, wayangan, shalawatan, bantengan dan kesenian lainnya. Kesemuanya merupaakan warisan dari pendiri Bangsa Indonesia.

Pada peringatan Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1937, Gus Ipul meminta kepada seluruh umat hindu untuk merefleksikan dan memperbaiki diri. Nyepi bagi umat Hindu sama halnya dengan beribadah puasa hingga hari raya idul fitri dan juga hari raya natal bagi umat Kristiani.

Ia menjelaskan, Nyepi sesungguhnya perintah dari Tuhan kepada manusia untuk selalu mengevaluasi diri sebagai mahluk tuhan yang selalu alpa dalam kekhilafan. Nyepi pada hakekatnya adalah meneguhkan kerukunan sesama antar ummat di seluruh penjuru bumi.

Gus Ipul berharap, umat hindu terus berperan bagi proses pembangunan di Jatim. Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jatim telah berperan penting bagi pertumbuhan ekonomi di Jatim. PHDI Jatim juga turut menjaga situasi dan kondisi aman dan nyaman di Jatim terus terjaga.

Sementara itu, PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Sang Nyoman Suwisma mengatakan, bahwa Dharma Santi adalah rangkaian terakhir dalam menyambut tahun baru saka yang dimulai dengan melasti atau mekiis. Kemudian dilanjutan dengan tawur kesanga dengan perayaan Nyepi pada keesokan harinya.

Senada dengan Gus Ipul, Nyepi dimaksudkan sebagai saat yang tepat untuk melakukan refleksi dan intropeksi atau mawas diri terhadap perjalanan selama satu tahun sebelum memasuki tahun baru. Harapannya, adalah apa yang dicapai pada tahun ini harus lebih baik dari tahun lalu. Dan tahun akan datang harus lebih baik dibanding tahun ini.

Ia juga menjelaskan bahwa Dharma Santi merupakan saat dimana seluruh Ummat Hindu melakukan silaturahmi atau simakrama. “Dengan hati dan pikiran jernih setelah intropeksi pada Nyepi, kita songsong tahun baru dengan meningkatkan kerukunan, kedamaian dan keharmonisan antar sesama,” pungkasnya. (hery)

Teks foto: Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf menghadiri Dharma Santhi Nyepi Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1937, di GOR Tri Dharma Petrokimia, Gresik, (19/4).