Dewan Pinta Pemkot Segera Selesaikan Pembangunan Rusun

BaktionoSurabaya, KabarGress.Com – Kebutuhan warga Surabaya untuk segera mendapatkan Rumah Susun (Rusun) nampaknya masih harus menunggu lama. Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya waiting list (daftar tunggu) sekitar 3200 orang. Anggota komisi B DPRD Kota Surabaya, Baktiono mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera melakukan tindakan cepat agar warga tidak terlalu lama menunggu.

“Kebutuhan masyarakat untuk tempat huni yang layak atau sederhana saat ini tidak terpenuhi. Kita jangan mengandalkan pemerintah pusat, wong kita sudah punya lahan yang cukup. Atau dengan kemampuan APBD kita yang silpa (sisa lebih penggunaan anggaran) nya hampir mencapai Rp1 Triliun pada tahun 2014,” tegasnya.

Politisi asal fraksi PDIP tersebut menjelaskan, meskipun nanti menggunakan dana silpa APBD, dirinya meminta kepada Pemkot jangan menggunakan sistem seperti saat ini. yang harus menyediakan sekian hektar terlebih dahulu. Menurutnya itu tidak perlu, lebih baik menggunakan progam Rehabilitasi Sosial Daerah Kumuh (RSDK) untuk membangun rusun yang sederhana saja tapi fasilitasnya sama.

“Dengan cara membeli rumah warga yang kumuh, tetapi status tananhnya juga harus jelas. Rusun itu kan standartnya 3 kali 7 ya, nanti dibangunkan seperti itu. Dan itu diberikan hanya khusus untuk warga yang tidak mampu. Jadi tidak perlu kalau pemkot harus menyediakan lahan sampai berhektar-hektar, kalau pembangunanya lambat percuma,” ujarnya.

Lebih lanjut, politisi yang menjabat empat periode di legislatif ini menghimbau pemkot Surabaya seharusnya lebih berinovasi jangan mengandalkan dari pemerintah pusat jika menginginkan warga Surabaya hidup tentram. Baktiono mengatakan tidak ada hasil karya yang menonjol yang dilakukan oleh pemkot pada tahun 2015 ini.

“Apa yang dihasilakan karya dari pemkot, yang bisa dilihat adalah cuma pembangunan jalur sepeda. Kalau pembangunan rusun aja lambat apalagi di ketentuan wajib. Seperti di bappeko (badan pembangunan dan perencanaan kota) dan di kesehatan itu saja berada di nomer sembilan. Artinya kesiapan SDM untuk mengahdapi MEA secara otomatis menurun,” pungkasnya. (tur)

Teks foto: Baktiono.

Leave a Reply


*