02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Pembangunan RS.Soewandi Ditargetkan Selesai Tahun Ini

Surabaya, KabarGress.Com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan pembangunan gedung baru RSUD dr Soewandhie yang ada di Jalan Tambakrejo akan selesai akhir tahun ini. Gedung baru rumah sakit milik Pemkot Surabaya itu terdiri atas empat lantai dan dilengkapi dengan 21 poli.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan, gedung baru rumah sakit ini juga dilengkapi dengan area parkir yang luas serta ruang rawat inap. Pembangunan RSUD ini dimulai sejak awal tahun 2014 dengan menelan anggaran sekitar Rp26 miliar.

“Pembangunan gedung baru rumah sakit ini kami rasa sangat mendesak. Sebab, jumlah pasien disini  (RSUD dr Soewandhie) tiap tahun terus bertambah. Makanya kami juga menambah gedung dan ruangan agar pasien bisa ditangani dengan maksimal,” katanya.

Feni, panggilan Febria Rachmanita menambahkan, tiga tahun lalu, jumlah pasien yang berkunjung ke poli rawat jalan mencapai 400 pasien perhari. Saat ini, naik tiga kali lipat menjadi 1.300 pasien perhari. Tingginya tingkat kunjungan pasien ini menjadi alasan bagi Pemkot untuk membangun gedung rumah sakit yang baru. Bangunan ini tepat berada disebelah rumah sakit yang ada sekarang.

“Kalau untuk pasien yang masuk ke Unit Gawat Darurat (UGD) per hari rata-rata antara 250 hingga 300 pasien,” terangnya.

Selain membangun gedung baru, lanjut dia, RSUD dr Soewandhie kini juga telah memiliki perlengkapan medis baru berupa Mammografi. Ini merupakan alat untuk proses pemeriksaan payudara manusia menggunakan sinar-X dosis rendah. Mammografi digunakan untuk melihat beberapa tipe tumor dan kista, dan telah terbukti dapat mengurangi mortalitas akibat kanker payudara.

Selain mammografi, pemeriksaan payudara sendiri dan pemeriksaan oleh dokter secara teratur merupakan cara yang efektif untuk menjaga kesehatan payudara. “Sebelum adanya alat ini, pasien kanker payudara harus dirujuk ke RSU dr Soetomo,” pungkas Feni.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Surabaya, Armuji itu mengakui bahwa, kebutuhan bangunan baru di RSUD dr Soewandhie memang sangat mendesak. Pasalnya, daya tampung pasien sudah tidak mencukupi. Pihaknya memaklumi bahwa, RSUD dr Soewandhie lebih banyak kunjungan pasiennya dibanding dengan RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH).Hal ini disebabkan letak RSUD dr Soewandhie berada di pusat kota.

“Kalau misalnya nanti Pemkot ada rencana penambahan rumah sakit baru, akan kami dukung. Kalau ada lahan dan itu memadai, silahkan dibangun rumah sakit. Untuk dana bisa minta APBN,” paparnya. (tur)