17/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Musrenbang 2016 Memperteguh Jatim Siap Masuki MEA 2015

GUB JATIM BERBINCANG DENGAN MENTERI KEUANGAN PADA ACARA  MUSRENBANG PROV JATIMSurabaya, KabarGress.com – Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo menjelaskan bahwa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2016 memperteguh Jatim siap dalam memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Akhir 2015.

“Melalui Musrenbang ini, kami ingin mempertegas bahwa Jatim siap dan optimis dapat bertarung pada pasar bebas Asean. MEA membuka koridor baru yang harus dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Jatim. Selain menjadi basis perdagangan, industri, investasi dan tenaga kerja ahli, Jatim juga terus membangun regulasi yang bisa memihak kepada kepentingan masyarakat,” ungkapnya saat memimpin Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) rencana Kerja Pembangunan Daerah Provinsi Jatim Tahun 2016 di Ballroom Grand City Surabaya, Selasaa (14/4).

Pada MEA akhir 2015 nanti, Pemprov Jatim terus memfokuskan pada percepatan pembangunan bidang infrastuktur ekonomi, sosial dan administrasi. Infratruktur dalam arti luas tidak hanya mengedepankan fisik, tapi juga dapat meningkatkañ daya saing.

Dalam paparannya disebutkan, infrastruktur ekonomi terdiri dari ruang lingkup yang luas meliputi publik work seperti perbaikan jalan provinsi dan penuntasan JLS, jaringan irigrasi, perluasan pelabuhan udara dan laut guna mempercepat konektivitas intra Jatim dan Jatim Eksternal.

Untuk infrastruktur sosial, ruang lingkupnya meliputi infrastruktur pendidikan difokuskan pada sarana dan prasarana sekolah. Infrastruktur sosial lainnya seperti kesehatan yang memfokuskan pada peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit hingga revitalisasi puskesmas serta peningkatan dan pembenahan perumahan, air minum dan sanitasi.

Sedangkan, untuk infrastruktur administrasi/institusi ruang lingkupnya meliputi penegakan hukum, keamanan dan ketertiban. Peningkatan koordinasi, integrasi, sinergi dan singkronisasi.

Sesuai RPJMD Jatim terdapat misi utama di dalam menyelaraskan dengan program RPJMN yang terkenal dengan Trisakti dan Nawacita. Dalam RPJMD Jatim, terdapat misi utama yakni peningkatkan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan dan meningkatkan pembangunan ekonomi yang inklusif, mandiri, berdaya saing, berbasis agrobisnis dan agroindustri.

Misi lainnya, adalah meningkatkan pembangunan yang berkelanjutan dan Penataan Ruang serta meningkatkan reformasi birokrasi dan pelayanan publik sekaligus meningkatkan kualitas kesalehan sosial dan harmoni sosial.

Dalam paparannya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan, Pemprov Jatim terus mengupayakan pengentasan kemiskinan melalui Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera (Jalin Matra).

“Program ini mendorong ketahanan sosial dengan memberdayakan ekonomi kepala rumah tangga perempuan untuk memenuhi kebutuhan hidup dasar. Tahun 2014 telah dilaksanakan pilot project bagi 3.309 kepala rumah tangga. Ditargetkan pada tahun ini diberikan bantuan kepada 14.655 kepala rumah tangga perempuan yang tersebar di 147 desa,” imbuhnya.

Saat ini, di Jatim memiliki jumlah UMKM kurang lebih 6,8 juta adalah skala mikro. Dari jumlah tersebut sebanyak 4.000 UMKM sudah bertarung di pasar internasional dan sudah di ekspor. Ini sudah tarung di internasional dan menang.  “Ada sebanyak 700 UMKM yang disiapkan dan dilatih serta dimasukkan dalam inkubator. Kami masih menyiapkan lagi sekitar 1.700 UMKM lagi  yang di persiapkan untuk bertarung disitu,” contohnya.

Guna menghadapi MEA 2015, bidang pendidikan, Pemprov Jatim memiliki strategi dengan perluasan kesempatan belajar SMK 70 persen dan SMA 30 persen. Selain rasio 70:30 bagi SMK dan SMA, Jatim juga terus mengembangakan SMK Mini yang memiliki bekal keahlian ungguan. “Di SMK Mini ini mereka akan diajarkan bagaimana bekerja dan di latih pada Balai Latihan Kerja (BLK). Pada tahun 2014 jumlah SMK Mini  sebanyak 70 SMK dan pada tahun ini akan ditambah sebanyak 100 SMK Mini. Diharapkan tahun 2016 akan ditambah 80 SMK Mini baru,” tambahnya.
Agrobisnis

Sementara itu di sektor agrobisnis dan agroindustri, Jatim akan mengefisiensikan penggunaan Combine Harvester. Combine Harvester ini panen dapat dikerjakan lebih cepat antara 2,5 – 3 jam sehingga menghemat tenaga kerja yang cukup dikerjakan 1-4 orang saja serta pemanenan dapat dikerjakan pada malam hari.

Pakde Karwo juga menyinggung swasembada daging, Jatim juga mengoptimalisasikan inseminasi buatan guna mendukung populasi nasional. Pada tahun 2014 populasi ternak sebanyak 4.071.391 dan tahun ini diperkirakan terdapat 4.326.260 populasi ternak.

Pada Musrenbang kali ini, Jatim juga memperkuat kantor perwakilan dagang di 26 Kantor Perwakilan Dagang (KPD) yang ada di Indonesia. Di targetkan pada tahun 2016 Jatim melakukan ekspansi ke Pasar Asean yang akan membuka KPD Sulut tujuannya adalah P. Mindanao Fhilipina, KPD Kaltim tujuannya Kuching Malaysia dan KPD Batam tujuannya adalah Singapura.

Di bidang reformasi birokrasi dan pelayanan publik Jatim terus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan. Realisasi kinerja tahun 2014 bedasarkan indikator kinerja SAKIP SKPD Prov Jatim berpredikat A yang terealisasi sebanyak 20 SKPD dari total target 30 SKPD.

Pakde Karwo dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan apresiasi kerja keras sinergitas antara pemerintah bersama TNI-Polri. Muara dari peningkatan ekonomi yang meningkat harus diimbangi oleh situasi dan kondisi masyarakatnya yang aman dan nyaman.

“Pertumbuhan ekonomi yang meningkat kemudian ditunjang dengan situasi yang kondusif, aman dan nyaman akan menghasilkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Pakde Karwo yang diberi aplaus seluruh Forkompimda, Bupati dan Walikota se-Jatim dan BEM Kampus seluruh Jatim.

Sementara itu, Menteri Keuangan RI Bambang Brodjonegoro mengapresiasi Jatim yang menyelenggarakan musrenbang dengan melibatkan seluruh unsur yang ada. Jatim adalah provinsi yang besar secara ekonomi dan penduduk.

Ia mengungkapkan, Jatim telah menjadi keterkaitan ekonomi terhadap daerah lain. Hal tersebut bisa terlihat dari keterkaitan ekonomi Jatim dengan Indonesia Bagian Timur. “Anggapan awal saya, Jakarta adalah provinsi yang memiliki keterkaitan dengan provinsi lain yang ada di Indonesia karena Jakarta adalah ibukota negara. Akan tetapi, setelah dilakukan perhitungan dan analisa mendalam ternyata yang paling tinggi konektifitasnya ekonomi dengan daerah lain yakni Jatim.”

Pada bagian lain, Sekjen Kemendagri Dr. Ir Yuswandi menjelaskan, bahwa Musrenbang ini mempunyai arti penting, karena seluruh pemangku kepentingan dapat berpartisipasi melakukan penajaman, penyelarasan, dan klarifikasi terhadap rencana program dan kegiatan pembangunan daerah yang disusun pemerintah daerah.

Diharapkan RKPD Tahun 2016 yang akan disepakati bersama dalam Musrenbang ini menjadi landasan pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan daerah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bapenas Dr. Sony Harry mengapresiasi kemajuan Jatim. Menurutnya, Jatim adalah provinsi yang sangat penting bagi Indonesia. Jatim sejak zaman belanda merupakan uji coba segala macam kebijakan. “Jika Jatim berhasil, maka bisa dipastikan akan berhasil pula bagi Indonesia,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, program Keluarga Berencana (KB) pertama kali di uji cobakan di Jatim dan berhasil. Jatim juga terkenal dengan Balancing Ekonomi. Artinya, Jatim memiliki segala keunggulan baik di sektor industri, pertanian, perdagangan jasa dan tingkat perkembangan antar sektor menjadi kekuatan utama di provinsi ini. (hery)

Teks foto: Menteri Keuangan RI, Bambang Brodjonegoro dan Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo saat berbincang-bincang di sela-sela acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) rencana Kerja Pembangunan Daerah Provinsi Jatim Tahun 2016, di Ballroom Grand City Surabaya, Selasaa (14/4).