02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Pakde Karwo: Bank Jatim Harus Tingkatkan Kredit Sektor Produktif

Gubernur Jatim Soekarwo menyampaikan masukan terhadap RUPS  Bank Jatim yang diselenggarakan di H. Bumi SurabayaGubernur Jatim Soekarwo didampingi Dirut Bank Jatim Hadi SukriantoSurabaya, KabarGress.com – Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo minta Bank Jatim meningkatkan kredit untuk sektor produktif dan pembangunan. Kredit-kredit konsumtif yang selama ini lebih mendominasi harus diturunkan porsinya dari 65 persen menjadi 50 persen. Diharapkan lending kredit tersebut digunakan untuk kepentingan pembangunan dan kegiatan yang produktif.

“Lending kredit untuk konsumsi yang besar, multiplier effectnya kecil bagi pembangunan di Jatim. Untuk itu, penting bagi Bank Jatim manfaatkan lending kredit untuk pembangunan,” ujarnya saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Jatim di Hotel Bumi Surabaya, Rabu (8/4).

Ia mengatakan, Bank Jatim juga harus membuat business plan yang jelas dan tepat untuk mencapai laba bersih yang ditargetkan naik dari 13 persen menjadi 19,13 persen tahun ini. Pencapaian ini prosesnya sangat kuantum dan membutuhkan usaha yang ekstra. “Business plannya dibuat dengan benar agar target laba bersih Bank Jatim dapat tercapai,” kata Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.

Pada RUPS tersebut, dilaporkan Direktur Utama Bank Jatim Hadi Sukrianto, sepanjang tahun 2014 lalu, Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mampu mengumpulkan laba sebelum pajak sekitar Rp1,38 triliun.

Menurutnya, sepanjang tahun 2014 lalu kinerja perusahaan cukup maksimal dengan jumlah aset yang naik sekitar 14,98 persen persen dibanding 2013 lalu dengan total aset yang kini dimiliki Bank Jatim sekitar Rp37,998 triliun dari Rp33,047 triliun.

Dana pihak ketiga (DPK) Rp30,27 triliun atau meningkat 16,48 persen (YoY). Penyaluran kredit sebesar Rp26,19 triliun atau naik 18,61 persen (YoY) dari Rp22,08 triliun dan laba bersih terealisasi sekitar Rp939 miliar atau naik 13,92 persen.

Berdasarkan kinerja rasionya, Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 22,17 persen, Non-Performing Loan (NPL) mencapai 3,31 persen, Return on Assets (ROA) 3,52 persen, Net Interest Margin mencapai 6,90 persen, Loan to Deposit Ratio (LDR) mencapai 86,54 persen.

Tahun ini, Bank Jatim menargetkan peningkatan kinerja melalui rencana bisnisnya. Adapun targetnya antara lain DPK naik 17,13 persen, kredit naik 20 persen, total aset naik 15,62 persen, laba bersih naik 19,13 persen. RUPS ini juga membahas pengangkatan Komisaris dan Direksi baru.

Berikut susunan Komisaris dan Direksi Bank Jatim baru yakni Heru Santoso sebagai Komisaris Utama (Independen), Akhmad Sukardi dan Hadi Sukrianto sebagai Komisaris, Wibisono dan Soebagiyo sebagai Komisaris (Independen), R. Soeroso sebagai Direktur Utama, Su’udi sebagai Direktur Bisnis Menengah dan Korporasi, Eko Antono sebagai Direktur Kepatuhan, Rudie Hardiono sebagai Direktur Operasional, Tony Sudjiaryanto sebagai Direktur Agrobisnis dan Usaha Syariah.

Sedangkan untuk Dewan Pengawas Syariah, Moh. Ali Azis ditetapkan sebagai Ketua, sedangkan Nur Syam dan Thohir Luth sebagai anggota. (hery)

Teks foto:

– Gubernur Jatim Soekarwo menyampaikan masukan terhadap RUPS Bank Jatim yang diselenggarakan di Hotel Bumi Surabaya.

– Gubernur Jatim Soekarwo didampingi Dirut Bank Jatim Hadi Sukrianto wawancara dengan wartawan usai menghadiri acara RUPS Bank Jatim di Hotel Bumi Surabaya.