19/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Risma Tunjuk Aschta Boestani Tajudin sebagai Plt Dirut PDTS KBS

Tri Rismaharini
Tri Rismaharini

Surabaya, KabarGress.Com – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, akhirnya menunjuk Aschta Boestani Tajudin sebagai Pelaksana tugas (Plt) direktur utama PD Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS). Aschta yang saat ini menjabat sebagai  direktur operasional di perusahaan milik Pemkot Surabaya tersebut, untuk sementara menggantikan Ratna Achjuningrum yang mengundurkan diri pada akhir Januari lalu.

Risma, panggilan Tri Rismaharini menyatakan, setelah menunjuk Plt pihaknya akan segera meminta pada Badan Pengawas (Bawas) PD Taman Satwa KBS untuk menggelar rekruitmen dirut definitif. Mantan kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya mengaku belum dapat menentukan sampai kapan Aschta akan menjabat sebagai Plt.

“Ya saya belum tau sampai kapan (proses rekrutmen). Saya lihat waktunya kapan dan akan kami umumkan,” ujar Risma saat menghadiri acara ulang tahun salah satu media online lokal kemarin.

Ketua Bawas PD Taman Satwa KBS, Heri Purwanto membenarkan bahwa, wali kota sudah menunjuk Plt dirut menggantikan Ratna. Tapi, hingga kemarin dia belum menerima surat keputusan (SK) Plt tersebut. Dia memperkirakan, SK itu akan diserahkan ke Bawas hari ini.

“Nanti, dalam SK itu akan tercantum sampai kapan Aschta akan menduduki jabatan Plt dirut. Nah, dari situ kami akan menjadwalkan rekruitmen. Dalam rekruitmen nanti, kami akan melibatkan konsultan independen. Setelah ada nama-nama yang cocok, baru akan kami usulkan ke wali kota untuk disetujui,” katanya.

Ratna Achjuningrum mengundurkan diri lantaran tidak ingin terjerat kasus hukum dalam mengelola anggaran Pemkot untuk KBS. Tahun ini, Pemkot mengalokasikan anggaran untuk KBS sebesar Rp10 miiar. Dana itu, terbagi dalam beberapa pos anggaran pengelolaan. Yakni, Rp2,89 miliar untuk pengelolaan manajemen, Rp2,2 miliar untuk perbaikan kandang satwa yang telah rusak. Kemudian ada sekitar Rp690 Juta seharusnya digunakan dalam pembenahan sarana dan prasarana fisik.

Tapi, berdasarkan saran Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), penggunaan anggaran itu bisa dipakai setelah ada kewenangan yang diberikan wali kota ke direksi KBS. Sayangnya, wali kota tak kunjung menyerahkan kewenangan tersebut.

Sementara itu, Pemkot Surabaya berencana membangun taman satwa khusus komodo. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya over populasi komodo yang ada di KBS. Salah satu lokasi yang dibidik adalah di wilayah Kenjeran. Diketahui, sejak 21 Februari hingga 7 Maret, sebanyak 12 telur komodo di KBS menetas. Bayi-bayi komodo tersebut lahir dari satu induk yang bertelur sejak 23 Juli 2014. Awalnya ada sebanyak 29 telur.

Namun hanya 12 butir yang bisa menetas. Saat ini, jumlah total Komodo di kebun binatang yang berlokasi di Jalan Setail itu sebanyak 70 ekor. Dari jumlah itu, sebanyak 53 ekor berusia dewasa dan 13 ekor berusia setahun. Sayangnya, jumlah sebanyak itu tidak diimbangi dengan ketersediaan kandang yang memadai.

“Kami akan kaji dulu (Kenjeran) apakah struktur tanahnya cocok atau tidak,” kata Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Sementara itu, pengamat satwa, Singky Soewadji mendukung ketika dibangun taman komodo.   Menurut dia, jika over populasi komodo diatasi dengan membangun taman satwa, maka Surabaya akan memiliki wahana satwa baru selain KBS. Hal ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi Surabaya.

“Saya sepakat ketika taman komodo ini dibangun di Kenjeran. Sebab, Kenjeran suhu udaranya panas dan dekat pesisir, kondisi itu cocok dengan tabiat komodo. Ketika ada taman komodo, Kenjeran juga akan ramai pengunjung,” katanya. (tur)

Teks foto: Tri Rismaharini.