29/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Datascrip Hadirkan Perangkat Kemanan Mutakhir dari KABA

Orthos Personal InterlockWirawan Adisoko, Gunawan Wong, Sylvia Lionggosari, Yehuda Agus Sutanto dan Lincoln SinJakarta, KabarGress.Com – Di lingkungan yang dinamis dengan frekuensi lalu lalang orang cukup tinggi, faktor keamanan merupakan hal yang sangat penting. Keluar masuknya tamu maupun karyawan harus terawasi dengan seksama untuk menghindari terjadinya tindak kejahatan yang dapat mengganggu kenyamanan dan kelancaran aktivitas di lingkungan tersebut. Misalnya, di pusat perbelanjaan, gedung perkantoran dan bandara.

Paham akan kebutuhan tersebut, pt. Datascrip sebagai The One Stop Business Solution menghadirkan dua perangkat keamanan berteknologi mutakhir dari KABA, yaitu Orthos Personal Interlock dan Argus Self Boarding Gates. Seperti apa keunggulan dan karakteristik masing-masing perangkat? Berikut penjelasannya.

Orthos Personal Interlock: Pintu Akses yang Mampu Deteksi Bahan Peledak dan Narkotika Orthos Personal Interlock dari KABA memiliki teknologi yang mampu mendeteksi substansi bahan peledak sekaligus narkotika. Alat ini sangat membantu efisiensi waktu dan tenaga untuk melakukan pengecekan terhadap kemungkinan adanya bahan peledak ataupun obat-obatan terlarang yang dibawa seseorang melewati pintu akses Orthos.

Dengan Orthos, analisis otomatis terhadap substansi materi bahan peledak dan narkotika bisa dilakukan sepenuhnya oleh sistem tanpa pendampingan staf. Hal ini merupakan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selama analisis berlangsung, sistem mendeteksi adanya substansi berbahaya pada tubuh orang yang melewati pintu. Evaluasi dilakukan simultan terhadap seluruh substansi yang terdaftar. Sistem ini bisa mendeteksi dan menganalisis secara akurat material berbahaya bermuatan kurang dari 10 mikrogram.

Orthos Personal Interlock dari KABA cocok digunakan di area yang memiliki keterbatasan ruang untuk pemeriksaan. Alat ini meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga untuk pengecekan dan membuat sistem keamanan lebih efektif karena perusahaan/instansi tidak perlu lagi menambah personil keamanan, menyediakan alat deteksi secara terpisah ataupun menghadirkan anjing pelacak yang kesemuanya itu bisa membuat proses pemeriksaan lebih lama sekaligus membutuhkan biaya lebih besar.

“Bandara, bea cukai, pos perbatasan negara, fasilitas publik, instansi pemerintahan ataupun militer serta pusat data bisa memanfaatkan perangkat keamanan yang memiliki kombinasi unik ini untuk menerapkan prosedur keamanan yang sepenuhnya otomatis,” papar  Sylvia Lionggosari – Direktur Divisi pt. Datascrip.

 

Argus Self Boarding Gates: Pintu Boarding Mandiri untuk Atasi Kepadatan Antrian Penumpang

Meningkatnya jumlah penumpang pesawat berimbas pada padatnya antrian ketika boarding. Bila hal ini dibiarkan akan menyebabkan antrian penumpang semakin panjang, tentu akan menimbulkan ketidaknyamanan bahkan mungkin memicu ketidaktertiban. Argus Self Boarding Gates membantu mencegah hal tersebut. Self boarding gates berarti begitu penumpang melewati pemeriksaan keamanan, penumpang tidak perlu menghubungi staf bandara untuk melakukan check-in, melainkan dapat melakukan boarding secara mandiri dengan aman.

Mekanismenya, kartu boarding ditempelkan ke alat pembaca. Kartu pun diproses dan data tiket dikirimkan ke sistem kontrol. JIka tiket dinyatakan valid, maka gerbang akan terbuka dalam hitungan detik. Tiket yang digunakan bisa berupa tiket elektronik yang tersimopan di ponsel maupun dalam bentuk kertas (sistem dapat membaca barcode 2D).

Argus memberikan tingkat keamanan maksimal karena kecanggihan teknologi sensornya dapat mendeteksi apabila lebih dari satu orang berusaha menerabas masuk. Sebagai tambahan, teknologi ini menjamin tidak ada seorang pun yang terjebak di pintu putar.

“Argus membuat boarding jauh lebih cepat. Penerapan boarding otomatis seperti ini juga dapat menghemat space / tempat sehingga dapat diterapkan dalam jumlah banyak untuk mengurangi waktu dan panjang antrian,” ujar Wirawan Adisoko – Marketing Manager pt. Datascrip. (ro)

Teks foto: (Ki – Ka): Wirawan Adisoko – Marketing Manager pt. Datascrip, Gunawan Wong – General Manager BOSTEX Indonesia, Sylvia Lionggosari – Division Director pt. Datascrip, Yehuda Agus Sutanto – Division Manager pt. Datascrip, dan Lincoln Sin – Channel Manajer KABA, berfoto bersama pada saat Konferensi Pers Integrated Security System di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (26/03).