22/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Ummu Fatma Saifullah Yusuf: Pendidikan Usia Dini Dasar Perkembangan Kepribadian Anak

Ketua BKOW Prov. Jatim berbincang dengan peserta Spiritual  Parenting di Ruang Rapat Binaloka Kantor Gubernur JatimSurabaya, KabarGress.com – Pendidikan usia dini penting bagi perkembangan kepribadian anak di masa depan. Pendidikan ini sangat mendasar dan menentukan bagi perkembangan anak di masa depan. Pola asuh orang tua yang tepat dapat mengembangkan kepribadian, minat dan bakat anak.

“Setiap anak sejak usia dini berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadi dan tingkat kecerdasan sesuai minat dan bakat yang dimiliki,” kata Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Timur Ny. Hj. Ummu Fatma Saifullah Yusuf saat membuka Spiritual Parenting di Ruang Rapat Binaloka Kantor Gubernur Jatim Jl. Pahlawan No. 110 Surabaya, Kamis (26/3).

Ia mengatakan, pentingnya pendidikan usia dini tersebut diperkuat dengan adanya peraturan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengamanatkan dilaksanakannya pendidikan kepada seluruh rakyat Indonesia sejak usia dini yakni sejak anak dilahirkan.

Lebih lanjut disampaikannya, pasal 1 butir 14 dalam UU tersebut, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan pada anak sejak lahir sampai usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan memasuki pendidikan lebih lanjut.

Anak sebagai generasi penerus bangsa perlu mendapatkan pendidikan dan perhatian serius baik secara mental, spiritual, sosial dan emosional khususnya sejak dini. Hal ini penting mengingat anak usia dini merupakan masa golden age yang menjadi pembentukan dasar kepribadian yang akan menentukan kecerdasan anak di masa depan.

“Anak merupakan makhluk yang membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan tempat bagi perkembangan potensinya yang masih bersih dan peka terhadap rangsangan yang berasal dari lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini banyak kaum ibu yang bekerja sehingga kesempatan untuk mengasuh anak dan berkumpul dengan keluarga menjadi berkurang. Untuk itu, diperlukan adanya lembaga atau tempat pendidikan seperti lembaga PAUD yang bisa dipertanggungjawabkan dari segi pengasuhan, pendidikan, kesehatan, keamanan, kecerdasan, dan kemandirian anak. “Lembaga PAUD diharapkan dapat menyiapkan generasi yang berpotensi dan berkualitas,” harapnya.

Ketua Panitia Spiritual Parenting Ir. Retno Hariadi mengatakan, dasar pelaksanaan kegiatan ini dilakukan karena menyadari pentingnya pendidikan anak usia dini dan melaksanakan tugas pokok organisasi untuk melaksanakan pemberdayaan perempuan di segala bidang pembangunan dan bekerja sama dengan instansi pemerintah. Untuk itu, BKOW Prov. Jatim bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Prov. Jatim guna menyosialisasikan program PAUD yang salah satunya melalui Spiritual Parenting.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 73 orang Bunda PAUD binaan organisasi BKOW Provinsi Jatim yang terdiri dari 57 orang dari Surabaya, 2 orang dari Banyuwangi. (hery)

Teks foto: Ketua BKOW Prov. Jatim berbincang dengan peserta Spiritual Parenting di Ruang Rapat Binaloka Kantor Gubernur Jatim.