03/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Sekdaprov Minta Perpustakaan Jadi “Google”

Sekda Prov Jatim hadiri Raker Badan Kearsipan dan  Perpustakaan se Jatim di Balai diklat Keagamaan Ketintang SurabayaSurabaya, KabarGress.com – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Sukardi minta perpustakaan dapat menjadi seperti “google” (situs website penyedia informasi dan search engine nomor satu di dunia), yang merupakan jujugan banyak orang ketika membutuhkan informasi secara lengkap, cepat, dan bermanfaaat. Permintaan itu disampaikan Sukardi saat membuka Rapat Kerja Sinkronisasi Program Perpustakaan dan Kearsipan Tahun 2015 Badan Perpustakaan Pemprov Jatim bertempat di Kantor Diklat Kemenag Jl. Ketintang Surabaya, Rabu (26/3) malam.

Sukardi mengatakan, sudah saatnya perpustakaan memanfaatkan kecanggihan Teknologi Informasi (TI) untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat dalam hal penyedia informasi. “Perpustakaan harus menjadi lembaga yang terdepan dan terlengkap dalam penyediaan informasi, seperti “mbah google”. Caranya, manfaatkanlah TI” katanya.

TI dapat dimanfaatkan untuk menginventarisasi buku maupun arsip yang terdapat di perpustakaan dengan menyimpannya melalui database. Meskipun proses inventarisirnya membutuhkan waktu yang cukup lama, namun manfaatnya bisa dirasakan di masa mendatang.

“Sama seperti google, tidak ujug-ujug kelengkapan informasinya seperti sekarang, google itu awalnya dari orang-orang dari seluruh dunia yang memasukkan dan menyebarkan informasi melalui dunia maya. Sama dengan arsip, kalau semua dimasukkan dalam data base, maka lama-lama menjadi database yang besar” ujarnya.

“Jika sudah tersimpan dalam database, maka ketika ada pengunjung perpustakaan yang ingin melihat arsip tersebut, cukup ketikkan saja, misalnya judul arsip “manajemen resiko” maka akan keluar datanya, ada dimana arsipnya, statusnya bagaimana, dan informasi lainnya. Mirip saat kita ingin mencari data dari mbah google” lanjut Sukardi.

Pemanfaatan TI juga sangat penting untuk menyelamatkan arsip agar tidak hilang datanya karena telah disimpan secara digital. “Arsip ini jangan hanya dibiarkan menjadi tumpukan, sebab arsip sangat penting bagi generasi sekarang dan anak cucu kita. Jadi simpanlah arsip dengan teliti baik lewat hardcopy maupun softcopy nya,” tuturnya.

Senada dengan Sukardi, Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan Prov. Jatim, Drs. Sudjono, MM mengatakan, pemanfaatan TI juga mendukung keberadaan perpustakaan yang tingkat kunjungannya cukup memuaskan.

Tercatat, hingga Maret 2015 total pengunjung Badan Perpustakaan dan Kearsipan Jatim pada 2015 telah mencapai 267.677 orang, jumlah peminjam 250.279 orang, dan jumlah member mencapai 43.241 dengan mayoritas anak-anak muda.

Sudjono menambahkan, tujuan diselenggarakannya raker adalah untuk membangun sinergi antara Instansi Perpustakaan dan Kearsipan di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota serta untuk menyukseskan pelayanan publik di bidang perpustakaan dan kearsipan.

Peserta raker tersebut diantaranya dari lembaga perpustakaan dan arsip kabupaten/kota, kepala UPT Museum Bung Karno Blitar, pejabat struktural fungsional di jajaran Badan Perpustakaan dan Kearsipan Prov. Jatim, serta mengundang narasumber dari Perpustakaan Nasional RI, Arsip Nasional RI, dari ITS, komisi E drprd jatim, dan perpustakaan UPN. (hery)