03/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Rumah Singgah Kanker Jatim Bisa Jadi Contoh

Ibu Fatma S.Y. Berdialog Dengan Ibu Negara Saat Menghadiri  Sosialisasi Program Nasional Pencegahan Kanker di Istana Negara  Jakarta.Jakarta, KabarGress.com – Wakil Ketua PKK Prov. Jatim Ny. Hj. Fatma Saifullah Yusuf mengatakan, bahwa rumah singgah Kanker Jatim tidak dikenakan biaya bagi siapapun penderita kanker kurang mampu. Keberadaan Rumah Singgah Kanker Jatim ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

“Tadi ibu negara mengapresiasi upaya penanganan kanker oleh YKI Jatim dan biaya rumah singgah bagi penderita kanker kurang mampu telah di tanggung oleh donatur,” ujarnya ditemui seusai menghadiri Sosialisasi Program Nasional Gerakan Pencegahan dan Deteksi Dini pada Perempuan Indonesia 2015-2019 Seluruh provinsi/kabupaten/kota di Indonesia, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (18/3).

Ia mengatakan, di Jatim terdapat rumah singgah yang diperuntukkan untuk pengidap kanker. Sebenarnya ada biaya sebesar Rp25.000 akan tetapi biaya tersebut sudah di tanggung oleh donatur khusus masyarakat kurang mampu. Rumah singgah tersebut disediakan bagi penderita penyakit kanker yang akan melakukan pemeriksaan di RSUD Dr. Soetomo.

“Penderita kanker yang akan melakukan kemo maupun pengobatan di RSUD Dr. Soetomo yang berasal dari daerah jauh bisa singgah di rumah kanker milik Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Jatim. Kasihan mereka jika berasal dari daerah jauh seperti Pacitan, Banyuwangi, dan luar jawa yang menunggu akan berobat. Kasihan juga jika mereka harus kembali dan bolak-balik yang tentunya akan menguras energi dan tenaga. Untuk itu, rumah singgah ini bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Selain itu, Pemprov Jatim juga memberikan kemudahan dan fasilitas diantaranya mobil kanker. Mobil kanker tersebut dimanfaatkan oleh pasien selama berobat dari rumah singgah ke RSUD Dr. Soetomo.

Fatma Saifullah Yusuf juga menuturkan bahwa di rumah singgah tersebut penderita kanker diberikan pelatihan, pendidikan motivasi dan paliatif. Rumah singgah juga menyediakan siraman rohani dari semua agama yang kesemuanya gratis berasal dari donatur. “Semuanya kami lakukan untuk membesarkan hati mereka agar proses pengobatan dan penyembuhannya bisa berlangsung secara lancar dan tenang,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Negara Iriana Joko Widodo secara khusus memuji penanganan Kanker di Jatim. Bahkan, ia mengapresiasi penanganan kanker di Jatim yang telah mendirikan rumah singgah bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Ibu Negara juga meminta agar penyuluhan yang dilakukan oleh Puskesmas seperti pemeriksaan IVA test (Inspeksi Visual Asam Asetat) bisa dilakukan tanpa biaya.

Ia menyebut, sosialisasi ini penting karena banyak ibu-ibu saat ini kurang memahami arti penting menjaga kesehatan organ wanita. Ia meminta PKK dan Puskesmas di seluruh wilayah memberikan penyuluhan terkait kesehatan dan kanker. “PKK harus menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan program gerakan nasional pencegahan dan deteksi dini kanker pada perempuan Indonesia,” ungkapnya.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh para istri Gubernur dan Anggota OASE (Organisasi Aksi Solidaritas Era) Kabinet Kerja. (hery)

Teks foto: Fatma S.Y. berdialog dengan Ibu Negara saat menghadiri Sosialisasi Program Nasional Pencegahan Kanker, di Istana Negara Jakarta.