02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Masyarakat Surabaya Tetap Yakin dengan Perekonomian Mendatang

Surabaya, KabarGress.Com – Aktivitas konsumsi rumah tangga diyakini masih tumbuh positif di awal tahun, walaupun dengan kecenderungan melambat. Optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini serta relatif stabilnya sisi permintaan, menjadi faktor utama penggerak konsumsi yang merupakan kontributor terbesar dalam struktur ekonomi di Jawa Timur (63,83%). Hal ini terkonfirmasi melalui 2 (dua) hasil Survei yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur periode bulan Maret 2015 yaitu Survei Konsumen dan Survei Penjualan Eceran.

Direktur Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Timur, Syarifuddin Basara, Kamis (19/3/2015), mengungkapkan hasil survei konsumen mengindikasikan bahwa konsumsi yang tercermin dari tingkat pengeluaran rumah masih mengalami kenaikan, walaupun tidak setinggi bulan sebelumnya. Kondisi ini terlihat dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang tercatat masih optimis (114,8), namun turun sebesar 6,1 poin dibandingkan bulan sebelumnya (Februari :120,9).

Melambatnya optimisme masyarakat didorong oleh melambatnya keyakinan konsumen terhadap kondisi saat ini maupun ekspektasi konsumen terhadap kondisi 6 bulan kedepan. Hal ini tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang mengalami penurunan sebesar 4,1 poin dengan indeks sebesar 109,6, demikian pula Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang turun sebesar 8,1 poin dengan indeks sebesar 120,0. Kondisi ini terutama didorong oleh persepsi responden terhadap ketersediaan lapangan kerja, yang tercatat pesimis dengan indeks sebesar 90,5 atau turun 2,9 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

Strategi pelaku usaha untuk melakukan efisiensi dan menahan pertumbuhan tenaga kerja dirasakan oleh responden pada kurun waktu 3 bulan terakhir, tercermin dari persepsi responden yang tercatat dibawah 100 atau pada level pesimis. Penurunan indikator ketersediaan lapangan pekerjaan, berdampak pada persepsi responden terhadap penghasilan saat ini yang sedikit turun sebesar 1,5 poin (indeks 130,2) dan persepsi terhadap pengeluaran pembelian barang tahan lama yang mengalami penurunan sebesar 7,8 poin (108,1). Hal tersebut menjadi indikasi awal bahwa konsumsi masyarakat masih akan melambat pada bulan Maret 2015, didorong menurunnya ketersediaan lapangan pekerjaan yang berdampak pada melemahnya daya beli masyarakat.

Sementara itu, hasil Survei Penjualan Eceran bulan Februari 2015 juga masih menunjukkan adanya penurunan konsumsi rumah tangga yang tercermin pada penurunan indeks riil penjualan eceran sebesar 0,54% dibandingkan Januari 2015. Selain itu, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada periode yang sama, Indeks riil penjualan eceran bulan Februari 2015 tumbuh positif sebesar 6,55% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan Januari 2015 yang hanya mencapai 2,07% (yoy).

Pertumbuhan penjualan pada Februari 2015 mulai menunjukkan peningkatan yang mengindikasikan mulai membaiknya tingkat konsumsi masyarakat. Sementara pada Maret 2015, aktivitas konsumsi diperkirakan akan sedikit meningkat. Hal ini diindikasikan dari indeks riil perkiraan penjualan eceran yang naik sebesar 7,80% (yoy). Membaiknya indikator konsumsi masyarakat diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2015. (ro)