02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Didukung Pemkot, PLN Distribusi Jatim Segera Tancap Gas Kerjakan 4 Proyek Vital

risma - mardawaSurabaya, KabarGress.Com – PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur mendapat dukungan penuh dari Pemkot Surabaya dalam upaya mengerjakan 4 proyek vital untuk membantu penambahan pasokan listrik ke wilayah Kota Surabaya. “Ke-4 proyek itu awalnya tak kunjung bisa dilanjutkan karena terganjal berbagai masalah, terutama yang terkait soal perizinan. Pemkot Surabaya akhirnya memberi dukungan, setelah kami jelaskan pentingnya proyek tersebut kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini,” ungkap Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jatim, Pinto Raharjo, di kantornya, Selasa (10/3/2015).

PLN Distribusi Jatim mengingatkan menyusul pertumbuhan ekonomi, terutama di wilayah Surabaya bagian barat, belakangan sudah semakin gencar. Tanpa infrastruktur tambahan, sejumlah apartemen yang kini sedang dibangun, terancam tidak bisa mendapat pasokan listrik PLN.

Disebutkan Pinto, keempat proyek yang sempat terganjal pembangunannya itu meliputi pembangunan Gardu Induk (GI) di Jajar Tunggal, pembangunan Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) di Kalisari, pembangunan tapak tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) Avatar dan tapak tower di Bungurasih.

“Proyek itu sangat diperlukan untuk mengimbangi lonjakan kebutuhan listrik di Surabaya. Kalau tidak segera diatasi, pasokan listrik ke Surabaya dalam dua tahun ke depan akan terhambat, tanpa keberadaan infrastruktur vital tersebut,” tandasnya.

Salah satu hambatan adalah terkait dengan lahan yang akan digunakan. Karena lahan itu ada yang berstatus milik Pemkot Surabaya. Belakangan, wali kota akhirnya menyetujui pembangunan di atas lahan tersebut, meski asset tanah tersebut masih akan tetap menjadi milik Pemkot.

Khusus yang terkait penolakan warga dalam pembangunan GI di Jajar Tunggal, wali kota meminta PLN untuk membeli rumah-rumah milik warga sekitar yang merasa keberatan tersebut. “Cara itulah yang dilakukan wali kota dalam pembangunan rumah-rumah pompa untuk menekan banjir di Kota Surabaya,” kata Pinto.

Menyusul dukungan Pemkot Surabaya tersebut, PLN berencana akan langsung tancap gas. Perusahaan setrum listrik plat merah ini segera melanjutkan proses pembangunan dan diharapkan semuanya sudah bisa dioperasikan pada 2016 mendatang.

Dalam pertemuan dengan GM PT PLN (Persero) Distribusi Jatim, IGN Mardawa tersebut, wali kota Tri Risma juga mengusulkan agar PLN memanfaatkan tenaga matahari (solar cell) untuk memproduksi listrik. Dia mencontohkan tentang pemanfaatan energi alternatif tersebut yang sudah dilakukan di Jerman.

Tapi menurut Pinto, gagasan itu masih belum bisa direalisir dalam waktu dekat. Karena biaya investasi yang harus ditanggung jauh lebih banyak dibanding yang ada sekarang. “Perbandingannya, biaya untuk menghasilkan setiap KWH listrik yang menggunakan bahan bakar solar, batubara dan gas hanya Rp1.500 per KWH, tapi kalau menggunakan sollar cell bisa mencapai Rp6.000 per KWH,” tukasnya. (ro)

Teks foto: GM PT PLN (Persero) Distribusi Jatim, IGN Mardawa (kanan) saat bertemu dengan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, baru-baru ini.