02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Pengetahuan Keuangan Indonesia Meningkat

Senior Vice President Head of Wealth Management Citibank N.A Indonesia, Ivan JayaSurabaya, KabarGress.Com – Sejak 2007, Citigroup Asia Pasific secara konsisten menyelenggarakan survei Citi FinQ untuk mengukur tingkat pengetahuan keuangan di sejumlah negara di Asia termasuk Indonesia. Hasil terbaru Citi FinQ menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat pemahaman keuangan tertinggi sebesar 62,4 poin, di atas Singapura 59,9 poin, Filipina 56,1 poin, Australia 55,6 poin, dan Taiwan 52,1 poin.

“Financial quotient atau FinQ merupakan istilah yang digunakan Citigroup untuk menunjukkan kemampuan seseorang dalam memahami pentingnya perencanaan keuangan dan pengimplementasian tata kelola keuangan yang baik,” ungkap Senior Vice President Head of Wealth Management Citibank N.A Indonesia, Ivan Jaya, di Surabaya, Selasa (3/3/2015).

Dibandingkan tahun sebelumnya, secara umum nilai Citi FinQ 2014 dari seluruh negara yang disurvei mengalami peningkatan. Negara yang mengalami peningkatan nilai FinQ paling besar adalah Australia yakni 3,4 poin dari 52,2 poin yang diraih pada 2013. Sedangkan negara yang mengalami kenaikan paling kecil adalah Singapura, yakni sebesar 0,9 poin dari 59,0 poin yang diraih tahun lalu. Indonesia sendiri mengalami kenaikan sebesar 1,7 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Salah satu indikator Citi FinQ yang meningkat secara tajam dibandingkan dengan 2013 lalu adalah pemahaman mengenai investasi dan hal terkait. Survei tahun ini menunjukan bahwa 22% responden menyatakan memiliki pemahaman investasi sangat baik, naik 15% dari 7% responden di tahun 2013 yang menyatakan hal serupa. Indikator lain yang juga diperhitungkan dalam pembentukan nilai FinQ adalah optimisme responden terhadap kondisi keuangan mereka di masa depan. Walapun terjadi sedikit penurunan (2%) dari tahun 2013, survei menunjukkan bahwa sebagian besar (87%) responden Indonesia masih memiliki optimisme yang cukup tinggi terhadap kondisi keuangan mereka di masa depan.

Citi FinQ 2014 juga melaporkan adanya pergerakan dalam susunan instrumen investasi paling populer. Kalau pada 2013 properti menjadi instrumen investasi paling populer, diikuti oleh dana tunai dan asuransi, tahun ini, dana tunai mengambil alih posisi puncak sebagai instrumen investasi pilihan, diikuti oleh asuransi di posisi ke-2 dan properti di posisi ke-3. Hal menarik lain adalah intrumen investasi reksa dana yang baru pertama kali diperkenalkan sebagai pilihan jawaban di dalam survei 2014, ternyata langsung menduduki posisi ke-4 dalam urutan instrumen investasi pilihan.

“Banyak hal yang bisa dipelajari dari hasil survei Citi FinQ yang secara konsisten kami laksanakan setiap tahunnya,” ungkap Ivan. “Selain memberikan informasi mendalam terkait perkembangan tingkat pengetahuan keuangan masyarakat, Citi FinQ juga dapat membantu Citi untuk mempertajam produk dan layanan guna membantu nasabah dalam mencapai tujuan keuangan mereka secara lebih efisien dan strategis,” imbuh Ivan. (ro)

Teks foto: Senior Vice President Head of Wealth Management Citibank N.A Indonesia, Ivan Jaya (kiri), saat membahas Tingkat Pengetahuan Keuangan (FinQ) Indonesia, di Surabaya, Selasa (3/3/2015).