02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

ISIS dan Gerakan Radikal Tidak Boleh Hidup di Pesantren

ISIS dan Gerakan Radikal Tidak Boleh Hidup di PesantrenMagetan, KabarGress.Com – Gerakan Islam State of Irak and Suriah (ISIS) atau Islam State (IS) atau ISIL tidak ada tempat untuk hidup dan berkembang di Indonesia. Terbukti, umat Islam di Indonesia mengutuk tindakan kekerasan dilakukan ISIS yang ajaran sangat jauh melenceng dari ajaran Islam.

Salah satu sikap tersebut diungkapkan keluarga besar Pondok Pesantren Baitul Ulum, Dusun Klaten Desa Puntukdoro Kec. Plaosan Kab. Magetan. ”Sekarang banyak gerakan radikal, banyak (gerakan) yang aneh-aneh. Di pondok pesantren kita menanggulangi dari gerakan itu, termasuk menanggulangi dari gerakan ISIS,” ungkap KH Muh Royan atau biasa dipanggil KH Fadlan, pimpinan Pondok Pesantren saat pengajian umum masjid pondok pesantren, Sabtu (28/2) malam.

Dijelaskan, sikap pondok pesantren Baitul Ulum sudah jelas tidak bisa menerima gerakan ISIS atau gerakan radikal lainnya. Berbagai kegiatan dan berbagai cara telah dilakukan keluarga besar Pondok Pesantren Baitul Ulum.

Sejak kemunculannya, Baitul Ulum telah melakukan langkah antisipasi agar ISIS atau gerakan radikal lainya tidak masuk ‘meracuni’ para santi. Langkah tersebut melalui berbagai kegiatan seperti pengajian, memasang spanduk ajakan agar mewaspadai gerakan ISIS dan radikal lainnya.

Pengajian dihadiri orangtua santri, donator, pengurus di PC/PAC dan Polres setempat tersebut bertema menjalin silaturahim untuk meningkatkan kehidupan masyarakat, berbangsa, bernegara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Keluarga besar Pondok Pesantren Baitul Ulum, menurut KH Fadlan, telah bersikap tegas bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang telah berdiri sejak proklamasi kemerdekaan 17Agustus 1945 adalah harga mati. Keberadaan NKRI tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun. Termasuk kelompok ISIS ataupun gerakan radikal lainnya yang ingin mengubah NKRI.

Gerakan mujarab untuk menanggulangi gerakan ISIS dan radikal lainnya, lanjut KH Fadlan, adalah harus terus meningkatkan silaturahim, menciptakan kerukunan dalam keluarga, rukun dengan tetangga sekitarnya. “Monggo berbuat baik dalam keluarga, saling mengadu-bermusyawarah. Berbuat baik di masyarakat,” tuturnya.

Berbuat baik dengan masyarakat jangan dibatasi. Termasuk berbuat baik pada tetangga yang tidak seiman dan yang tidak se aliran pun harus tetap dilakukan. Karena berbuat baik dengan siapapun, terutama dengan tetangga akan tercipta kerukunan. “Tokoh-tokoh agama saja di Magetan saja duduk bersama, bermusyawarah membahas dampak dari aliran-aliran yang tidak tepak (tidak sesuai dengan ajaran agama),” kata KH Fadlan.

Dia prihatin terhadap pergaulan anak-anak dan remaja yang tidak sehat. Banyak anak dan remaja bersikap tidak bertanggungjawab. Perbuatan melanggar hukum, penyalahgunaan narkoba. “Memprihatinkan akhir-akhir ini kalau mengikuti berita di media masa. Banyaknya anak, remaja yang tidak bertanggungjawab,” ujarnya.

Menurutnya, peran orangtua atau peran keluarga sangat penting untuk mencegah anak-anak dan remaja dari pergaulan yang tidak sehat. Mereka harus diarahkan dalam berbagai kegiatan positif. Seperti pengajian, kegiatan meningkatkan baca Al Quran dan kegiatan lain.

“Di pondok pesantren Baitul Ulum, di PC/PAC setiap tahun baru perkumpulan remaja masjid diadakan pengajian kegiatan positif hingga menjelang subuh, agar tidak hura-hura. Kegiatan lain bekerjasama dengan pihak kepolisian dalam penanggulangan bahaya narkoba dan taat hukum,” ujarnya. (*)