18/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Etika Perlu Diajarkan ke Siswa Guna Songsong MEA

Arzetti di Narotama SurabayaArzetti 1Surabaya, KabarGress.Com – Guru-guru sekolah khususnya guru BK (Bimbingan dan Konseling) hendaknya mengajarkan etika kepada para siswanya terutama di dalam menyongsong berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akhir 2015. Perlu diketahui, MEA adalah suatu kesepakatan sebagai bentuk penguatan di berbagai sektor, terutama demi pertahanan guncangan global bagi negara-negara yang tergabung di dalam organisasi ASEAN.

Menurut peragawati, artis, dan politisi, Arzetti Bilbina, Etika itu meliputi sikap (nonfisik) dan penampilan (fisik). “Etika itu penting untuk memasuki MEA,” tandas Arzetti, dalam seminar bertajuk “Excellent Service in Educational World”, di Universitas Narotama Surabaya, Jumat (27/2/2015).

Di hadapan puluhan guru SMA/SMK se-Jatim tersebut, anggota Komisi VIII DPR itu menyatakan etika itu sangat menentukan dalam era persaingan pada MEA 2015. “Karena itu ajari siswa untuk memperhatikan etika sikap maupun etika penampilan,” harapnya.

Lebih jauh diterangkan Arzetti, etika sikap adalah kecantikan di dalam hati, diantaranya tidak punya rasa iri, sombong, serakah, boros, dan sebagainya. “Kalau etika penampilan adalah kecantikan yang tampak di luar, diantaranya etika makan, etika duduk, etika berpakaian, dan sebagainya,” tutur politisi PKB dari Dapil I Jatim itu.

Sedangkan Direktur IFI Surabaya, Veronique Mathelin, menilai guru merupakan profesi yang menarik, karena bisa membentuk masyarakat untuk menjadi lebih baik. (ro)