21/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Wagub Minta Birokrat Berinovasi

Wakil Gubernur Jawa Timur Menyematkan Tanda Peserta Diklat  Pim II Angkatan XXXV Provinsi Jawa Timur 2015 di Badan Diklat Jl.  Balongsari Tama Tandes SurabayaSurabaya, KabarGress.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf meminta Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau birokrat terus berinovasi dalam bekerja. “Birokrat harus mampu berinovasi untuk menciptakan gagasan dan ide-ide positif dalam bekerja yang muaranya untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya saat membuka Diklat Kepemimpinan Tingkat II Angkatan XXXV Prov. Jatim Tahun 2015 di Badiklat Prov. Jatim, Jl. Balongsari Tama, Kamis (26/2).

Ia mengatakan, menjadi birokrat yang memiliki inovasi tidaklah mudah. Inovasi tidak akan mungkin bisa tercipta jika tidak ada ide atau gagasan positif, karena ide merupakan dasar terciptanya sebuah inovasi dalam bekerja.

Setelah ide dicipta, cara selanjutnya menjabarkan dan mengimplementasikan ide dalam sebuah program kerja. “Mencari ide juga tidak semudah yang dibayangkan, apalagi mengaplikasikan ide dalam suatu program kerja agar menjadi inovatif,” ungkapnya.

Selain berinovasi dalam bekerja, birokrat juga harus taat dan memahami segala aturan aturan yang berlaku sehingga dalam bekerja bisa selamat hingga akhir jabatan. Dicontohkan, ada seorang pemimpin yang berinovasi membangun fasilitas umum untuk warganya dengan cara membebaskan lahan warga. Sang pemimpin memberikan nilai lebih dari kesepakatan pemerintah. Baginya, mengabdikan diri pada masyarakat merupakan bentuk menyejahterakan masyarakatnya. Akan tetapi, pemimpin ini tidak memahami aturan sehingga di akhir jabatannya ia berurusan dengan hukum.

“Jadi pemimpin harus memahami aturan yang berlaku. Jangan sampai, kita memiliki niat yang baik, tetapi tidak disertai aturan. Maka yang terjadi berurusan dengan pihak berwajib. Pejabat eselon di masing-masing instansi pemerintah, berinovasilah dan tunduk sekaligus taatlah pada peraturan dan perundangan yang berlaku,” imbuhnya.

Gus Ipul berharap kepada pejabat publik untuk terus berinovasi dimanapun dan kapanpun berada. Diposisi manapun, seorang pemimpin memerlukan inovasi dan menjadi bekal dalam menyejahterakan masyarakat. “Boleh pemimpin negara beserta pembantunya berganti. Namun, birokrat harus terus berinovasi dan menciptakan ide-ide baru bagi kemajuan bangsa,” ungkapnya.

Gus Ipul berpesan bahwa pada akhirnya seorang pemimpin yang berperan di dalam pengambilan keputusan mulai dari pemimpin negara hingga pemimpin instansi di lingkungan pemerintahan. “Kepala SKPD merupakan pemimpin dalam instansi yang memiliki banyak staf dimana pada akhirnya di saat pengambilan keputusan dan tanggung jawab ia harus melakukannya dengan tepat. Jadilah pemimpin yang terus amanah dan berinovasi karena saat ini sorotan terhadap birokrat sangat kuat,” harapnya.

Kepala LAN RI Prof. Agus Dwiyanto meminta kepada birokrat untuk selalu melakukan inovasi dan pembaharuan serta mengambil inisiatif di lingkungannya dalam rangka memperbaiki kinerja.

Pemerintah dan bangsa membutuhkan peran serta birokrat dalam menghadapi kemajuan dunia. Jika kita ingin bertahan menjadi sebuah bangsa, maka dibutuhkan inovasi yang berkelanjutan. “Saya berharap pejabat eselon II bisa mengaplikasikan inovasi di masing-masing instansi daerah. Jadilah pemimpin perubahan dan manfaatkanlah kompetensi anda untuk menciptakan inovasi positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Kepala Badiklat Prov. Jatim Dr. Saifula Rachman mengatakan, Diklat bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinan yang strategis pejabat sturktural pada eselon II yang akan mengembangkan tugas dan fungsi pemerintah di masing-masing instansi pemerintahan.

Peserta Diklat PIM II diikuti sebanyak 60 peserta berasal dari instansi pemerintah pusat yakni kementrian, instansi pemerintah provinsi dan kab/kota. (hery)