PDIP Yakin Menangkan Pilwali Surabaya

PDIP Yakin Menangkan Pilwali SurabayaSurabaya, KabarGress.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) maupun Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Surabaya, dalam Pemilihan Walikota (Pilwali) Kota Surabaya, 16 Desember 2015, masih belum menentukan sikapnya. Apakah percaya diri dengan mengusung kader terbaiknya, atau membuka ruang bagi petahana/incumbent, masih belum terang. “Kita masih belum menentukan sikap soal figur yang akan diusung menjadi bacawali Surabaya tahun ini. Karena, penjaringan bakal calon saja masih belum dibuka,” kata Sekretaris DPD PDIP Jatim, Kusnadi, SH, MH.

DPD tidak akan gegabah soal pencalonanan Cawali, lantaran mekanisme partai sudah sangat jelas. “DPD masih akan mendengar aspirasi dari bawah,” imbuh Kusnadi, yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim, menambahkan.

Menurutnya, masalah pilih calon kepala daerah dari PDIP itu sepenuhnya menjadi domain DPP. ”DPD, DPC, kapasitasnya hanya sebatas mengusulkan ke DPP. Prinsipnya, kalau untuk figur atau calon siapapun yang berminat lewat PDIP pencalonnya dalam pilwali 2015 partai ungkap tidak akan menolak. “Siapapun bisa, apakah itu anda wartawan, kader internal partai, Wisnu Sakti Buana, bahkan Risma Triharini, kalau masih mau lewat PDIP, dalam running pilkada akhir tahun, bisa. Dan, semua bisa bergabung dengan PDIP, asalkan memenuhi kriteria, dan sejalan dengan mekanisme maupun garis partai. Tapi, sampai detik ini persoalannya, pintu partai masih belum dibuka. Jadi, saya masih bisa ngomong soal ini. Yang paling tahu siapa figur cawali, ada di DPC. Bagaimana dinamika di bawah ada pada DPC. Anda bisa datang ke DPC,” sarannya.

Kusnadi, dalam diskusi kecil dengan media ini, meski belum bersedia menyatakan secara terbuka, tapi kesan kuat, PDIP dapat dipastikan bakal mengutamakan usung kader internal partai. Kader maupun fungsionaris PDIP menginginkan Pilwali Kota Surabaya akhir tahun ini usung kader sendiri. Pertimbangannya sederhana. Partai banteng moncong putih ini punya pengalaman kurang positif ketika mengusung Risma Triharini dalam Pilwali Kota Surabaya tahun 2010, dan berhasil memenangi Pilwali Kota Surabaya.

Namun, empat tahun jalankan pemerintahan Risma dianggap tidak cukup berhasil membukukan sukses membangun Surabaya. Kader akar rumput PDIP Surabaya menilai Risma, tidak mampu menata birokrasi secara baik. Komunikasi yang dikembangkan kepada jajaran di bawah kurang bagus, sehingga melahirkan keresahan di tataran bawah. Risma, juga dinilai ibarat kacang lupa kulitnya.

”Ndak, ndak, kami kader yang ada di bawah minta DPC utamakan kader sendiri untuk pencalonan Cawali pada pilwali Desember besuk. Kami, minta DPC dan DPD dengarkan suara kadernya dibawah,” pinta beberapa kader PDIP Surabaya, yang enggan namanya dikorankan.

Di tempat berbeda, Sukadar, fungsionaris PDIP DPC Surabaya yang juga anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, ditemui Selasa (17/2), terkait keinginan kadernya di bawah mengaku bisa memahami suara kadernya di bawah. Tetapi, Cak Kadar yang lekat dipanggil itu mengaku tidak mau grusa-grusu.

Menurutnya, dalam menentukan dan memilih figur itu ada mekanisme partai. Sebelum dibuka pendaftaran dan penjaringan bakal cawali mekanismenya ada pada rakercabsus, diperluas. Di dalam forum itu, 31 PAC dan ranting yang hadir akan didengar aspirasinya. “Dari suara ranting dan PAC itu selanjutnya akan digodok di DPC, lalu diusulkan ke DPD. DPD akan meneruskan ke DPP. Terserah, siapa yang akan dipilih oleh DPP dari beberapa figur yang diusulkan nantinya yang dapat ticket,” kata Kadar.

Tugas DPC, mengamankan keputusan DPP. Untuk saat ini yang menjadi fokus DPC, sambung Kadar, adalah lakukan restrukturisasi pada tingkat PAC. “11 PAC sudah berhasil. Restrukturisasi 20 PAC sedang prosesnya sedang berjalan, semoga dalam waktu dekat rampung,” ungkap Kadar, seraya menambahkan bahwa restrukturisasi PAC tujuannya adalah untuk memperkuat kelembagaan partai dan memenangi Pilwali Surabaya, Desember 2015.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Surabaya dan Wawali Surabaya, , Wisnu Sakti Buana, Rabu (18/2), dikonfirmasi kesiapan partainya dalam Pilwali Kota Surabaya, mengaku siap tidak masalah. ”Besukpun Pilwali digelar, DPC siap, ndak ada masalah,” jawab Wisnu di kediamannya.

Termasuk ketika ditanya kesiapannya dicalonkan sebagai Cawali pada pilwali Kota Surabaya, putra mantan Ketua DPD PDIP Jatim, alm. Ir. Sutjipto itu mengaku kesanggupannya. “Sebagai kader dan petugas partai tentu saya harus siap, mengamankan keputusan DPP. Termasuk berjuang memenangkan Pilwali,” tandasnya. (hery)

Leave a Reply


*