02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Turunnya BI Rate Bakal Tingkatkan Penyaluran Kredit

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Timur, Benny SiswantoSurabaya, KabarGress.Com – Menyusul turunnya Bank Indonesia (BI) rate sebesar 25 basis poin dari 7,75 persen menjadi 7,5 persen, diprediksi akan mendapatkan respon positif dunia perbankan dengan menurunkan suku bunga pinjaman. “Tentunya hal ini akan mendorong peningkatan penyaluran kredit,” tegas Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Jawa Timur, Benny Siswanto, kepada wartawan di kantornya, Jumat (20/2/2015).

Menurutnya, setiap penurunan BI Rate pasti akan ditransmisikan dunia perbankan dengan menurunkan suku bunga kredit perbankan, meski hal ini tidak terjadi secara langsung karena masih harus ada penyesuaian di internal perbankan. Dalam analisa BI, untuk setiap penurunan BI Rate sebesar 25 basis poin, akan mendorong pertumbuhan penyaluran kredit perbankan sebesar 1,46% dengan lag time 2 triwulan, artinya kenaikan penyaluran kredit baru akan dirasakan pada bulan ke-7 setelah perubahan BI Rate.

“Disamping berpengaruh dari sisi kredit, penurunan BI Rate juga akan berpengaruh pada penyerapan dana masyarakat sebesar -0,39% dengan time lag 1 triwulan,” terangnya.

Disebutkan Benny, BI mencatat penyaluran kredit bank umum di Jatim pada 2014 mengalami pertumbuhan 13,26 persen menjadi Rp344,42 triliun dibandingkan tahun 2013. Pertumbuhan ini lebih lambat dibandingkan pertumbuhan kredit perbankan umum secara nasional yang mencapai 15,09 persen.

DPK yang dihimpun bank umum hingga akhir 2014 mencapai Rp383,29 triliun, atau tumbuh 14,36%. Di akhir 2014, DPK didominasi Tabungan dan Deposito yang mempunyai share hampir sama, yaitu masing-masing sebesar 42,46% dan 41,51%. Sedangkan Giro hanya memiliki share 16,03%. Pertumbuhan Deposito masih tetap yang terbesar sepanjang tahun 2014. Pada Desember 2014, deposito tumbuh 22,34%, diikuti oleh giro sebesar 15,21% dan tabungan sebesar 7,23%. Penurunan BI rate diprediksi akan mempengaruhi penghimpunan DPK khususnya pada dana mahal atau deposito. (ro)

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Jawa Timur, Benny Siswanto (tengah), saat bincang-bincang dengan awak media Surabaya di kantornya, Jumat (20/2/2015).