02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Sekda Prov. Jatim Ajak PNS Merubah Pola Pikir

Surabaya, KabarGress.Com – Sekretaris Daerah Prov. Jatim Dr. H. Akhmad Sukardi, MM mengajak Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk merubah pola berpikirnya menjadi aparatur negara yang bersemangat, inovatif dan kreatif. Karena selama ini masyarakat memandang PNS sebagai pegawai yang kumuh dan kurang pintar. Hal tersebut disampaikannya di depan para peserta Pembinaan Kepegawaian dalam rangka Perubahan Sikap dan Perilaku PNS di Lingkungan Sekretariat Daerah Prov. Jatim, di Ruang Rapat Binaloka Adhikara Setda Prov Jatim Jl. Pahlawan 110 Surabaya, Senin (15/2).

Pimpinan unit kerja, kata Sukardi, mempunyai peran yang besar memproaktifkan personal di bawahnya, dalam arti menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, sehingga menjadi aparatur yang kreatif serta benar-benar dapat memberikan manfaat bagi organisasi, dan pada akhirnya mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Selain untuk mengubah stigma masyarakat terhadap PNS, perubahan pola pikir PNS sangat diperlukan. Karena saat ini telah bergulir kebutuhan masyarakat yang sangat dinamis yang menghendaki adanya reformasi birokrasi. Diantaranya perubahan pola pikir dan budaya kerja aparatur yang mengembangkan sikap dan perilaku kerja berorientasi pada hasil (out come) dan kinerja yang berfungsi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Banyak hambatan dalam merubah perilaku cara kerja kerja aparatur yang disebabkan oleh pola pikir. Akibatnya, walaupun sarana dan prasarana kerja telah ditingkatkan sesuai tuntutan kebutuhan organisasi, namun perubahan berjalan sangat lamban, kurang memuaskan, sehingga menimbulkan berbagai permasalahan.

“Salah satu masalah utama dalam perubahan pola pikir dari reformasi birokrasi adalah kurangnya komitmen dan konsistensi. Inilah tantangan bagi kita ke depan, terutama dalam menyusun langkah strategi melakukan reformasi birokrasi,” ungkapnya lebih lanjut.

Beberapa strategi yang harus dilakukan untuk mengubah pola pikir PNS, menurut Sekda adalah mengubah pola pikir dan paradigm lama untuk menciptakan pola pikir baru yang inovatif dalam menghadapi tantangan dan perubahan. Selanjutnya merubah pola pikir aparatur yang selama ini memerintah menjadi aparatur yang melayani menjadi kunci pencapaian good governance. Terakhir adalah adanya sistem dan mekanisme organisasi untuk menciptakan terobosan strategi terhadap program kerja dengan hasil yang terukur dan berkinerja tinggi.

Sejak diterapkannya Undang-Undang No. 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, di tahun 2015 telah dilakukan system presensi kerja dengan menggunakan finger print sebagai alat untuk mengetahui tingkat kedisiplinan terhadap kehadiran pegawai di setiap Biro Sekretariat Daerah Provinsi Jatim. Hal tersebut perlu dibudayakan agar aparatur dapat lebih meningkatkan kedisiplinannya dan pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas. Apalagi dengan berlakunya Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Beberapa urusan yang semula ditangani pemerintah kabupaten/kota, saat ini menjadi kewenangan pemerintah provinsi, yaitu bidang pendidikan menengah, kelautan dan perikanan, kehutanan, serta energi dan sumberdaya mineral.

Sebagai akibatnya akan diikuti dengan penataan sejumlah perangkat daerah untuk melaksanakan urusan pemerintahan tersebut. Sebagai langkah strategis yang segera diupayakan guna mewujudkan peningkatan kualitas kinerja aparatur melalui penerapan penilaian individu kinerja aparatur.

Sementara itu Kepala Biro Organisasi Setda Prov. Jatim Setiajit, SH,MM mengatakan bahwa Pembinaan Kepegawaian dalam rangka Perubahan Sikap dan Perilaku PNS di Lingkungan Sekretariat Daerah Prov. Jatim yang diikuti 75 peserta, terdiri dari dua orang pejabat struktural dan tiga orang fungsional umum.

Sebagai narasumber dari CV Specialist Consulting & Training (SPOT) Surabaya. Bertujuan memberikan penyegaran dan motivasi terhadap SDM aparatur dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya. Yang pada akhirnya akan membentuk aparatur yang mampu menyesuaikan dengan tuntutan terkini dan perkembangan global dalam dunia kerja untuk memberikan pengabdian dan pelayanan terbaik. (hery)