02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Gelar Aksi Peduli Moral Generasi Muda

* Depan Kebun Binatang Surabaya, Jl. Setail N0.1 Surabaya

Surabaya, KabarGress.Com – Publik baru saja dikejutkan dengan beredarnya buku yang ditulis Toge Aprilianto dan diterbitkan oleh Brilian Internasional pada 2010 yang isinya berkedok psikologiremaja, padahal isinya tentang membolehkan remaja berzina. Kini memasuki bulan Februari, bagi sebagian kalangan remaja maupun dewasa ini terdapat hari yang spesial, hari kasih sayang atau sering disebut valentine’s day, bahkan  hal tersebut diamini oleh mereka yang mengaku sabagai umat Islam. Hal ini tidak lepas dari pengaruh budaya Barat yang kian lama mengerogoti moral generasi muda kita yang sejatinya merupakan masyarat Timur yang menjunjung tinggi toto kromo atau sopan santun.

Sex on valentine dari tahun ke tahun kian tak terkendali, remaja sudah salah kaprah memaknai hari kasih sayang. Yayasan Hotline Pendidikan, sebuah lembaga yang bergerak di bidang pendidikan misalnya, menemukan sebanyak 20% pelajar Surabaya yang hamil sebelum nikah, ternyata melakukan hubungan sex ketika merayakan Valentine’s Day.

Seiring dengan jargon kampanye pemerintahan sekarang yaitu Revolusi Mental, maka dari itu Lembaga Manajemen Infaq (LMI) merupakan lembaga yang peduli dengan moral / akhlaq generasi muda, mengadakan sebuah aksi kepedulian sosial dengan tema “AKSI PEDULI MORAL GENERASI MUDA – TOLAK VALENTINE DAY” yang akan dilaksanakan di depan Kebun Binatang Surabaya, jl. Setail No.1 Surabaya, Jumat, 13 Februari 2015, pukul 06.00-07.30 wib.

Aksi tersebut akan diikuti kurang lebih 50 orang yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat dari pelajar, dai, dan mahasisiwa ini ditujukan untuk menolak dan meluruskan pemahaman terkait dengan kegiatan memperingati valentine day, terutama bagi generasi Islam. Dalam aksi tersebut, selain melakukan orasi dan aksi teatrikal, akan ada pembagian 500 bungkus kerudung/ sarung beserta brosur tentang dampak valentine. Ini dilakukan karena tidak sedikit swalayan-swalayan dengan terang-terangan menjual paketan souvenir valentine berupa coklat dan alat kontrasepsi yang bisa disalahgunakan. (ro)