27/01/2021

Jadikan yang Terdepan

FI Neon Karya Cindy Eleonora Gani, Pengganti Petromax untuk Nelayan Tradisional

FI Neon Karya Cindy Eleonora Gani, Pengganti Petromax untuk Nelayan TradisionalSurabaya, KabarGress.Com – FI Neon, lampu nelayan multifungsi, portable, dan ramah lingkungan ini dirancang untuk mengantikan fungsi lampu petromax (lampu menggunakan minyak tanah). Petromax masih digunakan sebagian besar oleh nelayan tradisional Indonesia. FI Neon karya Cindy Eleonora Gani, mahasiswa Desain Manajemen Produk Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya. Karya tugas akhir ini akan dipamerkan pada Rabu, 11 Februari 2015 pukul 10.00-12.00 di Seminar Room Gedung International Village lantai 2 Kampus Tenggilis Ubaya, Jln Raya Kalirungkut Surabaya.

FI Neon berasal dari dari fishing Neon – lampu nelayan untuk menancing ikan di laut. Ide awalnya dari pengembangan tugas dari mata kuliah sebelumnya. Cindy pernah membuat lampu dari energi angin yang dihasilkan saat nelayan berlayar. Karena daya yang dihasilkan terlalu rendah, maka Cindy memoles produknya menjadi lebih bermanfaat dengan mengutamakan sisi fungsional dan ramah lingkungan. Surveypun mulai dilakukan untuk mencari permasalahan di lapangan. Tak tanggung-tanggung, Cindy menyambangi nelayan di sekitar Kenjeran Surabaya, Lamongan dan Probolinggo.

Termuan yang didapat dilapangan cukup membuahkan ide bat Cindy. Salah satunya informasi dari Ahmad Shudur, Api MT., selaku Kepala Seksi Pelayaran Jasa Pengembangan Teknologi Penangkapan Ikan, Probolinggo. Beliau menuturkan bahwa selama ini nelayan tradisional menggunakan lampu minyak tanah untuk menarik perhatian ikan di malam hari. Setelah ikan mulai mendekat ke cahaya barulah nelayan mengangkat jaring. Jika ada cahaya yang bisa masuk ke dalam laut maka makin banyak ikan yang muncul dan makin banyak nelayan menjaring ikan.

Gadis kelahiran Surabaya ini kemudian mulai mendesain dengan disesuaikan kebutuhan nelayan dan karateristik air laut. Mengingat masih sekitar 85 % nelayan masih menggunakan penerangan berbahan minyak tanah.

FI Neon karya Cindy ini mampu menjawab kebutuhan nelayan yang disurveinya kurang lebih sekitar 1 bulan. Lampu penerangan dan atraktor ikan untuk nelayan. FI Neon dilengkapi 2 lampu LED ( putih dan biru) 12 volt, 10 baterai NimH rechargeable, penggulung tali dengan dilengkapi tali sepanjang 10 meter. Lampu FI Neon dapat menyala dari energy yang dihasilkan dari putaran motor perahu. Energi yang dihasilkan disimpan dalam accu dan dengan system charging plug in –plug out. Lampu seberat 700 gram rancangan putri bungsu pasangan Sutikno Gani dan Ratna Yunita mampu menyala sekitar 5 jam (jika baterai penuh).

Cara kerja FI Neon sangat mudah. Saat berangkat nelayan mengisi accu dari putaran motor perahu. Dari accu energy dialihkan ke charger lampu. Disaat yang sama FI Neon ditaruh diatas charger. Saat nelayan sudah berhenti di titik penangkapan dan memasang jarring, lampu tetep menyala dan mengisi baterai. Ketika siap akan digunakan, lampu dipasang tali mengait dan mulai dimasukkan ke dalam laut dengan posisi terbalik. Lampu terus diturunkan sampai kedalaman yang diinginkan (maksimal 4 meter). Ditunggu sampai ikan mulai mendekat, FI Neon mulai diangkat naik ke perahu menggunakan penggulung tali bersamaan dengan penarikan jaring.

Tidak menggunakan minyak tanah atau bahan sejenisnya, FI Neon lebih ramah lingkungan. Selain itu, lampu ini mampu masuk ke dalam laut untuk menarik perhatian ikan sampai sedalaman 2-3 meter. “Perlu desain khusus supaya lampu ini bisa masuk ke dalam laut. Saya buat lampu ini kedap air dan menggunakan pemberat dari air. Walau terbuat dari akrilik, plastic dan aluminium, lampu FI Neon ini tahan di dalam air hingga baterai mulai habis,” ujar Cindy saat ditemui.

Dengan Lampu LED 30 what tak kalah terang dengan lampu petromak. Namun keunggulannya lebih tahan lama, multifungsi (penerangan dan atraktor ikan), ramah lingkungan (sumber listrik dari putaran motor perahu) serta mudah dibawa. Selama 6 bulan pengerjaan, Cindy menghabiskan dana kurang lebih Rp3 juta rupiah. Namun jika diprosuksi masal, 1 set FI Neon dibandrol sebesar Rp1 juta rupiah.

“Produk FI Neon cocok diterapkan di nelayan kecil dan sedang. Ide inovatif  dialihkannya substansi bbm dengan listrik serta konsep underwater lamp untuk phototaksis atraktor ikan  memberikan solusi positif bagi nelayan. Indonesia sebagai poros maritim dunia (program Jokowi) dan upaya kebangkitan Kementrian Maritim butuh didukung pada level mikro taktis oleh desainer produk Indonesia. Ini menjadi salah satu langkah kongkrit kami di dunia pendidikan,” ungkap Kumara Sadana Putra, S.Ds.,M.A selaku pembimbing tugas akhir Cindy. (ro)

Teks foto: FI Neon karya Cindy Eleonora Gani, mahasiswa Desain Manajemen Produk Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya.