Pakde Karwo Dampingi 6 Susilo Bambang Yudhoyono di RSI Jemursari

Pakde Karwo dampingi Presiden RI ke 6 Susilo Bambang  Yudhoyono tinjau RS Islam Jemursari SurabayaGubernur Jatim Pakde Karwo memberikan semangat kepada  pasien cuci darah di RS Islam Jemursari (2)Surabaya, KabarGress.com – Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo mendampingi kunjungan Presiden Ke 6 RI Prof Dr. Susilo Bambang Yudhoyono di Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari, Surabaya, Senin (9/2).

Tepat pukul 16.00 rombongan SBY beserta Ibu Ani Bambang Yudhoyono, Syarif Hasan, Amir Sjamsudin, Chairul Tanjung beserta Pakde Karwo memasuki halaman depan dari RSI Jemur. Rombongan diterima oleh Wagub Jatim, Drs. Saifullah Yusuf, Kepala BPJS Fahmi Idris, Ketua Yayasan RSI Jemur Prof. M. Nuh sekaligus tokoh serta ulama dari PBNU dan PWNU.

Mengenakan baju dinas berkopyah bewarna hitam, Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim tersebut terlihat sangat antusias mendengar sambutan dari SBY yang merupakan Presiden RI ke 6.

Kehadiran SBY bersama Pakde Karwo begitu dinanti oleh perawat, dokter hingga pasien. Mereka terlihat dengan rapi untuk antri mengular ingin menyapa dan bersalaman dengan Pakde Karwo dan SBY.

Presiden RI ke 6 SBY mengatakan, bahwa keberadaan BPJS dinilai sangat penting didalam membantu dan mengcover kesehatan masyarakat di Indonesia. Pembangunan yang dilaksanakan di Indonesia saat ini berorientasi pada pembangunan manusianya. Artinya, kebutuhan dasar manusia harus terpenuhi dengan mengutamakan kesehatan, pendidikan dan memiliki pendapatan yang cukup.

SBY mencontohkan, jika manusia memiliki badan dan jiwa yang sehat, mengenyam pendidikan cukup serta mendapatkan penghasilan yang layak, maka dia bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Dari komponen tersebut yang harus diutamakan adalah kesehatan badan. Karena, jika badan dan jiwanya sehat dia bisa sekolah serta bekerja sehingga mendapatkan penghasilan. Jika dia memiliki penghasilan maka dia bisa merawat kesehatan diri,” imbuhnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, dalam kepemimpinannya pemerintah telah membentuk BPJS Kesehatan pada tanggal 1 Januari 2014 sesuai dengan amanah undang-undang dan keuangan negara. “Saya berharap kebijakan dan program dari BPJS ini dapat semakin baik, berkualitas dan diperluas jangkauannya,” terangnya.

Konsep dari BPJS ini yakni berlandaskan keadilan. Masyarakat yang kaya harus membiayai untuk kesehatan dirinya selebihnya untuk membantu masyarakat miskin. Sedangkan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu negara harus hadir untuk membiayainya. “Saya mengapresiasi keberadaan RSI Jemursari ini yang terus menolong dan membantu serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat miskin yang dicover melalui BPJS. Tentunya Allah akan membalas segala jerih payah kita dalam membantu sesama,” tegasnya yang disambut riuh para tenaga medis yang memadati ruang acara di RSI Jemursari.

Sementara itu, dalam laporannya Ketua Yayasan RSI Jemursari Prof M. Nuh menjelaskan bahwa RSI Jemursari mengaku bersyukur karena kehadirannya telah banyak membantu pemerintah dalam menangani masyarakat miskin di bidang kesehatan. Tujuan dasar didirikannya RSI Jemuersari adalah untuk memberikan layanan kesehatan terbaik dan lebih terjangkau khususnya bagi keluarga menengah ke bawah.

Ia mengatakan, pada awal berdirinya RSI Jemursari terus berkomitmen agar masyarakat dapat tercover BPJS. “Kehadiran BPJS dinilai sangat membantu langsung terutama untuk layanan berbiaya tinggi seperti hemodialisa, bedah, penyakit dalam, jantung dan penyakit lainnya yang membutuhkan biaya tinggi bisa tercover dalam BPJS. Dan allhamdulillah masyarakat miskin dan kurang mampu di Jatim bisa merasakannya,” pungkasnya. (hery)

Teks foto:
– Pakde Karwo mendampingi Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono meninjau RS Islam Jemursari Surabaya.
– Gubernur Jatim Pakde Karwo memberikan semangat kepada pasien cuci darah di RS Islam Jemursari.

Leave a Reply


*