Dewan Soroti Hilangnya Sepasang Burung Jalak Bali di KBS

Surabaya, KabarGress.Com – Hilangnya koleksi satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS), Minggu (8/2/2015) yang berjenis burung Jalak Bali. Mendapat sorotan tajam dari ketua komisi B DPRD Kota Surabaya, Mazlan Mansyur. Politisi asal fraksi PKB tersebut mengatakan, hal ini disebabkan kurang adanya pengawasan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang kurang maksimal.

“Hilangnya burung ini saya rasa sangat fatal. Apalagi hilangnya sepasang burung yang langka. Hal ini perlu ada evaluasi dari pemerintah kota, agar pemerintah bisa lebih menjaga dan merawat hewan yang ada diseluruh KBS. Dan juga bagaimana cara agar hewan  terhindar dari penyakit dan hal seperti ini,” minta Mazlan, Senin (9/2/2015).

Mazlan menuturkan, Pemkot Surabaya seharusnya bisa lebih mengontrol dan merawat hewan koleksi KBS untuk lebih menjaga kelestarian satwa. Dan seharusnya bisa turun langsung ke lapangan agar mengetahui segala kekurangan dan kelemahan yang ada di KBS. Yang menyebabkan adanya hewan yang mati, bahkan hilang.

“Kan nanti dengan terjun langsung pemkot bisa melihat keadaan aslinya bagaimana. Apakah ada kandang – kandang yang kurang layak, atau mungkin ada oknum yang sengaja untuk menghilangkanya nanti jadi tau semuanya,” tuturnya.

Mazlan menegaskan, meskipun adanya pergantian direksi yang dilakukan Pemkot Surabaya, hal itu dirasa tidak membuat KBS menjadi lebih baik. Bahkan bisa dikatakan semakin buruk.
Sebab menurutnya, jika manjamen direksi diganti seharusnya bisa menjadi lebih baik bukan sebaliknya, bahkan sampai kehilangan seperti ini.

“Ini kan aneh, kenapa ada hewan hilang disaat mundurnya bu. Ratna (Dirut PDTS KBS). Ini kok bisa bersamaan. Ya nanti kami akan segera mengundang pihak manajemen KBS untuk kami rapatkan,” tegasnya.

Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Baktiono, lebih menghimbau kepada Pemkot untuk memasang Closed Circuit Television (CCTV) agar pengawasan satwa yang ada di KBS bisa lebih mudah dilakukan oleh Pemkot. Sehingga, kejadian hilangnya burung tidak terjadi lagi kepada hewan-hewan lain.

“Dengan adanya CCTV, nanti bisa di lihat jika terjadi sesuatu yang janggal disana (KBS). Dan nanti pemkot juga bisa mendeteksi seluruh hewan, baik bentuk, jenisnya dan dibawa kemana hewan itu nantinya nanti bisa ketahuan semuanya,” tambah Baktiono.

Sementara itu, Sekertaris Kota (Sekkota) Surabaya, Hendro Gunawan mengaku, pemkot sudah melaporkan kasus hilangnya dua burung Jalak Bali ini kepada Polrestabes Surabaya untuk segera mengusut kasus ini secara tuntas, agar kejadian seperti ini tidak sampai terulang kembali.

“Sekarang sudah dilakukan proses penyidikan oleh pihak kepolisian, untuk segera diperiksa, dan setelah itu akan dilakukan pemeiksaan lanjutan. Kami juga akan evaluasi kinerja dari direksi selama ini. Dan untuk pengawasan ke depannya kami akan sinergikan kinerja dari pihak direksi,” ungkapnya. (tur)

Leave a Reply


*