20/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Budayakan Kembali Kentongan Sebagai Simbol Kamtibmas

Pakde Karwo menyerahkan kentongan secara simbolik kepada  perwakilan masyarakat sebagai wujud kepedulian Pemerintah, TNI dan Polri  dalam ikut mensukseskan Kamtibmas di Jawa Timur pada khususnya di Kabupaten  JemberJember, KabarGress.com – Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo minta warga Jawa Timur kembali membudayakan kentongan sebagai simbol keamanan dan ketertiban di desa-desa. “Budaya kentongan ini, saya menyambut baik dan harus dibudayakan menjadi kebiasaan yang positif dalam masyarakat. Jika di desa, ada pembunuhan, kebakaran, pencurian hewan ternak bisa diumumkan melalui kentongan, bahwa ada tanda bahaya,” ujarnya saat memberikan pengarahan pada acarra Akselerasi Revitalisasi Potensi Masyarakat dalam rangka Mewujudkan Kamtibmas di Alun-alun Kab. Jember, Kamis (5/2).

Pakde Karwo sapaan akrabnya mengatakan, membudayakan kembali kentongan sebagai alat keamanan sangat bagus. Setiap daerah memiliki karakter masyarakat yang berbeda. Untuk itulah, budaya kentongan yang dipergunakan sebagai alat keamanan utama di setiap desa harus ditingkatkan.

Secara prinsip, Polri bersama TNI beserta aparat pemerintah desa yang merupakan trisula di desa harus kompak menjaga keamanan dan ketertiban masing masing wilayah di Jatim. “Prinsipnya, Trisula yang ada di desa yakni Babinsa, Babin Kamtibmas harus kompak menjaga dan memperkuat keamanan dan kenyamanan di setiap desa. Kentongan ini adalah salah satu upaya untuk terus memperkuat keberadaan trisula keamanan yang ada di desa,” ungkapnya yang disambut tepuk tangan sekitar 2015 peserta Kamtibmas yang mengikuti apel.

Menurutnya, situasi aman tak bisa diabaikan begitu saja. Pemerintah tidak bisa membangun dan bekerja jika situasi tidak aman, kesejahterakan masyarakat juga takkan bisa terwujud. “Jadi ada segitiga penting yang harus dilakukan. Aman dan nyaman harus dilakukan. Setelah itu melaksanakan pembangunan dengan hasil yang akan dicapai yakni masyarakat menikmati kesejahteraan,” tegasnya.

Ia menambahkan, selain rasa aman dan nyaman kita semua harus bahu membahu menciptakan lingkungan bersih. Artinya, jika situasi suatu daerahnya aman dan nyaman ditunjang dengan lingkungan yang bersih akan menciptakan masyarakat yang sehat.

Senada dengan hal tersebut, Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf mengatakan, bahwa keamanan merupakan salah satu modal dan syarat utama di dalam menunjang pembangunan. “Jatim yang dikenal dengan trisula nya, yakni Babinsa, Babinkamtibmas dan desa harus bahu membahu, bersinergi secara komperehensif untuk melakukan upaya menjaga keamanan sekaligus membantu pemerintah di dalam pengentasan kemiskinan,” tegasnya.

Ke depan, budaya membumikan kentongan untuk keamanan ini, akan dijadikan model dan dikembangkan di daerah lain yang ada di Jatim. “Kami akan meneruskan model kentongan ini hingga ke jajaran Polres se Jatim untuk bisa menduplikasi model deteksi keamanan dini bagi masyarakat di daerah,” pungkasnya. (hery)