27/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Ribuan Masyarakat Deklarasi Hidup Sehat Hindari Kanker

GUB JATIM SOEKARWO DAN KETUA YKI  JATIM NY.NINA SOEKARWO PERINGATI HARI KANKER SEDUNIA DI GRAHADI (3)Surabaya, KabarGress.Com – Gubernur Jatim Dr H Soekarwo dan Dra Hj Nina Soekarwo, MSi sebagai Ketua Yayasan Kanker Indonesia Cabang Jatim, bersama ribuan masyarakat Jawa Timur menandatangani Deklarasi Grahadi 2015 “Hidup Sehat Hindari Kanker”. Penandatanganan Deklarasi Grahadi 2015 tersebut merupakan komitmen seluruh elemen masyarakat bertepatan dengan peringatan World Cancer Day (Hari Kanker sedunia), di halaman gedung negara Grahadi, Jl. Gubernur Soeryo Surabaya, Rabu (4/2)

Komitmen meliputi tiga hal, pertama, melakukan dan memasyarakatkan gaya hidup untuk mencegah kanker. Kedua, bersedia melaksanakan dan memasyarakatkan deteksi dini, dan komitmen ketiga, meningkatkan kualitas hidup bagi penderita kanker dan keluarganya.

Penandatanganan deklarasi juga diikuti Ny Fatma Saifullah Yusuf, Ketua Jalasenastri Ny. Eko Wiratmoko, Sekdaprov Jatim Dr H Akhmad Sukardi, MM, Ketua Dharma Wanita Prov Jatim Chaerani Yuliaty Akhmad Sukardi, S.Sos, pengurus Tim Penggerak PKK, perawat, guru, pelajar, dan Yayasan Kanker Indonesia.

Masyarakat yang ikut menandatangani gerakan penanggulangan kanker di Jatim, berasal dari berbagai elemen, diantaranya tokoh agama, organisasi wanita, organisasi profesi, dan para penderita kanker.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia Cabang Jatim Dra Hj Nina Soekarwo, MSi mengharapkan agar komitmen yang telah dideklarasikan menjadi tekad bersama yang sangat kuat untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai rencana, sehingga pada akhirnya banyak orang yang dapat terselamatkan dari kanker.

“Saya berharap momentum ini semakin memperkuat jalinan kerja sama, sehingga inisiasi East Java Cancer Network dapat semakin berkembang dan berperan signifikan dalam program penanggulangan Kanker di Jatim,” harapnya.

Menurut Bude Karwo, sapaan akrabnya, YKI melakukan edukasi masyarakat mengenai pemahaman berpola hidup sehat dalam rangka menghindari kanker. Yang menjadi starting point adalah merubah mindset dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan World Cancer Day yang dimulai sejak Deklarasi Charter of Paris pada tanggal 4 Februari 1999, memuat kesepakatan para pemimpin dunia untuk mendukung gerakan global dalam penanggulangan kanker, yang pada saat itu telah diramalkan bahwa kanker akan menjadi masalah utama kesehatan secara global di abad 21.

“Kanker secara nyata ada dalam kehidupan dan menjadi masalah yang harus diatasi bersama. Tema peringatan World Cancer Day 2015 adalah “Not Beyond Us” artinya kanker masih dalam jangkauan kemampuan kita, sehingga kanker dapat di atasi dan ditanggulangi melalui kewaspadaan yang tinggi di level individu dan keluarga maupun masyarakat. Selain itu juga dukungan fasilitas pelayanan kesehatan yang baik. Kanker dapat diatasi jika diketemukan dini dan diobati dengan cara yang tepat,” katanya.

Gubernur Jatim Pakde Karwo dalam kesempatan itu juga menegaskan, kanker bukan sesuatu yang berbahaya kalau dilakukan deteksi dini (early detection). “Pengendalian kanker diawali dengan pencegahan/ deteksi dini, pengobatan dan perawatan paliatif,” ujarnya.

“Pemprov sangat peduli terhadap kanker karena sebagian penderita tidak mampu padahal biaya pengobatan cukup besar. Maka, pencegahan secara dini sangat penting meski YKI Cab Jatim sudah membantu perawatan bagi penderita yang tidak mampu, tidak hanya pasien asal Jawa Timur, tapi juga pasien dari seluruh provinsi se Indonesia,” tambahnya.

Ditambahkan, Jatim termasuk pada posisi tinggi dibanding provinsi lain. Salah satu penyebabnya gaya hidup/life style, karena rumah modern dengan desain yang tidak tepat, closet dari belakang bahaya buat kaum wanita, harus dikampanyekan sebaiknya dari depan ke belakang.

Menurut World Health Organizatiin (WHO) 2005, penyakit kanker merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia, setelah penyakit kardiovaskuler. Lebih dari 70 % dari semua kematian akibat kanker terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Pengguna tembakau saja menyumbang sekitar 1,5 juta kematian kanker per tahun.

Sementara itu, di Indonesia kanker merupakan penyebab kematian ke-7, dan dari tahun ke tahun terus meningkat, perubahan ini sudah menjadi masakah kesehatan masyarakat.

Penanganan penyakit kanker di Indonesia menghadapi berbagai kendala karena hampir 70 % penderita ditemukan dalam keadaan stadium lanjut. Padahal sebenarnya 40 % dari kanker dapat dicegah dengan diet sehat, aktivitas fisik dan tidak menggunakan tembakau.

Ketua panitia Dr dr Hendrian D Soebagyo mengatakan, tujuan mengajak masyarakat untuk memahami pentingnya hidup sehat guna mencegah kanker. Memberikan edukasi pentingnya deteksi dini, pengobatan kanker, dan penderita kanker dan keluarganya untuk tetap semangat dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Salah satu upaya YKI menggelar aksi simpatik dengan membagikan flyer on the road yang berisi tentang pemahaman cara berpola hidup sehat dan bisa mendeteksi secara dini dalam rangka menghindari kanker, tersebar di kawasan Surabaya (depan Grahadi, Jl Darmo, Taman Bungkul, sekitar RS dr Sutomo, Jl Kapasan, PTC, Jl Sukarno Hatta). (hery)