02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Iwan Sunito: Indonesia Pasar Utama Bagi Australia di Kawasan Asteng untuk Institusi Pendidikan

* Australia Menduduki Peringkat Teratas Bersama-sama Amerika Serikat Sebagai Negara Terfavorit Bagi Pelajar Asal Indonesia Yang Ingin Melanjutkan Studinya di Luar Negeri

Surabaya, KabarGress.Com – CEO dan pendiri Crown Group, perusahaan properti asal Australia yang telah dikenal secara internasional, Iwan Sunito, menegaskan bahwa saat ini perusahaannya telah menjadikan pasar Indonesia sebagai pasar utama di luar Australia. Penyataan yang dibuat oleh CEO kelahiran Surabaya ini berdasarkan raihan penjualan dan potensi yang dimiliki oleh pasar Indonesia selama 2 tahun terakhir. “Indonesia mengejutkan kami semua tentang besarnya nilai transaksi atas Sydney by Crown yang diraih hanya dalam beberapa jam saja,” ungkap Iwan Sunito.

Indonesia dengan jumlah populasi tertinggi nomor empat di Dunia merupakan negara dengan ekonomi terkuat di kawasan Asia Tenggara (Asteng). Kondisi ekonomi Indonesia saat ini didorong oleh pertumbuhan kelas ekonomi menengah Indonesia yang bahkan lebih pesat jika dibandingkan dengan negara manapun di Dunia, di luar Tiongkok dan India.

Tidaklah mengejutkan jika Indonesia saat ini telah menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-16 di dunia, dan diprediksi akan di posisi terbesar ke-7 pada tahun 2030. “Namun ada satu potensi penting yang perlu diingat, bahwa Indonesia juga merupakan salah satu pangsa pasar terbesar bagi Australia dalam hal institusi pendidikan” tambah Iwan.

Pada tahun 2012, total jumlah siswa asing yang belajar di Negara bagian New South Wales saja adalah sebesar 86,000, melonjak dibandingkan tahun 2011 yang hanya mencapai 48,000 Hal ini juga didukung dengan kondisi bahwa ada 6 universitas asal Australia yang masuk ke dalam daftar 100 universitas terbaik di Dunia Jika di kategorikan ke dalam 200 universitas terbaik di dunia, Australia menempatkan sebanyak 8 universitas. Dan apabila dikelompokkan ke dalam 500 universitas terbaik di dunia, Australia menempatkan sebanyak 19 universitasnya.

Berdasarkan The Times Higher Education World University Ranking tahun 2014-2015, 10 universitas terbaik di Australia Adalah: University of Melbourne (rangking 33 dunia), Australian National University (45), University of Sydney (72), University of Queensland (65), Monash University (83), University of New South Wales (109), University of Western Australia (157), University of Adelaide (164), University of Technology Sydney (226-250) dan University of New Castle (251-300).

Pakar hubungan Indonesia-Australia, Profesor David Hill, dari Murdoch University, yang juga memimpin lembaga Australian Consortium for ‘In-Country’ Indonesian Studies (ACICIS), mengungkapkan dalam Buku Putih Strategi Politik Luar Negerinya, menganggap Indonesia sebagai mitra dan tetangga yang paling erat.

Pada tahun 2014 jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di negara kangguru ini mencapai 17.131 mahasiswa terkonsentrasi di tiga negara bagian yaitu New South Wales dengan ibu kotanya Sydney (49,6%), Victoria dengan ibu kotanya Melbourne (29,1%) dan Western Australia dengan ibu kotanya Perth (9,4%). “Hal ini menggambarkan potensi dari salah satu karakter pembeli produk-produk Crown Group, yaitu mereka yang ingin mengirimkan anaknya untuk melanjutkan studinya di Australia,” ungkap Iwan.

Satu hal penting yang juga perlu digaris bawahi adalah tahun lalu Sydney menduduki peringkat atas dunia sebagai kota yang paling layak huni oleh PricewaterhouseCoopers (PwC). Laporan ini membandingkan 30 kota di seluruh dunia dengan enam variabel untuk mengukur kelayakan huni; semangat budaya, kualitas hidup, penduduk usia kerja, kemacetan lalu lintas, kemudahan perjalanan, serta daya tarik.

Salah satu kekuatan utama dari proyek-proyek prestisius yang dikerjakan oleh Crown Group di Sydney adalah lokasi yang selalu berdekatan dengan pusat tranportasi publik, pusat kesehatan, institusi-institusi pendidikan ternama dan tentu saja pusat perbelanjaan.

Ditopang dengan kekuatan desain arsitektur yang menakjubkan serta kelengkapan fasilitas yang sesuai dengan filosofi dari Crown Group yaitu Resor Bintang Lima, menjadikan Crown Group menjadi salah satu perusahaan pengembang utama di Australia dalam waktu relatif singkat. Crown Group didirikan oleh dua orang pengusaha kelahiran Indonesia yaitu Iwan Sunito dan Paul Sathio.

Iwan Sunito adalah seorang arsitek yang lahir di Surabaya serta sempat menghabiskan masa remajanya di Pangkalan Bun, Kalimantan tengah. Sementara Paul Sathio adalah seorang insinyur teknik sipil yang lahir di Bali.

Sejak perusahaan ini didirikan 18 tahun yang lalu, Crown Group telah memantapkan dirinya sebagai perusahaan pengembang properti mewah dengan resort-lifestyle brand yang inovatif, memiliki visi ke depan, pembangunan komplek hunian pemenang penghargaan di lokasi terbaik di Sydney. Saat ini Crown Group memiliki portofolio proyek yang sedang dikembangkan dalam lini usahanya senilai Rp38 Triliun.

Dalam beberapa bulan ke depan, Crown Group akan meluncurkan dua proyek prestisius di lokasi utama Sydney, Crown Green Square dan Crown Ashfield. (ro)