05/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Gubernur Akan Buka International Symposium Forensik Odontology

Gubernur Jawa Timur terima Panitia InaSFO Indonesian Society of Forensic Odontology International Symposium di ruang kerja Grahadi (2)Surabaya, KabarGress.Com – Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo memastikan membuka secara resmi International Symposium Forensik Odontology pada jamuan makan malam di Gedung Negara Grahadi pada 20 Pebruari 2015. Hal tersebut disampaikan saat menerima Ketua Panitia Symposium Prof. Dr. Mieke Sylvia, drg, Ms, Sp.Ort (K) DFM di Ruang Kerjanya Gedung Negara Grahadi, Rabu (4/2).

Gubernur Soekarwo menyambut baik penyelenggaraan Symposium International yang pertama kalinya di Jatim. “Kami sangat senang dan dengan tangan terbuka menerima ahli-ahli forensik dari luar negeri menyelenggarakan symposium di Grahadi. Saya berusaha hadir dan membuka Symposim pada jamuan makan malam,” ujarnya.

Lebih jauh, Pakde Karwo sapaan akrabnya mengatakan, kegiatan Symposium diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada dunia medis dan masyarakat terutama yang berkaitan dengan dunia kedokteran khususnya forensik.

Ketua Panitia Symposium Prof. Dr. Mieke Sylvia, drg, Ms, Sp.Ort (K) DFM menjelaskan, Symposium ini dimaksudkan agar dunia kedokteran dan masyarakat bisa saling mengidentifikasi korban bencana.

Menurutnya, Indonesia dan Jatim adalah termasuk daerah yang sering terjadi bencana alam maupun musibah yang sering memakan korban. Untuk itulah, ahli-ahli forensik bisa mengidentifikasi dari mulai sidik jari, gigi dan DNA. “Jika identifikasi yang dilakukan dari sidik jari gagal, bisa dilakukan menggunakan gigi. Karena gigi adalah bagian yang paling kuat,” terangnya.

Symposium membawa misi kepada dunia kedokteran melalui BPJS agar setiap dokter gigi melakukan rekam medik terhadap gigi. “Alangkah baiknya jika terjadi bencana seperti tanah longsor hingga kapal tenggelam memiliki data kesehatan tentang gigi,” ungkapnya.

Misi kami selanjutnya, dengan adanya Symposium ini akan tercipta kesadaran terhadap masyarakat yang bekerja dengan resiko kecelakaan kerja tinggi bisa menyimpan data tentang gigi. Untuk kebutuhan forensik. “Symposium tersebut mengajarkan kepada para medis untuk lebih giat membuat suatu data melalui pemeriksaan gigi. Saya juga bersyukur karena Pak Gubernur akan berkenan hadir dan membuka Symposium ini yang akan dihadiri oleh ahli-ahli forensik di seluruh dunia seperti Italia, Australia, Belgia, Jepang, Prancis, Malasyia, Thailand hingga Srilangka.,” pungkasnya. (hery)