18/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Pakde Karwo Minta Alumnus LPDP Berperan Atasi Daging dan Tebu

Gubernur Jatim Soekarwo menyampaikan gagasannya menyambut  alumnus LPDP angkatan I di acara ILF 2015 yang diselenggarakan di Gedung  Dhanapala Kemenkeu RI JakartaJakarta, KabarGress.com – Belum terpenuhinya 132 ribu ton daging di Jawa Timur dan rendahnya hasil rendeman tebu sebesar 7,3 menjadi pemikiran serius Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo. Orang nomor satu di Jawa Timur yang akrab disapa Pakde Karwo itu menilai kalau dua persoalan sederhana tersebut penting untuk dipikirkan bersama. Melihat pesoalan itu, Pakde Karwo meminta kepada alumnus Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) angkatan pertama yang mendapatkan bea siswa menimba ilmu di Perguruan Tinggi di luar negeri itu bisa ikut memecahkan persoalan tersebut hingga mampu memberikan kontribusi nyata kepada  masyarakat Indonesia.

“Persoalan-persoalan ini yang harus kita pikirkan bersama. Jangan minta gaji besar dulu, tapi kalau memang benar-benar bisa menyelesaikan persoalan tersebut maka akan didoakan oleh warga Jawa Timur. Doanya masyarakat Jatim itu manjur,” kata Pakde Karwo yang disambut tepuk tangan saat diberikan kesempatan menyampaikan gagasannya mengatasi persoalan bangsa di acara Indonesia Leadership Forum (ILF) 2015 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dengan mengambil tema “Driving The Future Through Leadership Investment” di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI, Jakarta pusat, Senin (2/2) malam.

Lebih lanjut Pakde Karwo menyampaikan, persoalan kekurangan daging sebesar 132 ribu ton itu dipandang sangat penting untuk segera direalisasikan. Salah satu solusi yang ditawarkannya adalah dengan cara menarik investasi. “Kita sekarang masih import terus, makanya kita harus menarik investasi. Kalau perlu uang gubernur BI bisa disalurkan kesitu,” katanya.

Di dalam negeri sendiri, sebut Pakde Karwo, pemenuhan daging dipandangnya sangat fluktuatif. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kondisi pakan ternak. “Kalau pakan ternaknya terpenuhi maka persoalan pakan yang mencapai 70 persen pembiayaan. Tetapi kalau pakannya hijau berkualitas, maka bisa menekan hingga 50 persen,” paparnya.

Nah sekarang inilah dibutuhkan pemikir-pemikir alumni LPDP untuk menemukan jenis varietas pakan ternak yang berkualitas. Supaya para peternak tidak terbebani biaya pakan dan kita mampu bersaing dengan produk ternak luar negeri.

Selain persoalan pemenuhan daging dalam negeri, Pakde Karwo yang sudah memimpin Jawa Timur dua periode itu juga menyampaikan persoalan gula. Menurut Pakde Karwo, kemajuan zaman serta majunya teknologi yang saat ini terus berkembang tak berbanding lurus dengan hasil rendeman tebu yang saat ini bersandar pada angka 7,3. “Ini juga persoalan yang harus kita pikirkan, utamanya oleh adik-adik LPDP,” jelasnya.

Pakde Karwo mencontohkan, dengan kemajuan teknologi yang sekarang berkembang, nilai rendeman di Brasil sudah mencapai angka 13. Sedang di jaman Belanda dulu, rendemen tebu mencapai 14. “Kalau mereka bisa mengapa kita tidak bisa. Karena apa, karena ini untuk kepentingan para petani kita,” ungkapnya.

Untuk memenuhi keinginan itu, Pakde Karwo mengusulkan kepada sebagian alumnus LPDP angkatan pertama yang jumlahnya mencapai 104 orang itu bisa melakukan riset di bidang pembibitan tebu. “Masak kita tidak bisa seperti negara-negara lain yang rendemannya bisa naik sampai 13 atau 14,” tutur Pakde Karwo.

Sementara sebelumnya, Direktur Utama LPDP Eko Prasetyo menyampaikan, kalau alumnus LPDP angkatan pertama yang jumlahnya mencapai 104 pemuda dan pemudi pilihan dari seluruh Indonesia ini dibiayai oleh negara. Ratusan generasi bangsa itu diberikan kesempatan untuk mendapatkan bea siswa belajar ke beberapa perguruan tinggi ternama di negara lain. Kendati mendapatkan kesempatan belajar secara gratis di universitas ternama di luar negeri, syarat mutlak yang diberikan kepada mereka, sebut Eko Prasetya hanya satu, yakni wajib kembali ke Indonesia usai menyelesaikan masa pendidikannya. “Diharapkan, mereka-mereka ini bisa membangun bangsa dan negaranya, yakni lewat bidang-bidang yang mereka tekuni selama ini,” kata Eko.

Mendikbud pada kesempatan itu menyampaikan agar para alumni ini tidak menerapkan ilmu yang diperoleh dari luar negeri, tetapi lewat ilmu tersebut ikut menyelesaikan persoalan bangsa. “kalau menerapkan ilmu cenderung menjadi pengajar atau peneliti, yang kita harapkan saudara-saudara kelak menjadi pemimpin yang ikut menyelesaikan persoalan bangsa,” tegas Anies Baswedan.

Ikut hadir pada kesempatan itu tampak Wakil Menteri Keuangan yang juga selaku Dewan Penyantun LPDP Prof. Mardiasmo, Menteri Pendidikan Anies Baswedan, Menteri Pendidikan Rudi Antara, Gubernur BI Agus Marto Wardoyo serta Sekjen Riset dan Teknologi. Acara ILF 2015 yang dikemas santai itu juga menghadirkan seluruh lembaga pemerintahan, kepala daerah seluruh Indonesia, perwakilan negara sahabat serta CEO seluruh Perbankan. (her)