02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Dipicu Kenaikan Tarif Angkutan Udara, Inflasi Jatim Lampaui Nasional

SairiSurabaya, KabarGress.Com – Tarif angkutan udara yang mengalami kenaikan menyusul diberlakukannya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 91 tahun 2014 yang mengatur tarif batas bawah angkutan udara sekurang-kurangnya sebesar 40% dari tarif batas atas, telah memicu melambungnya angka inflasi di Jawa Timur pada Januari lalu.

“Dari inflasi sebesar sebesar 0,20%, komoditas angkutan udara memberikan kontribusi hingga 0,15%. Selain itu, kecelakaan AirAsia juga memberikan imbas signifikan. Penumpang memilih naik maskapai full service seperti Garuda Indonesia,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, M. Sairi Hasbullah di kantornya, Senin (2/2/2015).

Disebutkan, tarif angkutan udara mengalami inflasi sebesar 14,19%. Sedangkan tarif kereta api mengalami kenaikan menyusul pengalihan subsidi untuk Kereta Api (KA) ekonomi jarak jauh dan sedang. “Selain dua komoditas tersebut, yang memberikan sumbangan inflasi adalah harga daging dan telur ayam ras, tukang bukan mandor, beras, emas perhiasan, sewa rumah, wortel dan upah pembantu rumah tangga,” terang Sairi.

Menurut Sairi, inflasi Jatim pada Januari melampaui nasional yang justru mengalami deflasi 0,24%. “Artinya ketika harga-harga secara nasional turun, di Jatim justru naik. Meskipun lebih tinggi dibandingkan nasional, namun inflasi Jatim di Januari 2015 ini tergolong rendah. “Selama lima tahun terakhir ini yang terendah,” ujarnya.

Pada 2014, di bulan yang sama, inflasi Jatim sebesar 1,06% dan di 2013 0,97%. “Penyebabnya bukan karena kegagalan pemerintah mengendalikan harga. Beberapa bahan makanan juga menyumbang deflasi seperti cabai merah, cabai rawit, bayam, bandeng dan buncis,” katanya.

Sementara itu, dari enam ibu kota provinsi di Pulau Jawa inflasi di Surabaya yang tertinggi. Ibu kota provinsi yang juga mengalami inflasi adalah Yogyakarta sebesar 0,13%. Sedangkan ibukota provinsi yang lain seperti Semarang, Jakarta, Serang dan Bandung mengalami deflasi.

Laju inflasi tahun kalender (Desember 2014- Januari 2015) Jatim mencapai 0,29%. Inflasi year-on-year (Januari 2015 terhadap Januari 2015) Jatim sebesar 6,86%. Angka ini lebih rendah daripada inflasi yoy Januari 2014 sebesar 7,65%. (Ro)

Teks foto: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, M. Sairi Hasbulla.