17/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Dicari Raja dan Ratu Dongeng di Jatim

Surabaya, KabarGress.Com – Untuk pertama kalinya Audisi Indonesia Mendongeng yang diselenggarakan Dewan Pengurus Nasional Forum Pemuda Pelopor yang juga penggagas Gerakan Nasional Indonesia Mendongeng dilaksanakan di Jawa Timur. Kegiatan pendaftaran yang dibuka sejak 1 Pebruari dan ditutup pada 28 Pebruari akan mencari empat wakil dari Jatim yang akan diajukan dalam laga nasional. Dalam audisi juga mencari pewaris Raja dan Ratu Dongeng 2015, juga memperebutkan hadiah yang total nilainya mencapai ratusan juta.

Kegiatan yang rencananya ditayangkan disalah stasiun televisi swasta nasional ini akan menjaring peserta yang memiliki bakat dan kemampuan mendongeng. “Mereka yang berbakat dan memiliki talenta mendongenglah yang nantinya akan dipilih mengikuti audisi nasional,” kata Bagus Hariyanto, Ketua Harian Forum Pemuda Pelopor Nasional.

Indonesia Mendongeng adalah sebuah upaya untuk mengembalikan budaya bangsa yang hampir punah. Program Indonesia Mendongeng menjadi strategi pilihan Forum Pemuda Pelopor untuk berperan aktif dalam Nation Character Building.

Era globalisasi melahirkan dunia yang tanpa batas dan menghilangkan batas-batas, baik batas budaya dan batas sosial bermasyarakat. Hal ini menjadi ancaman keberlangsungan budaya luhur suatu bangsa, oleh karena itu Forum Pemuda Pelopor merasa terpanggil untuk menjaga eksistensi budaya luhur Bangsa Indonesia sebagai identitas diri suatu Bangsa.

Di Jawa Timur, pelaksanaan audisi rencananya dilaksanakan pada 14 Maret yang dipusatkan di Gedung PKK Jatim di Surabaya. Audisi ini bersifat individu atau perorangan dan terbuka untuk umum (mahasiswa, guru TK, PUD, dll), peserta berusia 17-40 tahun, mengisi formulir pendaftaran yang dapat di unduh di www.forumpemudapelopor.org dan wajib mengirimkan kepanitia selambat-lambatnya tanggal 28 Pebruari.

Dikatakannya, pada saat audisi peserta juga dapat membawa sarana pendukung mendongeng atau properti mendongeng. Materi dongeng disiapkan oleh peserta dan bersumber dari cerita rakyat yang bernilai pendidikan budi pekerti dan tidak mengandung unsur SARA, pornoaksi dan kekerasan.

Adapun kriteria penilaian, meliputi isi cerita, intonasi dan artikulasi, ekspresi, talenta, dan durasi waktu maksimal 3 (tiga) menit. Selama tampil tiga menit dihadapan tim juri, peserta menyampaikan materi dongeng dengan cara gaya bertutur (olah vokal) disertai dengan pantomim/olah tubuh dan dapat ditambah dengan perangkat pendukung lain yang dapat memperjelas materi dongeng.

Pada audisi ini, bertindak selaku komentator tetap diantaranya Kak Seto Mulyadi yang merupakan aktivis perlindungan anak dan juga anggota Komisi Perlindungan Anak, Kak Kusumo Priyono yang merupakan Raja Dongeng Nasional, dan Bunda Rita Widyasari yang juga Bunda PAUD Nasional. (ro)