22/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Arus Petikemas Internasional di TPS Meningkat 2 Persen

PT TPSSurabaya, KabarGress.Com – Arus Petikemas Internasional di PT. Terminal Petikemas Surabaya (TPS) tahun 2014 meningkat 2 persen dibandingkan 2013. “Tahun ini Arus Petikemas Internasional mencapai 1.206.641 Twenty Foot Equivalent Unit (TEUs), sedangkan tahun lalu mencapai 1.177.530 TEUs,” ungkap Legal Commercial Manager PT TPS, Erika Palupi, kepada wartawan di Surabaya, Jumat (30/1/2015).

Menurut Erika, meningkatnya arus petikemas internasional terjadi karena sejalan dengan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur sebagai pintu perdagangan di wilayah timur Indonesia. “Jika pertumbuhan ekonomi meningkat otomatis akan berdampak pada meningkatnya arus petikemas internasional,” terangnya.

Namun diakui pada 2014 arus petikemas domestik mengalami penurunan, dari 188.087 TEUs pada 2013 turun menjadi 161.756 TEUs di 2014. Meski mengalami perbedaan untuk skala domestik dan internasional, namun secara keseluruhan arus petikemas di TPS tumbuh sebesar satu persen, dari 1.356.617 TEUs pada 2013, menjadi 1.368.397 TEUs di 2014.

Karenanya, lanjut Erika, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) merencanakan akan mengeruk kolam dermaga yang bertujuan memperbesar arus petikemas domestik dan mempertahankan kedalaman pada program 2015. “Pengerukan sebenarnya sudah dilakukan bertahap dan terakhir Desember 2014, namun tahun ini masih akan tetap dilakukan,” ujar Erika didampingi Kepala Humas PT TPS, M. Sholeh.

Disebutkan, posisi sekarang kolam dermaga domestik memiliki kedalaman 4 meter dan ke depan akan diperdalam hingga mencapai 7 meter di dermaga sepanjang 150 meter. Ini dilakukan TPS agar arus petikemas domestik semakin tumbuh dan tidak sampai mengalami penurunan seperti yang terjadi tahun 2013 hingga 2014. “Selain mengeruk kolam dermaga, ada tiga kran petikemas (container crane) internasional yang dioperasikan ke domestik,” tukasnya.

Upaya lain sebagai perbaikan layanan, berupa perluasan lapangan penumpukan, total seluas 6 ha. Tahap pertama dilaksanakan awal 2015 dengan total perluasan 3 ha. Kemudian optimalisasi Container Freight Station (CFS), perluasan lapangan penumpukan untuk petikemas domestik, pengoperasian Translifter dan Cassettes (yang pertama dan satu-satunya di Indonesia), perawatan dan perbaikan CC sebagai upaya peningkatan kinerja CC.

“Juga perbaikan landasan lapangan penumpukan dan pengerasan jalur RTG, seluruhnya dalam rangka memperbaiki lalu lintas, baik lalu lintas alat maupun RTG yang pada akhirnya membuat layanan lebih aman dan cepat. Serta pembenahan alat secara berkesinambungan, termasuk pembelian 5 unit ITV baru,” imbuhnya. (ro)