02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

DPD Fraksi Golkar Buka Pendaftaran Cawali 2015

Surabaya, KabarGress.Com – DPD Partai Golkar Kota Surabaya mulai membuka pendaftaran bakal Calon Wali Kota (Cawali) Surabaya yang akan dipersiapkan dalam Pilkada 2015.

“Sejak Minggu (25/1/2015) sudah dibuka pendaftaran bakal cawali di kantor DPD Golkar Surabaya,” kata Wakil Ketua Bidang Perempuan DPD Partai Golkar Surabaya, Pertiwi Ayu Krishna Selasa (27/1/2015).

Menurut dia, sejak SK Tim Seleksi Penjaringan Cawali Surabaya sudah turun, pihaknya menggelar rapat internal. Adapun Ketua Tim seleksi adalah Fatkhur Rahman yang sebelumnya sebagai Ketua Pemenangan Pemilu 2014 di Surabaya.

Ia mengatakan, Golkar Surabaya menerima bakal calon baik dari kader partai maupun dari luar partai. “Dari mana saja kita akan suport, silahkan saja,” ujarnya.

Saat ditanya calon dari internal Golkar sendiri, Ayu mengatakan hingga saat ini yang mulai muncul baru Blegur Prijanggono mantan anggota DPRD Surabaya periode 2009-2014 sekaligus Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNIP) Jawa Timur.

“Saat ini baru pak Blegur yang kelihatan. Kalau Pak Adies Kadir (Ketua DPD Golkar Surabaya dan sekaligus anggota DPR RI) belum ada kejelasan. Di tunggu aja,” kata Ayu yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya.

Sementara saat ditanya, apakah ia akan maju dalam Pilkada Surabaya, Ayu mengatakan hingga saat ini belum ada pemikiran ke arah sana. “Saya fokus jadi anggota dewan saja,” katanya.

Begitu juga saat ditanya sosok Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang diperkirakan akan maju lagi dalam Pilkada Surabaya 2015, Ayu mengatakan tidak menutup kemungkinan Golkar akan mempertimbangkan untuk mengusung Tri Rismaharini (Walikota).

Untuk mengusung calon tersebut, kata dia, pihaknya akan menggelar uji kelayakan terhadap para bakal calon yang sudah mendaftar. “Tapi tetap mereka akan disurvei untuk apakah mereka layak pimpin Surabaya atau tidak,” katanya.

Hasil dari uji kelayakan itu, lanjut dia, akan ditawarkan jika nantinya Golkar akan melakukan koalisi dengan partai-partai lain. Hal ini dikarenakan Golkar Surabaya hanya memiliki empat kursi sehingga perlu koalisi dengan partai lain. (tur)