27/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Kerjasama TNI dan Masyarakat Ikut Dukung Jatim Swasembada Pangan

Wagub Saifullah Yusuf bersama  KASAD Jendral TNI Gatot  Nurmantyo, Bupati Bojonegoro Suyoto, Dirjen Tanaman Pangan Hasil Sembiring,  Pangdam V Brawijaya Mayjen Eko Wiratmoko melakukan dialogBojonegoro, KabarGress.com – Kerjasama TNI dan masyarakat ikut mendukung keberhasilan Jawa Timur untuk swamsembada pangan. TNI ikut melakukan percepatan pembangunan di Jatim, bahkan memiliki perhatian untuk memajukan pertanian. Inilah yang dapat mendukung swasembada pangan di Jatim.

“Jika kerjasama ini terus dilakukan di seluruh Jatim, maka Jatim tetap menjadi nomor satu di bidang pertanian,” kata Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf saat Dialog Interaktif dan Unjuk Karya Panen Padi di Desa Gedung Arum Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro, Rabu (21/1).

Ia mengatakan, pemprov terus melakukan langkah-langkah guna mendukung swasembada pangan di Jatim. Salah satunya, Pemprov Jatim menggandeng TNI untuk mencegah pemburukan alih lahan, yang menyalahi Perda No. 5 Tahun 2012 tentang RT-RW Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan data Badan Pertahanan Nasional (BPN) luas mutasi lahan RTRW menjadi pemukiman di Jatim mencapai 4.227,75 hektare sepanjang 2010-2013. Luas tersebut setara dengan potensi kehilangan beras sejumlah 49.662 ton.

Sedangkan untuk sebaran lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) kabupaten/kota di Jatim sebagian telah selesai dibuat perda-nya, sedangkan sebagian lain masih dalam proses. Kabupaten/kota yang sudah memiliki perda antara lain. Bondowoso, Jombang, Malang, dan Tulungagung.

Untuk itu, Gus Ipul menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang dilakukan TNI. TNI banyak ikut melakukan percepatan pembangunan di Jatim. Selain pertanian, Pemprov Jatim bersama dengan TNI melakukan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Ada sekitar 20 ribu RTLH dalam satu tahun dibenahi.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Drs. H. Suyoto, MSi mengatakan, penyerapan gabah tertinggi di Indonesia berasal dari Kabupaten Bojonegoro. Kab. Bonegoro sudah berhasil panen 800.586 ton gabah. Untuk konsumsi masyarakat Bojonegoro sebanyak sekitar 450 ribu ton. Tahun ini, Petani Bojonegoro bisa menjual hampir 400 ribu ton gabah. “Artinya Kabupaten Bojonegoro mengalami surplus 400 ribu ton gabah,” katanya.

Dijelaskannya, sebelum panen padi saat ini, Bupati Bojonegoro bersama Dandim dan Ketua DPRD Bojonegoro telah melakukan panen bawang merah di Kedungadem minggu lalu. Sedangkan untuk minggu depan,akan dilakukan panen bawang merah di luas lahan seluas 600 hektar.

Berdasarkan data, lahan pertanian Kabupaten Bojonegoro mencapai 85 ribu hektar dari 235 ribu hektar. Dari lahan pertanian tersebut, 77 ribu hektar digunakan pertanian padi. 40 ribu hektarnya bisa panen sebanyak dua kali. 38 hektarnya panen sekali, sedangkan 6 ribu hektar panen sesekali. Ini disebabkan karena 6 ribu hektar tersebut merupakan kebun-kebun yang diubah jadi tanaman padi.

Sesuai perhitungan Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, produksi padi di lahan banjir di Kecamatan Kanor berkisar 8-10 ton gabah kering panen (KGP). Untuk panen saat ini, hasil yang dapat dicapai minimal 10 ton per hektarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan, TNI AD akan membantu masyarakat melalui Departemen Pertanian untuk mewujudkan swasembada pangan. Untuk mewujudkannya, diperlukan kerjasama dengan pemerintah, TNI, dan masyarakat. “TNI wajib membantu mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya, Gus Ipul bersama KASAD, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian pertanian RI Dr. Ir. Hasil Sembiring, MSc, Bupati Bojonegoro melakukan panen raya bersama Petani Bojonegoro. KASAD juga melakukan penandatanganan MoU dengan PT. Pupuk (Persero), PT. Pertani (Persero), dan PT. Sang Hyang Sri (Persero). (hery)

Teks foto: Wagub Saifullah Yusuf bersama KASAD Jendral TNI Gatot Nurmantyo, Bupati Bojonegoro Suyoto, Dirjen Tanaman Pangan Hasil Sembiring, Pangdam V Brawijaya Mayjen Eko Wiratmoko melakukan dialog.