22/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Pelayanan Bebas Beser Harus Disosialisasikan di Jatim

Ketua BKOW Jatim Fatma Saifullah Yusuf bersama pengurus  BKOW lainnya mengikuti praktek di acara Workshop Pelayanan Bebas Beser di  Ruang Kadiri Kantor Gubernur Jl. Pahlawan Sby,,.Surabaya, KabarGress.com – Program pelayanan bebas beser yang diselenggarakan Tim Pelayanan Publik RSU Haji Surabaya harus disosialisasikan secara meluas di Jatim. Salah satu programnya yakni melalui kegiatan senam beser untuk pencegahan beser. Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Timur Ny. Hj. Ummu Fatma Saifullah Yusuf saat Workshop Pelayanan Bebas Beser oleh BKOW Prov. Jatim dan Tim Pelayanan Publik RSU Haji Surabaya di Ruang Rapat Brawijaya Kantor Gubernur Jatim Jl. Pahlawan No. 110 Surabaya, Selasa (20/1).

Ia mengatakan, sosialisasi ini penting dilakukan karena sangat bermanfaat bagi yang berusia lansia dan sering mengalami beser. Sosialisasi ini bisa dilakukan melalui organisasi-organisasi yang ada di masyarakat. “Program pelayanan bebas beser ini menjadi salah satu yang dilombakan tingkat nasional. Setelah ini, diharapkan ibu-ibu yang hadir mau menyosialisasikan program ini kepada masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskannya, beser adalah keinginan untuk buang air kecil yang tidak ada habisnya. Masalah tersebut terdengar sepele, tetapi bisa mengganggu aktivitas. Untuk itu, dengan adanya program pelayanan ini, diharapkan permasalahan beser bisa diatasi sedini mungkin.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Dr. Ida Widyastuti, SpKK mengatakan, pelayanan bebas beser merupakan salah satu program layanan publik di RSU Haji Surabaya yang dilakukan oleh tim medis dan fisioterapi dari instalasi rehabilitasi medik. Pelayanan bebas beser ini tidak hanya disosialisasikan pada Puskesmas binaan, Posyandu Lansia.

Ia menyampaikan, keluhan beser terbanyak pada wanita, sehingga RSU Haji menyosialisasikan program ini kepada BKOW Prov. Jatim. Dalam hal ini, RSU Haji Surabaya menyampaikan teknik atau senam khusus yang sederhana, sehingga bisa direplikasi oleh kelompok masyarakat. Harapannya, dapat mencegah potensi terjadi keluhan beser.

Sementara itu, Narasumber Workshop Pelayanan Bebas Beser Dr Rita Vivera Pane SpKFR menjelaskan, Inkontinensia urine (beser) lebih dimaknai dengan keluarnya urine tanpa disadari, tidak bisa ditahan yang ditimbulkan/menimbulkan masalah kesehatan, sosial, higine dan ekonomi. Biasanya orang Jawa menyebutnya dengan istilah ”Beser”.

Ia menyampaikan, ada beberapa latihan yang digunakan untuk mencegah atau mengatasi beser antara lain senam beser, kegel exercise dan Pelvic Floor Muscle Treatment (PFMT).

Dikatakannya, RSU Haji Surabaya memiliki pelayanan bebas beser melalui Poli Beser Rehabilitasi Medik. Adapun pelayanan yang diberikan seperti pemeriksaan kekuatan otot dan kelenturan, pemeriksaan dengan EMG permukaan, pemeriksaan MMT, postural exercises, internal dan eksternal massage, myofascial release. Dan Relaxation techniques and diaphragmatic breathing. (hery)