05/12/2020

Jadikan yang Terdepan

VMware Umumkan Tren Teknologi dan Prediksi 2015

* Produktivitas, Efisiensi dan Kontinuitas Bisnis Pengaruhi Proses Adopsi TI di Indonesia dan Wilayah ASEAN Lainnya

* Pendekatan berbasis software-defined dalam pengelolaan TI menjadi jawaban bagi tantangan bisnis terkait produktivitas dan agility

Andreas Ananto KagawaJakarta, KabarGress.Com – Tahun 2014 menjadi penanda berlangsungnya transformasi TI, dari strategi berbasis cost center ke center of business intelligence. Meskipun begitu, Cloud, Big Data analytics dan mobilitas enterprise masih menjadi prioritas utama dalam bisnis, seperti terungkap dari hasil temuan 2014 Cloud Readiness Index1 yang menyajikan seluruh gambaran tingkat serapan teknologi per region. Di wilayah regional sendiri, tahun 2014 juga diwarnai dengan begitu agresifnya pengadopsian berbagai inisiatif berbasis TIK oleh pihak pemerintah dari negara-negara di kawasan ASEAN, mulai dari pembangunan Smart Nation di Singapura hingga penyusunan masterplan2 di Indonesia yang berperan sebagai penyokong infrastruktur dalam rangka persiapan ASEAN Economic Community 2015.

“Seiring agresifnya pengadopsian teknologi di wilayah regional, tahun 2014 juga menjadi tahun yang penuh momentum bagi VMware. Kami menanamkan berbagai investasi yang signifikan dan melakukan ekspansi portofolio solusi guna memenuhi segala kebutuhan CIO dan bisnis akan fleksibilitas, agility dan inovasi supaya bisnis terus berkibar,” ujar Andreas Ananto Kagawa, Country Manager VMware Indonesia. “Upaya yang kami lakukan tersebut meliputi akuisisi AirWatch3 senilai $1,11 miliar guna memperluas kapabilitas komputasi end-user yang kami miliki dalam rangka menyediakan berbagai pilihan dukungan mobilitas berkelas enterprise yang tangguh untuk bisnis.”

Selain itu, dalam rangka memetakan kembali seluruh lonjakan kebutuhan akan solusi yang bertujuan untuk meningkatkan mobilitas dan produktivitas, VMware juga telah menawarkan beragam kapabilitas yang fokus mendukung perusahaan dalam membangun software-defined enterprise dan data center melalui berbagai inovasi dan kerja sama strategis dengan para pemain global, seperti Google dan Pivotal.

Dari sejumlah akuisisi dan kerja sama yang dilakukan, seperti kerja sama VMware dengan Telkomsigma yang menawarkan solusi komputasi awan yang aman, inovasi-inovasi yang disuguhkan oleh VMware selama tahun 2014 dilandasi oleh semangat dalam menghadirkan dukungan untuk perubahan bisnis dan upaya VMware dalam mendorong terjadinya proses transformasi secara global dan sekaligus di lingkup lokal secara bersamaan. Di tengah ledakan mobilitas yang terjadi di seluruh kawasan ASEAN, tren bisnis dan keuntungan yang dihadirkan oleh enterprise mobility sejak 2014 masih menjadi kunci serta landasan VMware dalam menetapkan strategi dan terus akan menjadi fokus dalam mendukung pesatnya bisnis VMware di tahun 2015.

2015: Transformasi ASEAN

International Monetary Fund (IMF) meramalkan4 bahwa 2015 akan menjadi tahun yang menjanjikan bagi ASEAN dengan pertumbuhan sebesar 5,6%, meningkat dari pertumbuhan di tahun 2014 yang tercatat sebesar 4,6%. Tahun 2015 juga dipastikan akan menjadi tonggak dimulainya penerapan ASEAN Economic Community (AEC). Untuk kawasan semajemuk ASEAN, integrasi ekonomi mutlak memerlukan dukungan TI guna memastikan kokohnya kolaborasi dan integrasi. Kehadiran TI yang serentak yang berperan sebagai business enabler dalam rangka mengatasi tantangan-tantangan infrastruktur masih akan memegang kunci utama di tahun 2015.

“Pesatnya produktivitas, pemangkasan biaya enterprise dan kepastian akan kontinuitas bisnis masih menjadi kontributor penting dalam proses pengadopsian teknologi di wilayah ASEAN. Hal tersebut juga menjadi kunci utama dalam memenangkan pasar. Terbukti telah mampu memangkas belanja modal hingga 70% dan meningkatkan produktivitas TI mencapai 200%, pendekatan berbasis software-defined dalam pengelolaan TI menjadi jawaban bagi tantangan bisnis terkait produktivitas dan agility,” ujar Andreas Kagawa.

Andreas menambahkan, VMware menggarisbawahi tiga hal pokok dalam penggelaran TI yang patut dipertimbangkan oleh bisnis di tahun 2015 ini dalam rangka membangun software-defined enterprise:

· Software-Defined Data Center (SDDC)

Software-defined networking, storage, data center dan keamanan akan mulai matang. Terlebih lagi, jika merujuk laporan yang dilansir oleh IDC atas kuasa VMware pada bulan Oktober 2014 yang bertajuk, “Empowering Organizations in a Software Defined World”, bisnis di kawasan ASEAN dari tahun 2003 hingga 2020 diperkirakan akan mampu memangkas pengeluaran hampir US$7 miliar.

Hanya melakukan virtualisasi server saja memang memiliki keterbatasan dalam meningkatkan nilai. Namun, jika virtualisasi tersebut dikombinasikan dengan infrastruktur yang terotomatisasi penuh, maka pengelola TI bisa menghadirkan tingkat agility TI seperti yang didambakan oleh perusahaan.

Menurut IDC5, infrastruktur terintegrasi dan platform akan tumbuh sebesar 26% dan mencapai nilai US$1,47 miliar di 2015. Guna memenuhi kebutuhan akan bisnis digital yang terus berubah-ubah dengan pesat, serta dalam rangka melakukan proses scale up dan scale down sistem dengan cepat, komputasi perlu dialihkan dari model statik ke model dinamik.

· Hybrid Cloud

Di seluruh region, menurut catatan VMware APJ Cloud Index 2013, sekitar dua pertiga dari para pengampu kebijakan TI menyampaikan bahwa mereka memiliki rencana untuk melakukan investasi besar-besaran pada private cloud dan hybrid cloud. Serupa dengan hal itu, analis6 IDC juga memprediksikan bahwa hybrid cloud akan menjadi pilihan infrastruktur data center di 2015.

Di akhir 2015, 20-25% dari enterprise diramalkan akan telah berpijak di lingkungan hybrid cloud dengan SDDC dan/atau infrastruktur terintegrasi.

Konsumsi dan penciptaan data yang meningkat juga telah memicu peningkatan kebutuhan bagi bisnis untuk melirik cloud, di mana model hybrid cloud dirasa akan mampu mendukung dilakukannya pendekatan-pendekatan yang harus mereka lakukan dalam rangka memperluas data centers (private cloud) milik mereka ke public cloud dengan baik dan tanpa mengkompromikan yang lain.

· End-User Computing

Di tahun 2015, Forrester7 meramalkan pesatnya pertumbuhan sejumlah bisnis di kawasan Asia Pasifik yang memanfaatkan perangkat tablet/laptop hybrid sebagai awal dari petualangan enterprise mobility mereka. Terlebih lagi, proses transisi TI di lingkungan enterprise yang mulai beranjak ke model penyampaian bisnis secara mobile-centric didukung oleh generasi angkatan kerja yang cakap software yang jumlahnya akan terus bertambah tiap tahunnya. Dari studi yang dilakukan VMware terhadap para end-user melalui gelaran VMware MeConomy 2014, terungkap bahwa 28% dari jumlah mahasiswa yang diteliti mengungkapkan bahwa mereka mempertimbangkan untuk menghindari bekerja di perusahaan yang membatasi akses ke perangkat pribadi mereka saat bekerja.

Angkatan kerja di kawasan ASEAN yang memiliki mobilitas tinggi juga menghadirkan beragam kesempatan bagi bisnis untuk selalu siaga atau always-on, kapan dan di manapun. Dengan perangkat mobilitas serta kapabilitas yang tepat, strategi kontunuitas bisnis yang telah direncanakan dapat segera diwujudkan, sehingga diharapkan mampu memangkas waktu tundaan seminimal mungkin, terutama saat terjadinya krisis maupun gangguan-gangguan bisnis lainnya.

Bisnis-bisnis berciri modern yang kian tumbuh pesat di kawasan ASEAN akan mulai memantau sejauh mana karyawan-karyawan mereka dapat memanfaatkan mobile moments dan tentunya mereka yang sukses, pada umumnya adalah karyawan yang mengutamakan customer mobility, bukan enterprise mobility. (ro)