Jatim Jajaki Kerjasama Bisnis dengan Victoria Australia

gub jatim terima commisioner to Indonesia Government of  Victoria Australia Mr.Brett Stevens di grahadi (1)Surabaya, KabarGress.com – Jawa Timur menjajaki kerjasama bisnis dengan Negara Bagian Victoria, Australia. Pemprov Jatim akan menyampaikan prospektus kerjasama untuk setiap peluang yang dimiliki kepada Pemerintah Victoria Australia. Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo saat menerima Perwakilan Pemerintah Victoria Australia yang dipimpin Mr. Brett Stevens di Gedung Negara Grahadi, Kamis (15/1).

Ia menjelaskan, Jatim memiliki posisi yang penting bagi Indonesia bagian timur. Jatim paling efisien untuk menjadi hub port dan pintu utama untuk Indonesia bagian timur khususnya produk dan distribusi barang. Untuk mendukung hal tersebut, Jatim telah membuka 26 kantor perwakilan dagang di 26 provinsi di Indonesia.

Berdasarkan dukungan dari kantor perwakilan dagang ini, perdagangan antar daerah Jatim bisa mencapai Rp400 trilyun atau setara dengan 40 Dollar AS, dan surplus capital inflow sekitar Rp80 trilyun. “Peluang memperkuat hubungan kerjasama Victoria Australia dengan Jatim yang menjadi hub Indonesia bagian timur ini sangat kuat. Apalagi Indonesia bagian timur memiliki sekitar 120 juta market,” ujar Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.

Menurutnya, Jatim selain kuat dalam perdagangan antar daerah, pertumbuhan ekonomi selama empat tahun terakhir terus tumbuh, bahkan lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. Pada tahun 2012 misalnya, pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur berada pada angka 7,27 persen atau naik 0,05 persen dari tahun 2011 yang tercatat sebesar 7,22 persen. Angka tersebut lebih tinggi di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 6,23 persen. Sedangkan untuk tahun 2014 ini, diperkirakan pertumbuhan ekonomi mencapai rata-rata di atas 6 persen.

“Jatim pertumbuhan ekonominya tinggi, karena perdagangan tinggi, prosesnya barang-barang industrinya dilakukan di Jatim. Ini juga didukung dengan adanya perbaikan dan pengembangan infrastruktur. Untuk itu, kerjasama ini harus diteruskan melalui pertemuan business to business melalui one on one business meeting antar kedua belah pihak,” kata Pakde Karwo.

Ia menyampaikan, Jatim juga membuka kesempatan investasi pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) di Jatim kepada pemerintah dan perusahaan-perusahaan Victoria Australia. Semua proses pasca undang-undang minerba, proses untuk smelter, pilihannya di Jatim. Ada 7 proyek pembangunan pabrik smelter yang didirikan di Jatim, sedangkan yang sudah digroundbreaking ada 3 pabrik smelter.

Lebih lanjut disampaikannya, pembangunan pabrik smelter di Jatim merupakan peluang investasi penting. Sebagai contoh, Victoria Australia bisa mendirikan pabrik untuk mengolah produk-produk agro. Untuk itu, Pemprov Jatim akan memberikan kemudahan dalam berinvestasi melalui empat jaminan pemerintah seperti lahan, power plant, kemudahan perijinan, dan penyediaan buruh.

Pada kesempatan yang sama, Komisioner Pemerintah Victoria Australia untuk Indonesia (Commissioner Government of Victoria, Australia to Indonesia) Mr. Brett Stevens mengatakan, kunjungan ini bertujuan untuk membina hubungan baik dengan Jatim, membina Government to Government (G2G) kerjasama bilateral kedua belah pihak, dan membantu perusahaan di Victoria untuk bekerja sama dengan Jatim secara Business to Business.

Ia mengatakan, Victoria Australia memiliki kesamaan permintaan dan penawaran untuk bekerja sama dengan Jatim khususnya di bidang infrastruktur, pendidikan, pertanian, dan kesehatan. Victoria bisa bekerja sama secara G2G dan B2B pada keempat bidang tersebut dengan Pemprov Jatim.

Untuk mendukung kerjasama, Pemerintah Victoria Australia telah membuka 18 Kantor Bisnis Pemerintah Victoria (Victoria Government Business Office) antara lain London, Dubai, Amerika Serikat, dan Indonesia. Tujuannya dibukanya kantor di Indonesia tersebut untuk membina kerjasama secara komersial bagi pelaku bisnis Victoria Australia.

Brett menyatakan kekagumannya terhadap Jatim yang pertumbuhan ekonominya bisa mencapai 7 persen. Sedangkan Victoria Australia sendiri pertumbuhan ekonominya hanya mencapai 2,3 persen. (hery)

Leave a Reply


*