02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Ground Breaking PLTM Lodagung

Ground Breaking PLTM LodagungLodagungBlitar, KabarGress.Com – Pada Rabu (7/1/2015), bertempat di Bendungan Wlingi, Desa Jegu, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dilaksanakan kegiatan Ground Breaking PLTM Lodagung dan penandatanganan Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik. Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementrian ESDM, Direktur Pengairan dan Irigasi BAPPENAS, Deputi Bidang Usaha Pertanian, Perikanan dan Aneka Industri Kementrian BUMN, Kepala Sub Bidang Pelayanan dan Penindakan Kementerian ESDM, GM PLN Distribusi Jawa Timur, Ida Bagus Gede Mardawa Padangratha, Kepala Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur dan Bupati Blitar.

Diungkapkan GM PLN Distribusi Jawa Timur, Ida Bagus Gede Mardawa Padangratha, PLTM Lodagung menurut rencana akan dibangun Perum Jasa Tirta 1 di saluran Irigasi Lodagung yang mengairi Daerah Irigasi dari Kabupaten Blitar hingga Kabupaten Tulungagung. “Selama ini debit air yang dikeluarkan dari Waduk Wlingi hanya dimanfaatkan untuk irigasi, nantinya akan dikembangkan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro dengan kapasitas pembangkitan 1.300 kW (1.3 MW) dan annual energi sekitar 7.97 GWh/tahun,” terang Mardawa.

Disebutkan, energi yang dihasilkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) Lodagung akan disalurkan ke sistem kelistrikan 20 kV PLN melalui Gardu Induk Wlingi yang telah terinterkoneksi ke sistem Jawa – Bali. “PLN sangat menyambut baik bagi pihak-pihak yang akan berinvestasi di bidang pembangkitan listrik, dan siap membeli listrik yang dihasilkan dengan tarif sesuai dengan Permen ESDM no 12 tahun 2014/amandemen Permen ESDM 22 tahun 2014, yaitu Rp967,5/kwh untuk 8 tahun pertama dan selanjutnya Rp675/kwh,” tuturnya.

Pembangunan PLTM Lodagung ini merupakan pilot project yang akan dilanjutkan dengan project lainnya seperti pembangunan PLTM Lodoyo II, PLTA Sutami IV-V— Kesamben yang merupakan project sinergi BUMN.

Perlu diketahui, pemerintah melalui Kementerian ESDM sejak 3 tahun terakhir membuka kesempatan yang seluas-luasnya kepada pengembang swasta untuk ikut berpartisipasi dalam program pemerintah yaitu Energi Baru dan Terbarukan. Dalam 5 tahun ke depan pemerintah berencana untuk membangun 35 ribu MW pembangkit baru, dengan sebaran 6 % atau sekitar 1800 MW merupakan PLTA.

“Selama ini PLN telah banyak menandatangani perjanjian pembelian listrik dengan pihak swasta namun hanya sekitar 25 % yang berhasil, kendala yang dihadapi antara lain perijinan dan pendanaan, namun dengan proyek PLTM Lodagung yang didukung oleh Kementerian PU, Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, PLN dan Bappenas, diyakini akan berhasil, karena sudah memiliki ijin dan pendanaan menggunakan anggaran perusahaan PJT 1 sendiri,” katanya.

Dalam  waktu kurang lebih 3,5 tahun, diharapkan pembangkit ini sudah dapat beroperasi dan membantu menambah pasokan listrik khususnya di Jawa Timur. (ro)

Teks foto: Suasana prosesi ground breaking PLTM Lodagung dan sungai Lodagung yang akan dimanfaatkan sebagai pembangkit.