02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Pemkot Ngotot Tak Mau Buka Rumah Musik

Pemkot Ngotot Tak Mau Buka Rumah MusikSurabaya, KabarGress.Com – Keinginan Komisi D DPRD Kota Surabaya kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk segera membuka Rumah Musik (RM) di kawasan ekd lokalisasi Dolly dan Jarak nampaknya sulit terwujud. Lantaran, kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Surabaya, Irvan Widyanto menilai, apabila rumah musik dibuka, tidak menutup kemungkinan porstitusi akan kembali lagi.

“Saya khawatir nanti tempat itu malah bukan jadi tempat karaoke, tapi malah tempat esek-esek. Makanya saya masih mempertimbangkan untuk mengabulkan keinginan dari teman-teman dewan untuk meminta rumah musik itu dibuka kembali,” ucap Irvan.

Drinya mengakui, kekhawatiranya untuk tidak membuka RM tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, setelah pihaknya melakukan terjun kelapangan secara langsung untuk meninjau lokasi, ternyata banyak wanita penghibur yang bersedia untuk melayani lelaki hidung belang guna melakukan pelayanan seks.

“Saya sudah melakukan pengecekan ke semua wilayah lokalisasi seperti, di dolly, jarak, klakah rejo, sememi, dan bangun rejo. Ternyata saya menemukan wanita penyedia jasa layanan seks. Makanya coba hal ini kami kordinasikan dulu dengan ibu Walikota (Tri Rismaharini) untuk keinginan teman-teman komisi D ini,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Agus Imam Son Haji mengatakan, dirinya sangat mengetahui alasan keinginan masyarakat di kawasan Dolly dan Jarak ingin kembali membukan RM tersebut karena desakan perekonomian yang tidak stabil pasca penutupan.

“Tapi jika ingin mencari penghasilan, alangkah baiknya tidak membuka pekerjaan yang notabene berbau porstitusi. Toh kami pemerintah kota sudah melakukan upaya untuk memberikan pelatihan secara khusus bagi masyarakat terdampak penutupan, dan dari pelatihan hasilnya akan kami pasarkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) ini menegaskan, meskipun pemkot sudah melakukan pelatihan, hal itu juga butuh waktu yang tidak sebentar. Sebab, semua dibutuhkan secara bertahap untuk memasarkan hasil dari pelatihan tersebut.

“Makanya kami akan upayakan agar produk yang diciptakan dari masyarakat sekitar dapat kami pasarkan segera. Agar memperoleh hasil untuk memenuhi kebutuhan perekonomian mereka. Kami berharap masyarakat mampu bersabar untuk menunggu hasilnya,” pungkasnya. (tur)