20/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Hari Nusantara Digelar di Pantai Mayangan Probolinggo

Sekda Prov Ahk Sukardi bersama Walik Walikota Priobolinggo  Bapak Suhadak ( Kiri ) dan Kepala Dishub dan LLAJ Jawa Timur Wahid Wahyudi  ( kanan ) Hadiri Peringatan Hari Nusantara ke 15 di Kota ProbolinggoProbolinggo, KabarGress.com – Hari Nusantara ke XV digelar di Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan, Kota Probolinggo, Sabtu (20/12). Hari Nusantara diperingati untuk mengingat kekayaan sumber daya laut yang luar biasa, sekaligus sebagai bentuk penghormatan atas kedautalan bangsa Indonesia sebagai negara maritim. Dua per tiga dari wilayah kita itu adalah laut.

Dalam kesempatan itu Sekda Provinsi Jatim Dr H Akhmad Sukardi, MM yang membacakan sambutan tertulis Menteri Kelautan dan Perikanan selaku Ketua Harian Dewan Kelautan Indonesia Susi Pudjiastuti mengatakan, Peringatan Hari Nusantara bertujuan untuk mengingatkan kembali serta mengubah mindset bangsa Indonesia mengenai ruang hidup dan ruang juang, yaitu dari matra darat menjadi matra laut ( matra darat dan matra laut berimbang ).

Dikatakan, tanggal 13 Desember 1957 Pemerintah Indonesia mendeklarasikan bahwa laut pedalaman adalah bagian dari wilayah Indonesia. Deklarasi tersebut menyatukan seluruh pulau dan kepulauan kedalam satu kesatuan NKRI. Dengan pandangan visionernya, para pendiri republik melihat bahwa laut territorial yang hanya dibatasi sejauh 3 mil akibat warisan imperialisme akan membawa dampak negatif. Hal ini berbahaya karena pada akhirnya wilayah kita dikotak-kotakkan dan ada jarak antara pulau satu dengan yang lain.

Sebagai Negara Kepulauan, wilayah Nasional Indonesia adalah suatu hamparan perairan laut luas dengan puluhan ribu pulau yang tersebar didalamnya yang merupakan suatu wilayah kesatuan laut Nusantara (Mare Nostrum) dan pulau yang bulat dan utuh dengan wilayah udara diatasnya. Perjuangan untuk mempertahankan kepentingan nasional tersebut berujung pada pengakuan Indonesia sebagai Negara Kepulauan terbesar di dunia (The Biggest Archipelagic State) pada tahun 1982 di dalam Konvensi Hukum Laut Internasional.

“Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak memperingati Hari Nusantara setiap tahun, karena deklarasi tersebut mengandung makna dan arti sebagai penyatuan wilayah NKRI,” tegasnya.

Dengan kesadaran tersebut, lanjutnya, kita harus menjadikan bidang kelautan sebagai arus utama pembangunan nasional. Kita harus menghasilkan model pembangunan terintegrasi bagi kepulauan terluar dan atau terpencil untuk mewujudkan Indonesia menjadi Negara maritim yang mampu mengelola potensi sumber daya alam laut secara sustainable, untuk kesejahteraan masyarakat dan disegani dunia.

“Kita harus berani menghapuskan semua aktivitas yang merusak lingkungan, mengeksploitasi sumberdaya kelautan dan merugikan negara, baik yang dilakukan oleh masyarakat kita sendiri ataupun oleh bangsa lain. Kita harus memiliki komitmen bahwa laut harus menyejahterakan rakyat Indonesia, dan menegakkan kedaulatan di atas laut kita,” tandasnya.

Besarnya potensi sumberdaya yang terkandung di wilayah Indonesia tidak akan bermanfaat tanpa didukung pengetahuan untuk mengelola, memanfaatkan dan melestarikannya. ”Maka, lmu pengetahuan dan teknologi menjadi tumpuan agar kita dapat memanfaatkan potensi yang ada. Inovasi teknologi para peneliti dan akademisi harus dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha yang bergerak di bidang kelautan,” tambahnya.

Hingga saat ini, lanjutnya, Indonesia telah memiliki berbagai pusat penelitian dan pengembangan IPTEK kelautan yang diantaranya berada di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian ESDM, BMKG, BPPT, LIPI dan BIG serta didukung oleh sejumlah kapal riset yang cukup memadai. Meski demikian, kita tidak boleh berhenti cukup sampai di sini. Penelitian dan pengembangan IPTEK kelautan harus terus dilakukan dan ditingkatkan mengingat luasnya wilayah laut Indonesia. Hal tersebut juga perlu didukung dengan instrumen kebijakan Riset dan Teknologi seperti pendanaan riset dan program pengembangan SDM RIPTEK sehingga dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas SDM RIPTEK bidang Kelautan.

Dalam kesempatan itu, Sekda didampingi Bupati Probolinggo, Kadis Perhubungan & LLAJ Prov Jatim, dan Kadis Perikanan dan Kelautan Prov Jatim menyerahkan penghargaan secara simbolis kepada para pemenang lomba bidang perikanan dan kelautan tingkat Provinsi Jatim tahun 2014.

Simulasi Penanganan Kecelakaan di laut juga digelar oleh BASARNAS. Selain itu ada penampilan reog dan tari tradisional, serta penampilan marching band olehTaruna Politeknik Pelyaran Surabaya menghibur para undangan. (hery)

Teks foto: Sekda Prov Ahk Sukardi bersama Wakil Walikota Priobolinggo, Suhadak (Kiri) dan Kepala Dishub dan LLAJ Jawa Timur, Wahid Wahyudi (kanan) menghadiri Peringatan Hari Nusantara ke 15 di Kota Probolinggo.